Permintaan Sepi, Harga Minyak Goreng di Pasar Rakyat Alami Lonjakan

Apr 30, 2021 10:27
Salah satu pedagang di Pasar Sawojajar Kota Malang, Muro saat menjelaskan bahan pokok yang alami kenaikan. (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES).
Salah satu pedagang di Pasar Sawojajar Kota Malang, Muro saat menjelaskan bahan pokok yang alami kenaikan. (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES).

MALANGTIMES - Kebutuhan pokok di pertengahan bulan Ramadan di Kota Malang nampaknya cukup sepi peminat. Hal ini menjadikan salah satu bahan pokok Minyak Goreng mengalami lonjakan harga.

Salah satu pedagang di Pasar Sawojajar, Muro mengungkapkan, dari kebutuhan pokok yang ada, minyak goreng cukup mengalami kenaikan harga cukup tinggi. Jika sebelumnya minyak goreng dibanderol Rp 12 ribu per liternya, kini mencapai Rp 17 ribu per liter.

"Yang naik paling banyak itu minyak goreng, selain itu normal semua. Sekarang minyak itu bisa Rp 16 ribu sampai Rp 17 ribu per liter," ujarnya.

Meski tak mengetahui secara pasti apa penyebab dari kenaikan harga minyak itu, namun pria yang akrab disapa Pak Mur ini mengatakan, jika kondisi di pertengahan Ramadan ini relatif sepi pembeli.

Padahal, jelang Ramadan, konsumennya yang membeli aneka kebutuhan pokok di toko miliknya ini cukup ramai. "Ya mungkin barang-barang agak telat (penyebab kenaikan harga minyak goreng). Ini juga sepi sekali sudah 2 minggu lebih. Mau puasa itu lumayan ramai, tapi puasa sampai sekarang sepi," ungkapnya.

Meski begitu, kenaikan harga minyak goreng ini tak diiringi dengan bahan-bahan pokok lainnya. Mur menyebut, untuk bahan lainnya harganya relatif stabil, bahkan ada yang mengalami penurunan.

"Telur sekarang turun, Rp 22 ribu per kilogram. Beras itu stabil, Rp 12 ribu per kilogram," tandasnya.

Sementara itu, Wakil Pimpinan Cabang Perum Bulog Malang Dhanny Yudha menambahkan, pasokan kebutuhan pokok hingga Lebaran 2021 mendatang dipastikan aman. Seperti beras saat ini telah tersedia sebanyak 2.600 ton. Jumlah tersebut bahkan dinilai masih aman bahkan hingga Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2022 mendatang.

"Ini sebenarnya bisa sampai Nataru, karena memang kita sudah mempersiapkan beras-beras baru ini untuk wilayah Malang. Karena memang kebutuhannya relatif kecil di Kota Malang, hanya sekitar belasan ton sehari," ungkapnya.

Sementara, berkaitan dengan harga bahan pokol lainnya dijelaskannya, relatif stabil dibandingkan tahun 2020 lalu. Namun, diakuinya untuk minyak goreng terjadi kenaikan.

"Beras di kami Rp 8.300 per kilogram yang jenis medium, kalau gula retail Rp 12.500 per kilogram, minyak itu dari Rp 12 ribu per liter kenaikannya paling Rp 13 ribu per liter saat ini," jelasnya.

Sementara itu, mengantisipasi kenaikan harga bahan-bahan pokok jelang Hari Raya Idul Fitri 1442 H mendatang, pihaknya siap untuk bekerja sama dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Malang. Hal ini apabila memang diperlukan digelarnya pasar murah.

"Kita kerja sama dengan pemerintah setempat apakah memang perlu ada pasar murah dan lainnya. Karena, untuk minyak goreng ini kenaikan juga bisa sampai Rp 14 ribu per liter, kemarin masih Rp 12 ribuan, pelan-pelan tapi kenaikannya," tandasnya.

Topik
kenaikan hargaharga minyak gorengKota Malangserda diyut subandriya

Berita Lainnya

Berita

Terbaru