Simpan Banyak Benda Berharga dan Pintu Terbuat Dari Gelas, Lokasi ini Diyakini Bekas Istana Nabi Sulaiman

Mar 16, 2021 10:49
Ilustrasi (Foto: YouTube Islam Populer)
Ilustrasi (Foto: YouTube Islam Populer)

INDONESIATIMES - Nabi Sulaiman merupakan nabi yang memiliki harta kekayaan melimpah. Ia juga memiliki berbagai mukjizat yang tidak dimiliki nabi lain.  

Nabi Sulaiman bisa berbicara dengan binatang, hal ini sesuai dengan firman Allah SWT yang berbunyi "Dan Sulaiman telah mewarisi Daud, dan dia berkata: "Hai manusia, kami telah diberi pengertian tentang suara burung dan kami diberi segala sesuatu. Sesungguhnya (semua) ini benar-benar suatu karunia yang nyata" (QR An-Naml:16).  

Bahkan, para jin juga patuh pada beliau. Nabi Sulaiman juga memiliki istana yang megah dan dibangun oleh manusia dan jin. Lalu, di manakah letak Istana tersebut? Berikut ulasannya dilansir melalui channel YouTube Islam Populer.

Dalam Alquran ataupun kisah Yahudi dan Nasrani, Sulaiman memiliki kerajaan yang istimewa. Istananya memiliki benda-benda berharga dan berbagai karya seni yang membuat mata terpana.

Pintu gerbangnya terbuat dari gelas, dalam Alquran disebutkan bahwa Ratu Balqis menyingkap pakaiannya karena mengira lantai itu adalah air, padahal hanyalah kaca.  

Hal ini terdapat di dalam Alquran "Dikatakan kepadanya 'Masuklah ke dalam istana', Maka, tatkala dia melihat lantai istana itu, dikiranya kolam air yang besar dan disingkapkannya kedua betisnya. Berkata Suliman, "Sesungguhnya ia adalah istana licin terbuat dari kaca'.

Berkatalah Bilqis, "Sesungguhnya aku telah berbuat zalim terhadap diriku dan aku berserah diri bersama Sulaiman kepada Allah Tuhan semesta alam." (QS An-Naml: 44). Pertemuan mereka dilakukan di Negeri Tua Saba di Yaman Selatan.  

Penelitian dilakukan pada reruntuhan mengungkapkan bahwa seorang pernah berada di kawasan ini dan hidup dalam kurun waktu 100 hingga 950 SM. Ia melakukan perjalanan ke utara Yerussalem. Istana Nabi Sulaiman disebut dengan Solomon Temple atau istana atau kuil Sulaiman. Hal ini sesuai dengan literatur bangsa Yahudi.

Istana Nabi Sulaiman AS sekarang sudah tak ada lagi alias sudah runtuh. Yang tersisa hanyalah tembok sebelah barat dari bangunan kuil ini.

Bagi orang Yahudi, bangunan ini dinamai Wailing Wall atau tembok ratapan. Selama pemerintahan hizkia perluasan tembok kota dilakukan sampai ke barat yang sekarang kita kenal dengan kota lama Yerusalem. 

Sisa peninggalan kerajaan Nabi Daud dan Nabi Sulaiman dipercaya telah ditemukan oleh seorang arkeolog Israel Eilat Mazar yang penemuannya ia umumkan pada tahun 2005 tepat pada tanggal 4 Agustus.  

Di situ juga ditemukan situs pintu gerbang dengan lengkungan setinggi 60 kaki dan dinamakan struktur batu melangkah.  

Untuk mengungkap keberadaan istana tersebut, dilakukan penggalian sampai ke Masjid Al Aqsa yang akhirnya memicu kemarahan umat Islam karena ditakutkan akan merusak bangunan masjid. Penelitian tentang istana tersebut terus dilakukan untuk mengetahui keberadaan Kerajaan Nabi Sulaiman.  

Pada Oktober 2007, sejumlah pekerja runtuhan bangunan yang diyakini sebagai kuil Nabi Sulaiman. Kuil itu ada di sebelah Masjid Al-Aqsa.

Meski bangunannya sudah tak utuh lagi, para ahli yakin masih bisa disaksikan. Di lokasi ini juga ditemukan keramik dan tembikar benda-benda terkubur selama ribuan tahun. 

Penemuan ini dianggap penting untuk mengetahui peradaban dan kemajuan yang telah dicapai manusia di masa Nabi Sulaiman. Para peneliti terus berusaha untuk melakukan pencarian situs-situs peninggalan Nabi Sulaiman yang hidup pada masa sekitar abad ke-10 SM. Yakni 989 hingga 931 SM dan Nabi Daud 1041 hingga 1971 SM.  

Istana Sulaiman merupakan lambang kekuatan, sehingga sangat berguna bagi Yahudi dalam situasi terkini di dunia internasional. Mereka yakin bahwa pondasi kuil Nabi Sulaiman ada di Masjid Al-Aqsa.  

Pembangunan kuil ini yang sangat penting bagi Yahudi sebagai pengakuan atas bangsa mereka. Namun karena sudah roboh, kuil ini tak bisa lagi dibangun kembali.  

Lalu apakah itu yang menjadi alasan Yahudi untuk mengganti Al-Aqsa menjadi kuil Nabi Sulaiman? Saat peristiwa Isra Mi'raj, Masjid Al-Aqsa masih berupa reruntuhan kuil Sulaiman yang berupa batu berongga atau Syahra. Pada 637 M, pasukan Khulafaur Rasyidin mengambil alih Yerussalem. 

Khalifah Umar Bin Khattab memerintahkan untuk membangun masjid di sisi selatan Syahra. Hal ini dilakukan supaya orang yang salat menghadap Ka'bah dan membelakangi Syahra.  Selanjutnya khalifah Umayah Abdul Malik bin Marwan pada 690 M menyempurnakan bangunan masjid dengan batas-batas wilayah sucinya.  

Kubah pun dibangun untuk menampung Syahra yang ada di tengah kompleks Masjid Al Aqha. Tahun 1099 M,  pasukan salib berhasil menduduki Yerussalem. Ksatria Templar pun menjadikan Masjid Al-Aqsa sebagai markasnya.  

Tempral pun menganggap bahwa Syahra sebagai tempat Nabi Sulaiman menyembunyikan buku sihir. Namun, Shalahuddin al-Ayyubi berhasil merebut Yerussalem. Yerussalem dalam bahasa Arab disebut al-Quds.  

Beliau berhasil mengembalikan fungsi Masjidil Aqsa pada tahun 1187 M. Pada tahun 1917 M, Inggris kembali mengambil alih wilayah Palestina dari kekalifahan Usmani. Israel berdiri sebagai negara tahun 1948. Mereka berusaha mengumpulkan bangsa Yahudi yang tercerai-berai.

Topik
Istana Nabi SulaimanNabi SulaimanRatu Bilqiskisah islamidunia islam

Berita Lainnya

Berita

Terbaru