Kedapatan Sedang Merekap Nomor Togel, Pria Cemorokandang Diringkus Polisi

Mar 31, 2021 18:00
Kapolsek Kedungkandang Kompol Yusuf Suryadi saat rilis ungkap kasus perjudian dengan jenis togel di Mapolsek Kedungkandang, Rabu (31/3/2021). (Foto: Tubagus Achmad/MalamgTIMES) 
Kapolsek Kedungkandang Kompol Yusuf Suryadi saat rilis ungkap kasus perjudian dengan jenis togel di Mapolsek Kedungkandang, Rabu (31/3/2021). (Foto: Tubagus Achmad/MalamgTIMES) 

MALANGTIMES - Satreskrim (satuan reserse kriminal) Polsek Kedungkandang kembali meringkus seorang pria berinisial RN (51) warga Kelurahan Cemorokandang, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang yang terbukti sedang kedapatan merekap nomor togel

Penangkapan tersebut bermula dari masyarakat yang memberikan informasi terkait tindakan perjudian jenis togel di wilayah Kelurahan Cemorokandang, Kedungkandang, Kota Malang yang meresahkan warga sekitar. 

Mendapatkan informasi meresahkan dari masyarakat tersebut, Kapolsek Kedungkandang Kompol Yusuf Suryadi mengatakan, anggota dari Unit Reskrim Polsek Kedungkandang langsung bergerak dan melakukan penyelidikan. 

"Alhamdulillah kita dapat saudara inisial RN ini lagi merekap judi untuk pembelian nomor togel. Ini diakuin sama beliaunya," ungkapnya kepada MalangTIMES.com, Rabu (31/3/2021). 

Perwira dengan satu melati di pundaknya ini menuturkan, saat pengakuan terkait perjudian dengan jenis togel, dikatakan Yusuf bahwa tersangka langsung diperiksa dan disuruh berdiri. 

"Saat kami perintahkan berdiri, didapat uang hasil pembelian dari togel dimaksud sebanyak Rp 240 ribu," ujarnya. 

Selanjutnya jajaran Unit Reskrim Polsek Kedungkandang juga melakukan pengembangan lebih lanjut terkait arah perjudian jenis togel ini. 

Dikatakan Yusuf bahwa sempat terdapat informasi tersangka RN merupakan jaringan perjudian jenis togel di Kabupaten Malang. 

"Kami berusaha mendapatkan yang lebih besar lagi di Kabupaten Malang bekerjasama dengan teman-teman kabupaten tidak ada yang kami maksudkan. Tapi tetap kita melaksanakan ungkap bersama rekan-rekan kabupaten," terangnya. 

Berdasarkan hasil pemeriksaan, motif tersangka menjadi bandar judi togel untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Karena jika bergantung pada pekerjaannya merawat sapinya orang, berdasarkan pengakuan tersangka tidak cukup. 

"Pekerjaannya angon sapi, memelihara ternaknya orang. Jadi ini menyambi togel. Karena ada muatan-muatan dapat hadiah besar atau apa. RN kurang lebih sudah dua tahun. Dia menyesali perbuatannya," bebernya. 

Berdasarkan pengakuan dari tersangka, disampaikan Yusuf bahwa tersangka dari menjadi bandar perjudian jenis togel mendapatkan komisi sebesar 20 persen dari omzet. 

"Komisinya dapat 20 persen dari omzet. Omzet paling besar Rp 300 ribu per hari. Ini pengakuannya. Kita juga sangat-sangat memperhatikan kejujuran pengakuannya," ujarnya. 

Beberapa barang bukti yang berhasil diamankan yakni satu buah handphone warna hitam, dua kertas kecil bertuliskan tombokan togel, delapan lembar kertas rekapan togel dan uang tunai sebesar Rp 240 ribu. 

"Pasal yang kami kenakan adalah Pasal 303 ayat 1 KUHP (Kitab Undang-Undang Hukum Pidana, red) yaitu perjudian tanpa izin ancaman paling lama kurang lebih 10 tahun," pungkasnya.

Topik
Judi Togeljudi togel kota malangpolsek kedungkandangberita judi kota malang

Berita Lainnya

Berita

Terbaru