Impor Daging Ayam Brazil Ancam Produksi Peternak Ayam Lokal

Apr 29, 2021 19:03
Kandang ayam lokal milik Arofik salah satu peternak ayam di Kabupaten Kediri. (Eko Arif S/KediriTIMES)
Kandang ayam lokal milik Arofik salah satu peternak ayam di Kabupaten Kediri. (Eko Arif S/KediriTIMES)

KEDIRITIMES - Dalam waktu dekat, Indonesia akan membuka keran impor daging ayam dari Brazil. Penyebabnya bukan karena kekurangan stok di dalam negeri, melainkan ada kewajiban dari Indonesia untuk memenuhi tuntutan setelah kalah gugatan dari Brazil di Organisasi Perdagangan Dunia (World Trade Organization atau WTO).

Dengan adanya impor ayam negeri ini, tentu berpotensi mempengaruhi kondisi pasar perunggasan dalam negeri.

ayam-brazil-ancam-peternak-indonesia-0229cdf652bf918a82.png

Seperti diutarakan oleh Arofiq, salah satu peternak ayam Kabupaten Kediri, Jawa Timur yang mengatakan, impor daging ayam dari Brazil bakal menjadi ancaman serius bagi peternak ayam lokal. Hal ini mengingat harga pokok produksi (HPP) ayam di sana terbilang murah yakni hanya sekitar Rp 9 ribu per kilogram. Hal ini lebih kecil dibandingkan HPP ayam di Indonesia yang  mencapai Rp 20 ribu per kilogram.

Sedangkan dengan HPP tersebut harga ayam impor yang nantinya masuk ke Indonesia dijual dengan harga Rp14 ribu per kilogram. Berbeda jauh dengan harga ayam dalam negeri yang saat ini berada di kisaran Rp 30 ribu hingga Rp 44 ribu per kilogram.

Menurut Arofiq, mahalnya HPP ayam di Indonesia tak lepas dari harga pakan yang cukup mahal dan juga harga Day Old Chick (DOC) atau bibit ayam yang juga masih terbilang tinggi.

Lebih lanjut, Arofiq mengaku, adanya impor daging ayam Brazil ini perlu adanya turun tangan dari pemerintah. Terutama dalam menekan harga pakan ayam dan bibit ayam. Sehingga, perihal tersebut akan mampu mengejar selisih  HPP dengan produksi ayam asal luar negeri.

"Harga pakan ayam saja mencapai Rp 8 ribu sekarang ini. Belum harga DOC juga sampai di harga Rp 8 ribu. Jadi ini perlu adanya turun tangan dari pemerintah terkait penekanan harga pakan," ujarnya.

Sebagai informasi, Brazil menggugat Indonesia karena telah menutup impor ayam melalui WTO pada 2014 lalu. WTO kemudian memenangkan gugatan tersebut pada 2017. Namun, Brazil menilai keputusan WTO itu tak pernah diimplementasikan. Lantaran Indonesia dinilai masih menghalang-halangi impor ayam dengan menunda sertifikasi kebersihan dan produk halal. Brazil pun kembali menggugat Indonesia pada Juni 2019.

Gugatan kedua itu pun kembali dimenangkan oleh WTO pada pada November 2020. Konsekuensi dari kekalahan ini, Indonesia harus mengubah ketentuan impor dan membuka pintu bagi masuknya daging ayam dari Brazil.

Topik
daging ayam brazilproduksi ayam lokalpeternak ayam lokalharga daging ayam brazilwtobamusi banyuwangi

Berita Lainnya

Berita

Terbaru