Duka Mendalam Istri Awak Kapal Nanggala 402, Ingin Melihat Jasad Suami untuk Terakhir Kali

Apr 27, 2021 12:08
Bupati Bangkalan Ra Latif saat memberikan bingkisan terhadap putra dan putri Alm. Serda Eko Kom Prastyo di rumah duka, Perumahan Pondok Halim 2 Bangkalan, Senin (26/4) kemarin (Foto: Dokumebtasi Ig Pemkab Bangkalan)
Bupati Bangkalan Ra Latif saat memberikan bingkisan terhadap putra dan putri Alm. Serda Eko Kom Prastyo di rumah duka, Perumahan Pondok Halim 2 Bangkalan, Senin (26/4) kemarin (Foto: Dokumebtasi Ig Pemkab Bangkalan)

BANGKALANTIMES - Tragedi hilangnya kapal selam KRI Nanggala 402 beberapa hari yang lalu menyisakan duka mendalam bagi seluruh warga Indonesia. Tanpa kecuali keluarga yang ditinggalkan, seperti salah satunya adalah istri Serda Kom Eko Prastyo yang merupakan salah satu kru KRI Nanggala-402 yang dilaporkan hilang kontak saat menggelar latihan penembakan Torpedo SUT di Laut Bali pada Rabu (21/4/2021) pukul 04.25 WITA lalu.

Dia adalah Dewi Nurista Priswantini (32), istri dari Serda Kom Eko Prastyo yang juga merupakan warga Kabupaten Bangkalan. 

Diketahui, melalui konferensi pers Panglima TNI pada hari Minggu (25/4/2021) lalu, sebanyak 53 awak kapal selam KRI Nanggala-402 dinyatakan gugur oleh Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto.

Sungguh memilukan, setelah Serda Kom Eko Prasetyo selaku Juru Komunikasi II di Kapal Selam KRI Nanggala-402, telah dinyatakan gugur. Dia harus meninggalkan seorang beserta dua anaknya yang saat ini masih beranjak sekolah Taman Kanak-kanak (TK).

Dewi Nurista Priswantini mengungkapkan, sebelum kapal dikabarkan tenggelam di perairan laut Bali, pada hari Sabtu yang lalu 24 April 2021, sang suami sempat memberi kabar, bahwa kapalnya akan berangkat pukul 11.00 WIB.

Sempat dalam firasatnya, dia merasa berat untuk ditinggal sang suaminya. Namun dia mengaku tidak berani untuk mengatakan hal itu. Sehingga terpaksa memberi izin dan mendokan semoga selamat dalam menjalankan tugasnya.

"Tapi karena ini sudah jadi tugas beliau sebagai abdi negara, maka saya tidak berani. Tapi saya mendoakan semoga selamat sampai tugasnya selesai," ungkap Dewi kepada BangkalanTIMES saat ditemui di kediamannya, sembari kelopak matanya berkaca-kaca, Selasa (27/4/2021).

Setelah mendengar kabar bahwa Kapal Selam KRI Nanggala-402 hilang kontak, pihaknya bersama keluarga dan warga sekitar, sempat menggelar istighosah bersama, dengan harapan sang suaminya beserta kru yang lain bisa selamat.

Tidak lama dari itu, pihaknya mendengar kabar dari siaran langsung di televisi, bahwa sebanyak 53 kru Kapal Selam KRI Nanggala-402, dinyatakan gugur oleh Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto.

"Mendengar itu, kami sangat sedih, tapi berhubung ini sudah menjadi ketetapan Allah, Kami hanya berdoa semoga suami saya diterima di sisi yang maha kuasa (Allah SWT)," ucapnya sembari menundukkan kepalanya.

Saat ini, harapan satu-satunya, semoga jasad dari suaminya itu bisa ditemukan. "Semoga jasad suami saya masih bisa ditemukan dalam proses evakuasi ini, saya hanya ingin melihat jasadnya yang terakhir kalinya," tutur Dewi Nurista Priswantini.

Kemarin, Dewi Nurista Priswantini baru menerima kunjungan Bupati Bangkalan, R. Abdul Latif Amin Imron bersama seluruh jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

Saat kedatangan orong nomor satu di Bangkalan bersama rombongannya, tampak kedua anaknya sedang bermain di teras rumahnya, Rakahfi Latif Wiratatama (6) dan Lanisas Nurul Rizqina (3).

Melihat kedua anaknya itu, Ra Latif sapaan akrab Bupati Bangkalan itu, berjanji akan memperhatikan putra dan putri Alm. Serda Eko Kom Prasetyo terutama dalam hal pendidikannya.

"Insyaallah kedepan akan kami perhatikan putra dan putri Almarhum, terutama dalam hal pendidikan," janji Bupati yang gemar memakai kaca mata tersebut, usai memberikan bingkisan terhadap kedua putra dan putri Almarhun, serta sejumlah santunan lainnya.

Topik
petani milenialWaktu yang baik untuk sahurBupati Bangkalan

Berita Lainnya

Berita

Terbaru