Bomber Beraksi, Jembatan Kedungkandang Mulai Berhias Grafiti Khas Malang

Mar 17, 2021 18:55
Salah satu karya grafiti di pilar tembok bawah Jembatan Kedungkandang yang bertemakan sepak bola, Rabu (17/3/2021). (Foto: Tubagus Achmad/MalangTIMES) 
Salah satu karya grafiti di pilar tembok bawah Jembatan Kedungkandang yang bertemakan sepak bola, Rabu (17/3/2021). (Foto: Tubagus Achmad/MalangTIMES) 

MALANGTIMES - Jembatan Kedungkandang terus mempercantik diri. Kini aneka grafiti khas Malang mulai menghiasi jembatan baru tersebut.

Hiasan grafiti itu dimulai sejak Senin (15/3/2021),  usai dibuka oleh jajaran Forkopimda (Forum Komunikasi Pimpinan Daerah) Kota Malang. Yang jadi sasaran adalah  tembok samping dan tembok pilar bawah jembatan.

Dari pantauan MalangTIMES.com, mulai dari tembok samping Jembatan Kedungkandang, sudah tampak gambar tulisan grafiti "MALANGKU" yang masih akan melalui penyelesaian akhir.  Namun di tembok-tembok pilar bawah jembatan, sudah banyak gambar serta tulisan grafiti yang menunjukkan ciri khas dan identitas Kota Malang. 

Grafiti-Khas-Malang-18c0240b004933124.jpg

Koordinator Komunitas Malang Grafiti Movement Junas menuturkan, karya-karya seni grafiti dari para bomber -sebutan untuk artis grafiti- memiliki beberapa tema besar yang  merupakan identitas melekat pada masyarakat Kota Malang.  "Tema meliputi tentang Malang sih. Kalau dari Malang sendiri, ada 3B. Ya balbalan, band-band-an, balapan. Itu yang dibawa kan. Terus juga dari kuliner-kulinerMalang. Ya hal-hal yang khas tentang Malang lah, sama covid-19," ungkapnya kepada MalangTIMES.com, Rabu (17/3/2021). 

Selain itu, grafiti  terkait musik yang sangat melekat di masyarakat Kota Malang. Tampak beberapa gambar grafiti yang telah melalui penggarapan seperti mobil mikrolet dengan warna biru yang khas, Ken Arok lengkap dengan mahkotanya, gambar boombox, motor chopper,tengkorak seperti logo Motorhead. 

Untuk penggarapan grafiti, Junas  mengatakan dilakukan 20 tim yang membawahi 50 bomber. Para bomber sendiri tersediri dari wilayah Kota Malang, Kabupaten Malang, Kota Batu, Surabaya, dan Kediri. 

Junas menyebut bomber dari Surabaya dan Kediri merupakam hasil dari jaringan konektivitas antar-komunitas grafiti. "Kami menjalin koneksi ya sesama komunitas grafiti antarkota. Jadi, untuk menjalin koneksi itu, kami tetap saling berkabar agar ekosistem tetap jalan," ungkapnya. 

Terkait jumlah pilar Jembatan Kedungkandang yang di gunakan sebagai tempat gambar grafiti, Junas mengatakan terdapat lima pilar. "Sekitar 10 sisi, terdapat 12 spot gambar dan sama pilar besar ini serta samping-sampingnya," imbuhnya. 

Grafiti-Khas-Malang-238f78aefe8bc8bcb.jpg

Penyelesaian grafiti Jembatan Kedungkandang itu ditarget Pemerintah Kota Malang selama dua minggu. "Sudah berjalan tiga hari. Progres nggak ada kendala. Mungkin cuma cuaca ya. Tapi kalau hujan, masih bisa pindah ya, ngerjain yang di bawah dulu gitu," ujar Junas. 

Junas mewakili para bomber berharap agar di beberapa titik  dilengkapi lampu penerangan yang dapat menyorot gambar-gambar grafiti itu. "Harapannya sih mungkin kalau tembok sudah indah, lalu disorot cahaya-cahaya yang mendukung, kayaknya kalau malam bisa dinikmati ya," kata dia. 

Dirinya juga memperingatkan kepada oknum-oknum yang sudah mengetahui banyaknya gambar grafiti agar tidak mencoret-coret grafiti yang sudah digambar para bomber.  

Topik
Grafiti khas MalangJembatan KedungkandangBomber grafiti

Berita Lainnya

Berita

Terbaru