Tak Ingin Budaya dan Kesenian Tergerus Zaman, Disdikbud Gelar Malang Got Culture Talent

Mar 09, 2021 19:32
Kepala Bidang Kebudayaan, Dr Dian Kuntari S STP M Si (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)
Kepala Bidang Kebudayaan, Dr Dian Kuntari S STP M Si (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Tak ingin budaya maupun kesenian tradisional, khususnya di Kota Malang tenggelam, segala daya dan upaya terus digiatkan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang. Upaya tersebut salah satunya dengan mengadakan lomba bertajuk Malang Got Culture Talent (MGCT).

Kepala Disdikbud Kota Malang Suwarjana melalui Kabid Kebudayaan Dian Kuntari menjelaskan, jika semakin hari budaya maupun kesenian tradisional kian tergerus dengan kemajuan dan perkembangan zaman. Karena itu, Pemkot Malang melalui Bidang Kebudayaan Disdikbud Kota Malang ingin menghidupkan dan menggelorakan budaya maupun kesenian tradisional dengan menyasar dari anak-anak hingga dewasa.

"Disesuaikan dengan empat kategori yang dilombakan. Kategori itu antara lain cipta kreasi tari tradisional, menari tari tradisional, kidungan Jula-Juli dan cover lagu menggunakan alat musik tradisional," jelasnya, Selasa (9/3/2021).

Untuk kategori menari tari tradisional, sasarannya adalah mereka anak-anak usai SD sampai SMP.  Mereka bisa mengirimkan satu grup terdiri dari tiga sampai lima siswa. Satu grup diperbolehkan bercampur antara perempuan dan berusia group dan laki-laki.

Setiap peserta wajib menarikan satu buah tari kreasi tradisional maksimal 10 menit dengan persiapan. Karya tari yang ditampilkan adalah karya tari lama atau baru bersumber dari medium tari etnik daerah setempat dikomposisikan berdasarkan tari kelompok.

Tema karya tari yang ditampilkan berkisar dari tema lokal yang berkembang dari budaya setempat. Instrumen dan kostum serta properti yang terkait dengan tampilan disediakan sendiri oleh peserta. Pakaian dianjurkan untuk menujukkan unsur keindahan dan kebudayaan tanpa menghilangkan asas kesopanan. Tidak diperkenankan untuk melakukan gerakan yang bisa ditafsirkan sebagai pornografi atau pornoaksi, maupun mengandung unsur SARA.

"Hal ini diharapkan, bisa memunculkan bibit-bibit unggul baru, di bidang kesenian menari. Untuk kriteria penilaian, fokus pada koreografi, peraga, penyajian, kreativitas, kekompakan, kelincahan, kenyamanan keluwesan, ekspresi dan performance," jelasnya.

Untuk kategori kedua, dijelaskannya adalah Cipta Kreasi Tari Tradisional. Pada kategori ini dikhususkan untuk para pemilik sanggar. Dijelaskan Dian, jika sejak awal pandemi tentunya segala macam kegiatan pada sanggar berhenti total.

"Karena itu, saat ini kita ingin mengugah mereka untuk kembali berkreasi, dan itu masuk kategori Cipta Kreasi Tari Tradisional. Kreasinya nanti yang akan dinilai, menciptakan gerakan-gerakan baru," ungkapnya.

Kemudian kategori selanjutnya adalah Kategori Kidungan Jula-Juli. Dalam kategori kidungan Jula-Juli ini diharapkan bertema tentang protokol kesehatan yang berkaitan dengan pola hidup saat ini. Dan lewat kesenian ini, menjadi sarana sosialisasi tentang protokol kesehatan.

Untuk kategori keempat, adalah cover lagu menggunakan alat musik tradisional. Di sini tentunya menyimpan sebuah tujuan, jika alat musik tradisional bisa dimanfaatkan atau dipakai dalam memainkan lagu yang kekinian dan moderen.

Sementara itu, dalam penilaian masing-masing kategori perlombaan, nantinya juga dilibatkan tim juri yang memang berkompeten pada bidangnya. Para juri didapuk dari praktisi dan akademisi bidang kesenian. Sedangkan tokoh seniman Kota Malang yang akan menjadi juri antara lain Anang Brotoseno, Bobby Nugroho, Endah Catur Lestariningdyah dan Sandy Dea.

Untuk pendaftaran, saat ini memang telah ditutup. Pendaftaran dibuka pada tanggal 17 Februari sampai 15 Maret 2021. Kemudian, dilanjutkan dengan penyerahan karya 1 sampai 7 Maret, seleksi tahap I pada tanggal 2 sampai 18 Maret, pengumuman seleksi tahap I ada 18 Maret 2021. Proses penciptaan atau take shot 20 sampai 26 Maret, seleksi tahap II dan penyangan 27 sampai 29 Maret, pengumuman pemenang pada 31 Maret.

"Untuk juara 1 pada masing-masing kategori akan mendapatkan hadiah Rp 2 juta, juara 2 Rp 1,5 juta dan juara 3 Rp 1 juta. Ada juga juara terfavorit pilihan warganet, hadiahnya Rp 1 juta," pungkasnya.

Sementara itu, untuk informasi lebih detail, mengenai mekanisme perlombaan, kunjungi akun instagram resmi Bidang Kebudayaan, yakni @kebudayaan.dikbud.kotamalang.

 

 

Topik
Disdikbud Kota Malangmalang got culture talentKesenian tradisionalkategori mgctberita kota malang

Berita Lainnya

Berita

Terbaru