Alumni Unisma Jadi Sutradara Film Super Santri - Konspirasi Menguasai Negeri

Mar 01, 2021 14:28
Rektor Unisma Prof Dr Maskuri MSi menunjukkan naskah script film Super Santri dan sosok sutradara film Super Santri Imam Pituduh. (Foto: Anggara Sudiongko/MalangTIMES)
Rektor Unisma Prof Dr Maskuri MSi menunjukkan naskah script film Super Santri dan sosok sutradara film Super Santri Imam Pituduh. (Foto: Anggara Sudiongko/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Satu kebanggaan bagi Universitas Islam Malang (Unisma). Salah satu alumninya, yakni Imam Pituduh, menjadi sutradara dalam film aksi dan drama berjudul "Super Santri - Konspirasi Menguasai Negeri" yang diunggah pada Channel YouTube NU Channel.

Film yang tayang perdana di channel YouTube NU Channel kemarin (18/2/2021) itu  hingga saat ini telah dibanjiri puluhan ribu views dalam rentang waktu beberapa jam saja.

Rektor Unisma Prof Dr Maskuri MSi mengatakan, memang Imam Pituduh merupakan alumni Unisma. Ia merupakan mahasiswa angkatan 1995 dan menempuh studi pada Fakultas Hukum. Selama perkuliahan, ia dikenal merupakan sosok yang aktif dalam organisasi kemahasiswaan mauapun di luar kampus.

"Kemarin ada film yang di-launching oleh Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU) melalui karya nyata yang dihasilkan alumni Unisma. Imam dulu di Fakultas Hukum. Dia aktivis, peneliti dan aktif di LSM juga. Sekarang wakil sekjen Nahdlatul Ulama (NU)," jelasnya, Senin (1/3/2021).

Karya monumental NU Channel dan gagasannya yang diwujudkan dalam sebuah film Super Santri - Konspirasi Menguasai Negeri merupakan film yang atraktif dan sangat menginspirasi banyak orang. Tentunya hal ini, selain karena kreativitas dan kecerdasan sosok Imam sebagai sutradara, juga tak lepas dari pendidikan entrepreneur di Unisma.

Hal itu juga sesuai denga. Misi  Unisma untuk menghasilkan seorang lulusan yang punya kemandirian, menginspirasi, berjiwa pengusaha, kreatif, dan selalu produktif di mana pun berada. "Beliau alumni yang kami banggakan. Banyak menginspirasi masyarakat luas," ungkap rektor.

Film yang disutradarai Imam Pituduh itu tidak hanya sekadar film biasa. Film ini memiliki makna pesan mendalam dalam kehidupan. Jiwa seorang santri adalah jiwa kemandirian dan jiwa tanggung jawab akan apa yang telah diajarkan seorang kiai, baik moral maupun amalan. Film ini merupakan film dakwah dalam membela kaum yang lemah, dakwah untuk berdikari, dan dakwah dalam membangun umat.

"Dengan film ini, Indonesia terjaga. Santri jadi pemuda yang tak bisa diabaikan. Dengan kesederhanaan, tawaduk, pejuang dan support spiritualnya menjadi hal penting dalam berbagai sisi kehidupan," papar Masykuri.

Nantinya, Unisma  berencana mengundang sososk Imam Pituduh. Pihaknya kini telah bersiap memberikan sebuah penghargaan terhadap yang bersangkutan serta diharapkan mampu menularkan pengalaman yang dimiliki kepada alumni lainnya.

“Nonton bareng film juga akan direncanakan. Informasinya juga film ini nantinya jug akan berlanjut,' kata Masykuri.

Sementara itu, film tersebut turut serta mengajak orang-orang penting untuk tampil. Antara lain, Gus Helmy Faishal, Gus Miftah, Gus Yusuf Chudlori, West Alkorni, Risa Billah, Maulana Hasanudin, Fahmiyah, Johan, Ainun Koriah, Zidane, Alamsyah, Qori.

Film tersebut berkisah soal kepahlawanan superhero santri yang berbakti untuk negeri, menolong yang lemah, membela yang benar dan melawan segala bentuk kejahatan. Film itu menggambarkan kisah heroisme yang mengetengahkan keberanian santri putra dan santri putri (Kang San dan Ning Tri) yang memiliki kesalehan sosial dan kesalehan spiritual tinggi, penuh dengan kejenakaan serta mengandung muatan kritik sosial yang konstruktif, aksi laga yang dibungkus dengan pendekatan tradisi budaya pesantren yang agung dan nilai-nilai sufistik.

Cerita fiksi yang mengambil latar belakang kisah-kisah santri dan pesantren ini disarikan dari legenda-legenda para kiai dan ulama Nusantara yang memiliki kesaktian dan karomah yang luar biasa  sehingga  dapat membantu masyarakat, bangsa, dan negara.

Superhero santri diceritakan dalam nalar millenial dan dengan format fiksi, serta menggunakan blend of language perpaduan antara bahasa spiritual, bahasa digital dan bahasa gaul anak-anak zaman now. Demikian halnya cerita Super Santri, memadukan antara teknologi, humanity, dan spirituality yang diracik dalam kisah yang menarik dan unik.

Superhero santri berupaya mempromosikan seni dan budaya ke Indonesiaan. Terutama dalam penggunaan food, fashion, musik, martial art, traditional weapon dan traditional dance. Super hero santri mengedepankan pembelajaran tentang akhlak, welas asih, tata krama ketimuran, kesederhanaan, kemandirian dan toleransi disamping menonjolkan keberanian dan kegigihan santri putra dan santri putri.

Dalam menjalankan misinya, Super Hero Santri (Super Santri) berhadapan dengan Super Criminal Syndicate (Super Bandit) yang telah menguasai jalur digital, ekonomi, jalur sosial, politik dan keamanan. Mereka sering berhadapan dan berbenturan dalam adu kekuatan fisik, teknologi maupun spiritual. 

Super Hero Santri adalah sekawanan santri putra dan santri putri yang terdiri dari Kang San dan Ning Tri (lemeran utama atau protagonis), yang memiliki sahabat bernama Cak NU (sahabat Kang San ahli IT) dan Teh Sae (sahabat Ning Tri).

Sementara Super Criminal Syndicate/The Bandit terdiri dari Jadug Sakti dan Ratu Geni (antagonis) yang memiliki anak buah utama seorang heaker (Si Mager), Preman (Om DOM) dan seorang pemimpin sosial (Bu Menteri).

Para Super Santri dan Super Criminal masing masing memiliki guru spiritual. Super Santri memiliki guru Kiai Langit. Sedangkan  Super Criminal atau The Bandit memiliki guru Ki Jagad. Sementara ada seorang dipercaya dan selalu dipengaruhi oleh super santri dan The bandit adalah Sultan (pemimpin negeri atau tokoh tritagonis).

 

Topik
unisma malangFilm berkisah santri

Berita Lainnya

Berita

Terbaru