Separo Badan Masuk ke Mesin, TKI Asal Kabupaten Malang Meninggal karena Kecelakaan Kerja

Mar 30, 2021 19:38
Suasana saat Disnaker Kabupaten Malang melakukan pertemuan guna mengurus pemulangan jenazah PMI yang meninggal karena alami kecelakaan kerja, Selasa (30/3/2021). (Foto: Ashaq Lupito/JatimTIMES)
Suasana saat Disnaker Kabupaten Malang melakukan pertemuan guna mengurus pemulangan jenazah PMI yang meninggal karena alami kecelakaan kerja, Selasa (30/3/2021). (Foto: Ashaq Lupito/JatimTIMES)

MALANGTIMES - Kejadian naas menimpa salah satu pejuang devisa negara asal Kabupaten Malang, Siget Ari Sandie, Jumat (26/3/2021). Pekerja migran Indonesia (PMI) di sebuah pabrik plastik di Taiwan yang merupakan warga asli Dusun Pitrang, Desa/Kecamatan Kalipare, Kabupaten Malang, itu dikabarkan meninggal dunia karena mengalami kecelakaan kerja.

”Jumat malam sekitar pukul 20.30 WIB saya dikasih tahu tetangga kalau adik sepupu saya meninggal. Tetangga saya yang ngasih kabar itu, tahu dari temannya yang juga kerja di Taiwan,” ucap kakak sepupu korban, Muhammad Darwis,  kepada MalangTIMES.com, Selasa (30/3/2021).

Tidak lama setelahnya, tepatnya sekitar dua jam setelah mendapat kabar akan kematian saudaranya, PT Diyavi Manpower Development di Jakarta yang memberangkatkan  Siget ke Taiwan menghubungi pihak keluarga. ”Dari pihak PT-nya menyebut kalau adik saya meninggal karena kecelakaan kerja,” ungkapnya.

Dari informasi yang diperoleh, lanjut Darwis, saat memasuki jam istirahat, Siget  diajak temannya untuk makan. Mendapat ajakan tersebut, korban menolak dan berdalih masih ingin menyelesaikan pekerjaannya.

”Pihak keluarga juga sempat dihubungi oleh saksi mata. Katanya dia waktu jam istirahat sempat mengajak adik saya makan. Tapi dia (adiknya) menolak karena mau membersihkan mesin,” katanya.

Ketika membersihkan mesin itulah, Siget sempat membuka penutupnya. Naas, ketika fokus membersihkan, penutup mesin tersebut justru terjatuh dan menimpa tubuh pria 32 tahun tersebut.

”Ketika membersihkan mesin tutupnya jatuh dan menimpa punggungnya, sehingga kepala dan setengah badan adik saya masuk ke dalam mesin yang masih menyala. Katanya dia meninggal karena masuk ke dalam mesin, bukan karena kejatuhan tutupnya,” bebernya.

Menurut Darwis, sesaat setelah kejadian memilukan tersebut ,korban sempat dibawa ke rumah sakit setempat. Meski sempat mendapatkan perawatan medis,  nyawa Siget tak bisa diselamatkan dan dinyatakan meninggal dunia ketika berada di rumah sakit.

”Dari lokasi kejadian ke rumah sakit itu masih hidup. Sekitar setengah jam kemudian adik saya dinyatakan meninggal dunia,” ulasnya.

Terpisah, Kepala Dinas Tenaga Kerja (Kadisnaker) Kabupaten Malang Yoyok Wardoyo menuturkan, sampai dengan hari ini pihaknya masih berupaya untuk memfasilitasi kepulangan jenazah korban ke Indonesia. ”Sampai dengan saat ini jenazah belum pulang, maka saya selaku kadisnaker terpanggil untuk bisa membantu pihak keluarga terkait pemulangan jenazah tersebut,” ucapnya.

Guna mempercepat  pemulangan jenazah,  hari ini Disnaker Kabupaten Malang mengundang pihak terkait yang meliputi keluarga korban, perusahaan yang memberangkatkan korban ke Taiwan, yaitu PT Diyavi Manpower Development,  BPJS Ketenagakerjaan, hingga Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI).

”Harapannya, adanya pertemuan hari ini bisa mempercepat pemulangan. Kemudian bagaimana ahli waris bisa mendapatkan hak-haknya,” imbuhnya.

Yoyok menegaskan, pekerja migran Indonesia atau tenaga kerja Indonesia (TKI) asal Kabupaten Malang yang meninggal karena mengalami kecelakaan kerja ini merupakan pekerja migran formal yang berada di bawah naungan lembaga hukum. ”Terpenting keluarganya benar-benar memahami bagaimana mekanisme pemulangan dan pengurusan apa yang menjadi hak dari keluarga korban,” ujarnya.

Ditemui di saat bersamaan, Kepala Cabang PT Diyavi Manpower Development Cabang Surabaya Jenny Gunawan mengatakan, sebelum diadakan pertemuan pada hari ini, pihak perusaahaan yang menaungi korban telah bersilaturahmi ke rumah duka. Salah satu tujuannya adalah untuk mengurus hak ahli waris termasuk pemulangan jenazah korban.

”Kemarin kami sudah ke rumah duka menemui keluarganya. Saat ini masih dalam proses pengurusan dokumen terkait pemulangan dan hak ahli waris. Dokumen yang sedang kami urus ini mulai dari surat kuasa, KTP, hingga nomor rekening ahli waris,” pungkasnya.

 

Topik
TKI MeninggalBerita MalangDisnaker Kabupaten MalangKecelakaan Kerja

Berita Lainnya

Berita

Terbaru