Mengenal Cokelat Nusantara ala Modcco di Kota Batu, Ini Jenis yang Cocok untuk Diet

Feb 27, 2021 14:43
Jenis macam-macam coklat dengan bahan baku kakao Nusantara di Moodco, Jalan Sultan Agung, Kota Batu, Sabtu (27/2/2021) (foto: Mariano Gale)
Jenis macam-macam coklat dengan bahan baku kakao Nusantara di Moodco, Jalan Sultan Agung, Kota Batu, Sabtu (27/2/2021) (foto: Mariano Gale)

BATUTIMES - Moodco produsen sekaligus pengolah biji kakao menjadi cokelat, kini hadir di Kota Batu. Terletak di Jalan Sultan Agung, Kota Batu, Moodco menyajikan 15 varian produk cokelat. Olahan cokelat murni Moodco ini sangat cocok buat kamu para pencinta cokelat.

Untuk diketahui, Indonesia memiliki beberapa daerah penghasil kakao. Di antaranya, Sulawesi, Sumatera Barat, Lampung, Aceh, Sumatera Utara, Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), Bali, dan beberapa daerah lainnya. Sayangnya, kekayaan bahan baku di Indonesia ini, belum diolah secara maksimal.

Tidak banyak yang mengolahnya untuk bisa bersaing dengan produk luar. Kondisi itu juga diperparah dengan banyaknya anggapan bahwa mengonsumsi cokelat dapat berdampak buruk bagi tubuh.

Kondisi seperti itulah yang membuat Moodco untuk mengolah bahan baku cokelat yang murni dari berbagai daerah di Indonesia. Direktur PT Kakao Bhineka Indonesia, Merry Sujiati menjelaskan, olahan produk cokelat Moodco ini diambil dari para petani kakao di Indonesia. Seperti Gunung Kidul, Aceh, Sulawesi, Papua, Bali dan beberapa daerah lainnya.

Proses pengambilan dari para petani pun harus kakao yang sudah melalui tahap fragmentasi. Karena jika tidak fragmentasi, aroma dan rasa cokelat pun sangat berbeda. "Nah proses awal fragmentasi ini sangat penting bagi cita rasa ketika menjadi cokelat nanti. Apabila kakao yang kita ambil tidak melalui tahap fragmentasi, rasanya getir," ujarnya saat ditemui Malang Times di Toko Moodco, Sabtu (27/2/2021).

Variasi Cokelat Hingga Manfaat bagi Tubuh

Moodco sendiri mengeluarkan variasi cokelat dengan citarasa berbagai khas Nusantara. Moodco memproduksi cokelat dan mengambil bahan baku kakao ini dari berbagai petani. Di antaranya, Aceh, Bali, Jawa Timur, Gunung Kidul, Kalimantan, Sulawesi, Papua, dan Lampung.

Malang Times pun mencoba tujuh varian cokelat yang diproduksi oleh Moodco. Sambil mencicipi, Merry memberikan edukasi satu persatu pada ketujuh cokelat itu.

Pertama, cokelat Arai. Kata Arai sendiri diambil dari Kalimantan. Yang artinya sehat. Rasa dari cokelat Arai terbilang pas. Dengan kadar cokelat 43 persen dan menggunakan bahan gula aren.

Kedua, cokelat Idi Cara'de. Kata tersebut dari ambil dari Sulawesi. Yang artinya Kita Pintar. Rasanya pun pahit. Dengan kadar cokelat 40 persen dan tanpa gula. Cokelat ini dikhususkan bagi penikmat cokelat yang sedang diet.

Ketiga, cokelat standar dengan kadar cokelat 57 persen. 

Keempat, cokelat dengan rasa kopi moka bruna. Saat dirasakan, cokelat ini lebih cocok bagi para penikmat kopi. Karena cokelat ini digabungkan dengan cita rasa kopi moka asli.

Kelima, cokelat celebes dari Sulawasi. Rasanya pun lebih pahit dari cokelat Idi Cara'de. Dengan kadar cokelat 100 persen dan tanpa gula, cokelat ini cocok bagi penikmat cokelat yang sedang diet.

Keenam, white chocolate. Dengan kadar cokelat 36 persen dan kadar gula kelapa 25 persen. Rasanya pun nikmat hampir sama dengan cokelat pada umumnya.

Ketujuh, cokelat Out of the box. Cokelat ini berbahan baku kakao dari Bali. Rasanya pun sama pahitnya dengan cokelat Idi Cara'de dan Celebes. Manfaatnya pun sama untuk diet.

"Dari ketujuh cokelat itu sangat baik bagi kesehatan tubuh kita. Apalagi cokelat pahit dengan kadar cokelat 100 persen itu lah yang sangat berguna bagi kesehatan jantung kita. Kita juga memproduksi cokelat dengan alat standar Eropa. Maka dari itu, sebetulnya Indonesia memiliki bahan baku cokelat yang berkualitas, hanya saja alatnya tidak mumpuni," jelasnya.

Edukasi coklat

Beberapa dokter mengatakan mengonsumsi cokelat sangat bagus untuk jantung. CEO PT Kakao Bhineka Indonesia, Maya Sisilia menjelaskan, Moodco yang dirilis pada 1 Agustus 2020 ini mendirikan produksi cokelat dengan misi mencerdaskan bangsa. Sebab, banyak yang beranggapan cokelat ini sangat berpengaruh buruk bagi kesehatan. Seperti bikin gemuk, diabet dan kemanisan.

Kebanyakan cokelat yang kita ketahui bukan real cokelat. Namun nyatanya permen cokelat. Permen cokelat sendiri hanya aksesoris dengan kadar gula tinggi. Sedangkan kadar cokelat sangat sedikit atau bisa dibilang sebagai aksesoris saja.

"Hal itu, kebanyakan para produksi cokelat lainnya mengikuti pasar yang ada. Dikarenakan jika membuat cokelat original sangat mahal. Lantas mereka menggantinya dengan bahan lain. Seperti lemak nabati. Warna cokelatnya pun bukan 100 persen dari biji kakao. Melainkan kualitasnya jauh di bawah standar. Bisa dikatakan ampas. Hal itu karena faktor ekonomi dan pasar," jelasnya.

Maya berharap dengan edukasi ini bisa mencerdaskan bangsa terkait cokelat dan tidak tertinggal dengan negara lain. Serta sadar akan mengetahui komposisi cokelat.

"Perbedaan dengan cokelat produk Moodco 100 persen dari biji kakao lokal Indonesia. Dan manisnya pun dari gula kelapa dan aren. Karena indeks glikemiknya rendah dan metabolisme tubuh menjadi stabil," ujarnya.

Topik
moodcomerry sujiatiBerita Batumanfaat cokelatCokelat
Townhouse-The-Kalindra-foto-The-Kalindra-P80c5928dba440a88.jpg

Berita Lainnya

Berita

Terbaru