Tak Banyak yang Tahu, Begini Sejarah THR dan Angpao pada Anak-Anak yang Saling Berhubungan

May 11, 2021 08:26
Ilustrasi THR (Foto: mbsnews.id)
Ilustrasi THR (Foto: mbsnews.id)

INDONESIATIMES - Tradiri THR dan angpao untuk anak-anak ternyata tak dapat dipisahkan dari kebiasaan orang Indonesia yang suka memberikan rezeki lebih saat merayakan sesuatu.

Tentu saja, yang lebih dikenal sebelumnya ialah bagi-bagi Tunjangan Hari Raya (THR) untuk kalangan pegawai. Namun, kebiasaan itu pada akhirnya merembet ke kalangan antara orang tua dan anak-anak.

Sejarah THR awalnya hanya diberikan untuk PNS dan bersifat sebagai persekot (uang muka). Mereka yang meminta persekot harus mencicil pelunasan dengan cara potong gaji.

Sementara tradisi membagikan uang atau angpao pada anak-saat Lebaran menurut Kepala Program Studi Indonesia Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, Sunu Wasono sudah ada sejak lama.

Kebiasaan bagi-bagi angpao saat lebaran menurut Sunu merupakan bentuk semangat berbagi dari orang yang memiliki rezeki lebih di momen itu karena ada THR dari tempatnya bekerja. Perlu diketahui, dalam Islam sendiri telah diajarkan untuk memuliakan satu sama lain dan berbagi.

"Itu wujud perhatian dan kepedulian yang semuanya dilandasi oleh kasih sayang. Bagi uang kepada anak juga merupakan bagian dari kasih sayang," tuturnya

Tradisi bagi-bagi uang kepada anak-anak juga dianggap sebagai bentuk hadiah karena telah berpuasa selama 1 bulan lamanya. Dengan begitu, mereka dinilai akan lebih giat lagi untuk menjalankan ibadah puasa di tahun selanjutnya.

Sunu juga menjelaskan jika ada kemungkinan bahwa sejarah bagi-bagi THR dan angpao pada anak-anak dipengaruhi dari budaya Cina yang memberikan angpao saat Tahun Baru Imlek. Melansir melalui National Library Board Singapura, angpao (ang pow) berasal dari bahasa Hokkien. 

Angpao juga memiliki sebutan lain yaitu hongbao. Sejatinya, angpao ini berarti sebagai hadiah berupa uang yang dibungkus dalam amplop warna merah. 

Kenapa amplop warna merah?

Warna merah sendiri merupakan tradisi Cina yang mengandung nilai filosofis sebagai simbol keberuntungan, kehidupan, dan kebahagiaan. Sehingga, angpao atau hongbao diberikan sebagai harapan atau doa baik untuk penerimanya.

Menurut sejarah, pada era dinasti Song pada abad ke-12, memberikan uang atau yang disebut li shi dalam bahasa Kanton, sudah menjadi norma. Angpao di era dinasti Song diberikan dari orang tua kepada anaknya. 

Lalu pada para penabuh gong dan gendang di tahun baru, serta dari tuan pada budaknya.

Saat ini, baik pemberian THR maupun angpao semakin meluas, tak hanya seperti tradisi yang disebutkan di atas. Namun angpao juga diberikan pada karyawan, orang yang membutuhkan, dan sebagainya.

Berawal dari sejarah THR dan angpao untuk anak-anak, kini keduanya menjadi ungkapan simbolis untuk menyatakan perhatian, penghargaan, rasa syukur, dan sebagainya.

Topik
Berita Malangbagi thrthr pekerjaTHR

Berita Lainnya

Berita

Terbaru