Kopi Tugu Malang Perkenalkan Metode Penyaringan Melalui Buah Apel hingga Air Kelapa Muda

Mar 07, 2021 18:40
Suasana launching Tugu Kopi Malang di Batos, Kota Batu, Minggu (7/3/2021) (foto: Mariano Gale)
Suasana launching Tugu Kopi Malang di Batos, Kota Batu, Minggu (7/3/2021) (foto: Mariano Gale)

BATUTIMES - Kopi Tugu Malang yang baru launching pada Minggu (7/3/2021) di lantai 1 Batos, Kota Batu,  tidak hanya sekedar membuka outlet kopi saja. Namun, Kopi Tugu Malang ini memperkenalkan berbagai jenis kopi dan metode yang berbeda dengan kopi lainya.

Hal ini dibuktikan saat Malang Times berkunjung ke outlet Kopi Tugu Malang. Pemandangan awal, kita diperlihatkan toples  berisikan berbagai jenis kopi yang ditaruh berjejer di depan outlet. Jenis kopi yang digunakan menggunakan kopi Dampit, kopi Arjuna, dan kopi kawah Ijen.

Selain itu, ada lukisan mural yang menjelaskan terkait proses pemilihan, pemilahan, dan penyulingan kopi secara baik.

Founder Kopi Tugu Arie Aripin mengatakan, edukasi ini perlu bagi para pengunjung yang hendak berkunjung ke Tugu Kopi Malang ini. "Jadi pengunjung tidak hanya nongkrong ngopi saja. Tetapi pengunjung diperlihatkan bagaimana proses pemilihan, pemilahan, dan penyulingan kopi secara baik. Begitu edukasinya," ujarnya.

Menariknya, Kopi Tugu Malang memiliki menu kopi yang unik dan ada history tersendiri. Metode pertama, yakni menu kopi apel batu. Kopi apel batu ini sendiri, proses penyaringannya dengan menggunakan buah apel.

"Jadi kopi apel batu ini, kita melakukan penyaringan dengan buah apel. Buah apel itu kita bolongi di tengah. Metode ini ada historynya, karena dulu Kendedes minum kopi yang disaring dengan buah apel dulu," ujarnya.

Menu kedua, yakni kopi malam jumat (kopjum). Kopi ini, menggunakan air kelapa muda. Menurut history, kopi kelapa muda ini biasa diminum oleh Prabu Brawijaya.

"Jadi setiap menu ada khasiat kesehatanya," ujarnya.

Tidak hanya itu, pengunjung juga bisa memesan menu melalui barcode yang tertempel di masing-masing meja.

Lanjutnya, dengan mendirikan outlet kopi sejak 4 tahun lalu ini, berawal sebagai penikmat dan pecinta kopi. Ia telah mendirikan tujuh outlet. Di Jakarta ada 4 outlet, Solo 1 outlet, Malang 1 outlet, Semarang 1 outlet, dan Batu 1 outlet.

"Saya berharap agar kalangan anak muda, mampu berkreatif membuka usaha di masa pandemi ini," ujarnya.

Dengan harapannya itu, Arie membuka kesempatan para pelajar tingkat SMA maupun SMK untuk bersama Tugu Kopi Malang. "Jadi kita membuka kesempatan untuk para pelajar tingkat SMA dan SMK belajar sebagai bartender di sini. Tidak ada biaya alias gratis," ujarnya.

Tidak hanya menu kopi saja, Tugu Kopi Malang juga menyajikan menu makanan. Mulai dari salad, ayam geprek, dan ayam rica sambal mata.

Topik
kopi tugu malang

Berita Lainnya

Berita

Terbaru