Keluarga Perawat Dibakar Tak Beri Tahu Anaknya Tentang Kondisi Ibunya

May 05, 2021 17:59
Kakak ipar Eva Sofiana Wijayanti, Didik Purwidianto saat dijumpai di rumahnya (foto: Hendra Saputra/ MalangTIMES)
Kakak ipar Eva Sofiana Wijayanti, Didik Purwidianto saat dijumpai di rumahnya (foto: Hendra Saputra/ MalangTIMES)

MALANGTIMES - Kedua anak korban perawat di Klinik Bunga Husada di Desa Arjowilangun, Kecamatan Kalipare, Kabupaten Malang Eva Sofiana Wijayanti (33) yang dibakar orang tak dikenal sengaja tak diberitahu oleh keluarga. Hal itu karena keluarga berharap anaknya tidak trauma dengan peristiwa yang menimpa ibu kandungnya.

Kakak ipar Eva Sofiana Wijayanti, Didik Purwidianto (39) mengatakan bahwa dengan kejadian pembakaran yang membuat adik korban mengalami luka bakar di sebagian tubuh meninggalkan dua anak laki-lakinya yang berumur delapan dan lima tahun.

Kedua anaknya pun tidak diberitahukan bahwa kondisi ibunya telah menjadi korban pembakaran orang tak dikenal. Hal itu karena keluarga takut anak korban kaget dan mengalami trauma.

“Anak-anaknya itu sangat dekat dengan Eva. Kalau Eva pulang pasti menghabiskan waktu dengan dua anaknya. Apalagi sama anak yang kecilnya itu,” kata Didik saat ditemui di kediamannya, Rabu (5/5/202).

Didik menjelaskan, Eva dan dua anaknya sehari-harinya tinggal di kediaman mertua, yakni di Dusun Ngembul, Desa Kalipare, Kecamatan Kalipare, Kabupaten Malang.

“Biasanya ya di sini sama suaminya atau adik saya, Adin itu. Eva memang dekat dengan keluarga kok akhir-akhir ini di status WhatsApp nya terakhir itu ya ngabuburit bareng sama anak-anak dan suaminya. Bahagia gitu kayak gak ada masalah,” terang Didik.

Bukan hanya pihak keluarga, tetangga di sekitar pun juga dikondisikan untuk tidak memberitahu musibah yang dialami Eva. “Di sini juga sudah paham. Kalau ditanya pasti dirawat di Kepanjen karena sakit gitu aja,” tutur dia.

Saat ini lanjut Didik, kedua anak Eva dipisahkan. Untuk anak pertama tinggal di rumah mertua Eva. Sementara anak yang kedua tinggal di Dusun Krajan, Desa Kalipare, Kecamatan Kalipare yang merupakan rumah orang tua Eva tinggal.

“Kalau anak yang gede itu tinggal di sini karena sudah punya teman main handphone itu anak sini. Sedangkan yang kecil tinggal di rumah orang tua Eva karena ada anak seumurannya di sana,” kata Didik.

Sementara itu, sang suami yakni Adin (33), kata Didik saat ini masih menunggu Eva dirawat di Rumah Sakit (RS) Hasta Husada. Namun disinggung bagaimana keadaan Eva, Didik mengaku tidak mengetahui.

“Saya sudah menghubungi adik saya tapi waktu dikabari itu gak diangkat dan ketika di WhatsApp, itu centang dua. Padahal WhatsApp nya online. Mungkin masih bingung,” tutur dia.

Dari pengakuan Didik, Adin yang merupakan adiknya itu dikenal sangat dekat dengan Eva. Hal itu diketahui dari unggahan status WhatsApp Eva.

“Ya sering ngabuburit bareng kok. Di WhatsAppnya itu akhir-akhir ini ya sering unggah status di cafe gitu. Kayak gak ada masalah,” ungkap Didik.

Sebagai informasi, kejadian pembakaran itu terjadi di klinik Eva pada siang hari Senin (3/5/2021) kemarin. Diketahui saat itu Eva sedang beristirahat dari kerjanya. Tiba-tiba ada lelaki misterius datang mengendarai sepeda motor Honda Beat merah.

Sebagaimana disebutkan polisi, ciri-ciri terduga pelaku memakai jaket, helm, dan masker. Pria itu pun langsung masuk dan menyiramkan cairan yang dibawanya ke bagian wajah dan tubuh korban. Kemudian langsung menyulut korban dengan korek.

Terduga pelaku yang saat ini menjadi incaran polisi setelah melakukan aksinya langsung kabur tanpa meninggalkan jejak.

Topik
pramuka kota batuperawat cantikKriminalitas malang

Berita Lainnya

Berita

Terbaru