Ada-Ada Saja, Hanya Wali Allah ini yang Berani Kelabui Malaikat Munkar dan Nakir

Mar 18, 2021 07:29
Ilustrasi (Istimewa).
Ilustrasi (Istimewa).

INDONESIATIMES - Siapa yang tak kenal dengan Abu Nawas. Tokoh ternama yang hidup pada masa kekhalifahan Harun Ar-Rasyid ini meninggalkan banyak kisah menarik yang diperdengarkan hingga sekarang. Abu Nawas juga dikenal sebagai seorang penyair yang sangat cerdik dan penuh dengan guyonan.

Bahkan, dalam beberapa kisah diceritakan jika Abu Nawas tak hanya menipu manusia dengan caranya yang cerdas. Melainkan juga pernah mengelabui Malaikat Munkar dan Nakir saat ia telah wafat dan berada di alam kubur.

Dilansir dari channel YouTube Hidayah Illahi Official, dikisahkan jika Abu Nawas merupakan sosok waliyullah yang kontroversial. Abu Nawas sebelumnya dikenal sebagai seorang pemabuk yang suka foya-foya. Sebelum akhirnya bertaubat dan menjadi tokoh penting dalam Islam.

Abu Nawas dikenal dekat dengan Khalifah Harun Ar-Rasyid. Abu Nawas juga kerap membuat lelucon lucu yang membuat Khalifah merasa terhibur. Meskipun lelucon Abu Nawas pernah membuatnya harus dimarahi raja. 

Suatu ketika, Abu Nawas berulah dengan menangkap raja dan menjualnya sebagai budak. Kelakuan itu membuat raja geram dan hedak menghukum Abu Nawas. Sehingga sang raja memerintahkan pasukan mencari Abu Nawas.

Ketika mencari Abu Nawas ke rumahnya, pasukan Harun Ar-Rasyid tak mendapati Abu Nawas. Hingga pada akhirnya para pasukan tersebut menyerah dan kembali ke kerajaan. Saat mengetahui tak ada lagi pasukan yang menunggu di rumahnya, Abu Nawas kemudian secara diam-diam memasuki rumahnya.

Ketika sudah masuk rumah, Abu Nawas wudhu dan mengerjakan salat dua rakaat. Setelah salat, dia memberikan wasiat kepada istrinya agar menyampaikan pesannya apabila sang raja mencarinya. Tak lama, Abu Nawas pun meninggal dunia.

Singkat cerita, kabar kematian Abu Nawas didengar hingga telinga Harun Ar-Rasyid dan membuat sang raja bersedih. Sang raja menuju rumah Abu Nawas dan berbicara dengan istri Abu Nawas.

Dalam kesempatan itu, sang istri menyampaikan pesan sang suami agar Khalifah Harun Ar-Rasyid memaafkan kesalahan Abu Nawas dunia dan akhirat di depan masyarakat. Wasiat terakhir itu pun dikabulkan Khalifah Harun Ar-Rasyid. Ketika keranda dibawa ke makam, Harun Ar-Rasyid menyampaikan jika telah memaafkan kesalahan Abu Nawas.

Setelah selesai pidato, maka secara tiba-tiba terdengar suara aneh di dalam keranda. "Alhamdulillah, Alhamdulillah," kata Abu Nawas di balik keranda dan seketika membuat pelayat geger ketakutan. Setelah diselidiki, Abu Nawas masih hidup dan kembali membuat raja geram. Namun Khalifah Harun Ar-Rasyid telah memaafkannya.

Sementara itu, menjelang kematian Abu Nawas yang sesungguhnya, ia berpesan kepada istri dan keluarganya untuk memakaikan kain kafan yang jelek dan lusuh saat meninggal dunia. Sesuai wasiat, jasad Abu Nawas dibungkus dengan kain kafan yang jelek dan lusuh.

Saat itu, Abu Nawas didatangi Malaikat Munkar dan Nakir yang seketika merasa heran dengan kondisi kain kafan Abu Nawas. Malaikat Munkar dan Nakir dikisahkan mengalami perdebatan hingga akhirnya Abu Nawas ditanyai siapa Tuhannya. 

Maka Abu Nawas terdiam dan kemudian menjawab, "Wahai Malaikat, tidakkah kamu tahu jika kain kafanku ini sudah lama dan bukan kain kafan orang yang baru meninggal dunia,".

Peristiwa itu membuat malaikat kebingungan. Karena meski kain kafannya lusuh, namun kuburannya masih baru. Setelah melalui banyak perdebatan, malaikat akhirnya memutuskan untuk menjadikan Abu Nawas sebagai jenazah lama dan tak lagi menanyai Abu Nawas. Pada akhirnya, Abu Nawas berhasil lolos dari pertanyaan di alam kubur. Wallahu alam bishawab.

Topik
Abu NawasKhalifah Harun Ar RasyidMalaikat Munkar dan Nakirkisah islami
Townhouse-The-Kalindra-foto-The-Kalindra-P80c5928dba440a88.jpg

Berita Lainnya

Berita

Terbaru