Webinar Bimbingan Konseling, Hukuman Membersihkan WC dan Memungut Sampah Tidak Efektif dan Tidak Tepat Sasaran

Apr 27, 2021 19:06
Ifdil Perceptual Light Technique (IPLT)’ oleh Ifdil dari Universitas Negeri Padang
Ifdil Perceptual Light Technique (IPLT)’ oleh Ifdil dari Universitas Negeri Padang

MALANGTIMES - Universitas PGRI Kanjuruhan Malang bekerja sama dengan ABKIN Kota Surabaya melaksanakan webinar dengan tema Belajar Psikoterapi dan Konseling Praktis untuk Optimalisasi Pelayanan bagi Peserta Didik pada tanggal 27-30 April 2021 melalui Zoom.

Acara dimulai dengan opening speech dari Rektor Unikama, Dr. Pieter Sahertian dilanjut dengan Ketua ABKIN Surabaya, Dr. Didiek Budiharjo. Selain itu, acara ini dihadiri oleh Dr. Merikan Aren, KBPA dari Universiti Malaysia Sarawak, Malaysia, Rosa Irawati, Ketua MGBK SMA Kota Malang Inta Elok Youarti dari Kabupaten Malang, Imam Arifudin, Dosen BK Unikama dan Ifdil Konsultan dari Universitas Negeri Padang.

Dalam dialog ini, Ifdil membawakan materi bertajuk ‘Ifdil Perceptual Light Technique (IPLT)’. Ia menyampaikan bahwa hukuman terhadap anak haruslah sejalan dengan apresiasi yang didapatkan ketika melakukan sesuatu yang benar.

“Kita harus berfokus kepada hukuman yang efektif tanpa melupakan apresiasi ketika anak melakukan sesuatu yang baik secara benar atau prestasi. Pemberian hukuman pun harus yang bersifat efektif dengan melihat kesenangan yang dimiliki anak, contohnya jika hobinya bermain game, maka hukumannya bisa dengan mengurangi aksesnya bermain game.” ujar Ifdil.

Ifdil menambahkan bahwa hukuman seperti membersihkan WC dan memungut sampah di lingkungan sekolah merupakan hal yang kurang tepat sasaran. Jika hukuman seperti itu tetap dilakukan maka siswa akan menganggap membersihkan WC dan memungut sampah sebagai hukuman dan kesadaran diri siswa akan sulit diraih.

“Hal seperti itu harus ditanamkan kepada semua siswa karena merupakan tanggung jawab semua siswa bukan hanya siswa yang melakukan kesalahan dan mendapat hukuman saja, karena menjaga kebersihan merupakan tanggung jawab semua warga sekolah tanpa terkecuali.” papar Ifdil.

Menurut Ifdil, Guru BK juga harus mengenal siswanya lebih dalam agar bisa menerapkan bimbingan konseling secara tepat dan solusi apa yang dapat diberikan kepada masalah yang dihadapi setiap siswa.

“Siswa memiliki latar belakang dan permasalahan mereka masing-masing dan tidak dapat dipukul rata pemecahan masalahnya.” tandas Ifdil.

 

Topik
hukuman untuk anakkonsultan universitas negeri padangkasus jambret bangkalanRektor Unikamauniversitas pgri kanjuruhan malang unikama

Berita Lainnya

Berita

Terbaru