Sempat Bikin Geger, Begini Penjelasan TACB Kota Malang Terkait Bangunan di Perempatan Rajabali yang Dibenahi

Feb 26, 2021 16:43
Struktur bangunan di perempatan Rajabali yang tengah dipersiapkan untuk restoran berkonsep heritage, Jumat (26/2/2021). (Foto: Tubagus Achmad/MalangTIMES) 
Struktur bangunan di perempatan Rajabali yang tengah dipersiapkan untuk restoran berkonsep heritage, Jumat (26/2/2021). (Foto: Tubagus Achmad/MalangTIMES) 

MALANGTIMES - Bangunan bekas toko donat yang sekarang menjadi sebuah tempat koperasi di kawasan Kayutangan atau tepatnya di perempatan Rajabali, beberapa hari terakhir diinformasikan dibongkar. 

Namun berdasarkan penjelasan dari Sekretaris TACB (Tim Ahli Cagar Budaya) Kota Malang Agung Buana, bahwa bangunan tersebut dalam tahap peremajaan untuk dialihfungsikan sebagai sebuah restoran bernuansa heritage. 

"Aku penasaran, makanya kemarin masuk ke sana. Jadi yang tak masukin itu yang bekasnya Dunkin Donuts. Itu depannya dibuat Kospin (Koperasi Simpan Pinjam). Terus yang sisanya Kospin itu kosong dipakai untuk Restoran Heritage sampai lantai atas," jelasnya ketika dihubungi pewarta, Jumat (26/2/2021). 

Menurut pria yang akrab disapa Agung ini bahwa bangunan heritage di Rajabali yang berada di posisi utara tersebut tidak diubah. Hal itu dinyatakan ketika dirinya bersama TACB Kota Malang usai melihat secara langsung ke dalam bangunan ketika masih dalam proses perapihan atau peremajaan bangunan. 

"Kalau menurut saya konsep bangunan tetap. Struktur bagunan juga tetap. Catnya juga putih. Kalau aku baca itu kan ada rollingdoor, itu kan dari dulu ya rollingdoor-an," terangnya. 

Agung menambahkan, bahwa saat bertemu dengan orang-orang yang sedang merapikan dan melakukan peremajaan, restoran bernuansa heritage tersebut akan dibuat seperti Restoran Majapahit di Surabaya. 

"Malah aku kemarin tanya, itu mau dibuat seperti Restoran Majapahit yang ada di Surabaya itu. Kan apik (bagus; red) itu," katanya. 

Lebih lanjut, Agung pun mengatakan bahwa yang dimaksud informasi sebelumnya terkait pembongkaran kurang tepat. "Kalau pembongkaran itu seolah-olah kan ambruk ya. Saya lihat tiap hari disitu juga nggak ada masalah. Cuma konsep bangunannya tetap," imbuhnya. 

Malahan, disampaikan Agung bahwa dirinya bersama TACB menemukan beberapa barang-barang kuno yang menarik seperti brangkas kuno, sirkulasi udara dan beberapa tempat lainnya. 

"Ada brankas tahun 1900 awal itu ada 4 buah. Nemu lagi sistem sirkulasi udara. Itu bagus model pakai terowongan. Saya kemarin juga lihat ada dua ruang tersembunyi (bungker, red) yang ditemukan," jelasnya. 

Beberapa barang-barang kuno tersebut tidak diubah atau dipindahkan. Karena kondisinya yang sudah kuno, memiliki nilai sejarah yang kuat dan juga berat. 

Sementara itu, Agung juga menjelaskan bahwa dalam peraturan daerah dan undang-undang pun juga sudah jelas bahwa jika sebuah bangunan cagar budaya harus dipertahankan dan dilindungi keaslian bangunannya. 

Jika status bangunan tersebut ODCB (Objek Diduga Cagar Budaya), lanjut Agung, maka juga harus memperhatikan beberapa hal jangan sampai bangunan tersebut secara struktur dan lainnya terganggu. Terganggu dalam artian seperti rusak atau dirusak. 

"Sekarang yang saya lihat kemarin ada upaya perubahan fungsi. Mungkin kalau yang dulu sebagai toko, sekarang mau difungsikan sebagai restoran. Dan didalam undang-undang maupun perda, perubahan fungsi masih diperbolehkan," tambahnya. 

Lanjut Agung, semua pihak juga telah mengetahui bahwa perawatan bangunan kuno itu membutuhkan biaya yang cukup mahal dan tidak mudah. Maka perlu nilai tambah yang bisa dipergunakan oleh pemilik bangunan untuk memelihara bangunan yang dianggap bersejarah tersebut. 

"Dan yang paling penting lagi, bahwa bangunan sekarang ini yang berada di Jalan Kayutangan mestinya mempertahankan nuansa heritage yang berada di Kawasan Heritage," tandasnya. 

Topik
perempatan RajabaliKawasan HeritageKota Malang

Berita Lainnya

Berita

Terbaru