DLH Kota Batu Terjunkan Tim Analisa Sungai Kebo yang Tercemar

May 06, 2021 16:39
Salah satu warga saat membersihkan sampah di aliran Sungai Kebo di RW 2, Kelurahan Ngaglik, Kecamatan Batu, Kota Batu, Kamis (6/5/2021). (Foto: Irsya Richa/ MalangTIMES)
Salah satu warga saat membersihkan sampah di aliran Sungai Kebo di RW 2, Kelurahan Ngaglik, Kecamatan Batu, Kota Batu, Kamis (6/5/2021). (Foto: Irsya Richa/ MalangTIMES)

BATUTIMES - Mengetahui adanya aduan bau tidak sedap oleh warga sekitar di Sungai Kebo di RW 2, Kelurahan Ngaglik, Kecamatan Batu, Kota Batu, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batu langsung turun tangan ke lokasi tersebut. Hingga saat ini tim masih melakukan beberapa kajian terhadap kualitas air yang tercemar pada sungai tersebut. 

“Saya dapat informasi adanya pencemaran yang menyebabkan bau tidak sedap di Sungai Kebo, tim dan tenaga pengawas langsung ke lokasi melihat kondisi sekitar sungai,” ujar Kepala DLH Kota Batu, Aries Setiawan.

Ia menambahkan, tim yang turun itu harus melakukan baku mutu air dan sebagainya. Kemudian untuk mengetahui hasil dari kualitas air Sungai Kebo harus menunggu selama 2 Minggu.

“Tim masih turun baku mutu air, untuk mengetahui kandungan air butuh waktu 2 Minggu,” tambahnya, Kamis (6/5/2021).

Selain itu tim dari DLH Kota Batu juga mencari titik penyebab sungai tersebut tercemar limbah (kotoran). Melihat kondisi sungai berwarna hijau dan menimbulkan bau yang tak sedap.

“Analisa sementara dari limbah ternak kelihatan musim panas, kelihatan dari warna. Lalu jika hasil sudah keluar langkah penanganan kami koordinasi dengan dua wilayah untuk mengatasi masalah ini,” terang mantan Camat Batu ini.

Sementara itu warga Sungai Kebo Didik Harijanto menambahkan, jika kondisi ini sudah terjadi selama dua tahun terakhir. Hanya saja, bau yang tidak sedap itu cukup parah pada akhir-akhir ini. 

“Selain baunya yang gak sedap, ikan saya mati, juga ikan warga lainnya. Karena pakai air sungai, padahal sebelumnya tidak ada masalah,” tutup Didik.

Diberitakan bau tidak sedap sangat menggangu warga sekitar yang terjadi akhir-akhir ini saat memasuki musim kemarau. Selain bau tak sedap, warga yang memanfaatkan air sungai untuk budidaya ikan hingga mati mencapai satu kuintal.

Topik
ko5penyakit tidak menularDLH Kota Batu

Berita Lainnya

Berita

Terbaru