Dalam Webinar, Dekan FEB Unisma Kuak Peluang dan Tantangan Pasar Modal Era Disrupsi

Mar 02, 2021 17:02
Dekan FEB Unisma, Nur Diana SE MSi saat akan memotong tumpeng memperingati usia Galeri Investasi BEI Unisma yang genap lima tahun (Ist)
Dekan FEB Unisma, Nur Diana SE MSi saat akan memotong tumpeng memperingati usia Galeri Investasi BEI Unisma yang genap lima tahun (Ist)

MALANGTIMES - Tema Peluang dan Tantangan  Investasi Pasar Modal di Era Disrupsi, menjadi tema dalam webinar nasional Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Islam Malang (Unisma), Selasa (2/3/2021). 

Seminar nasional itu diselenggarakan memperingati genap 5 tahun usia Galeri Investasi Bursa Efek Indonesia (BEI).

Nur Diana SE MSi, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unisma dalam sambutannya mengatakan, apresiasi atas peringatan 5 tahun Anniversisary Galeri Investasi BEI FEB Unisma.

"Alhamdulillah banyak bermanfaat untuk sarana edukasi, sosialisasi pasar modal kepada mahasiswa maupun masyarakat melalui berbagai kegiatan seminar nasional, sekolah pasar modal, klinik, Goes to School, Goes to pesantren," jelasnya dalam kegiatan yang diadakan di K.H Abdurahman Wahid Hall Gedung Pasca Sarjana Lantai 7.

Keberadaan pasar modal di Indonesia merupakan salah satu faktor penting dalam pembangunan perekonomian nasional. Terbukti telah banyak industri dan perusahaan yang menggunakan institusi ini sebagai media untuk menyerap investasi dan media untuk memperkuat posisi keuangannya.

"Secara faktual, pasar modal telah menjadi pusat saraf finansial (financial nerve centre) pada dunia ekonomi modern dewasa ini. Bahkan perekonomian modern tidak mungkin dapat eksis tanpa adanya pasar modal yang tangguh dan berdaya saing global serta terorganisir dengan baik" jelasnya.

Sebagai sarana investasi pasar modal telah menghadapi berbagai tantangan era Disrupsi. Tantangan tersebut diantaranya, perkembangan teknologi yang demikian cepat dan masif era teknologi 4.0, di mana telah mendobrak  kemapanan kinerja berbagai bisnis yang masih berjalan konvensional. Hal itu tak terkecuali di industri jasa keuangan dan pasar modal nasional.

" Apalagi, dengan kemajuan saat ini, kemunculan bisnis perdagangan berbasis elektronik dan aplikasi (e-commerce) serta pesatnya perkembangan layanan finansial teknologi (fintech) membuat akses masyarakat berinvestasi pasar modal semakin mudah dan cepat," terangnya.

Tantangan pasar modal ke depan juga muncul dipicu adanya faktor sentimen global dan regional seperti ketegangan geopolitik, penanganan pandemi Covid-19, hingga proses pemulihan ekonomi di sejumlah negara yang sudah mengalami resesi.

Diusia yang genap 5 tahun, Nur Diana juga menyampaikan, sejumlah prestasi membanggakan yang telah dicapai Galeri Investasi BEI Unisma. Prestasi itu seperti, Galeri Investasi BEI Unisma telah meraih 10 besar kompetisi 10 DC yang digelar Bursa Efek Indonesia tahun 2019. Bahkan, sela masa pandemi 2020, peringkat 1 berturut-turut diraih dalam K10DC periode 2, periode 4 serta 10 besar pada periode 3.

Dalam kegiatan itu, Galeri Investasi Unisma mengundang narasumber berkompeten di bidangnya. Yaitu, Lutfi Zain Fuady Kepala Dewan Pengawasan Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Hasan Fawzi Direktur Pengembangan PT Bursa Efek Indonesia, Muhammad Bayu Adiputro Kusuma Utomo Head of Market Development PT Indopremiere Sekuritas) dan Drs Imam Subekti Praktisi dan Pengamat Pasar Modal.

 

 

 

 

 

Topik
Universitas Islam Malang (Unisma)Galeri Investasi Bursa Efek Indonesiadekan fe dan bisnis unismaEra disrupsi
Townhouse-The-Kalindra-foto-The-Kalindra-P80c5928dba440a88.jpg

Berita Lainnya

Berita

Terbaru