Di Kanada, Kini Ada Vaughan, Kota yang 90 Persennya adalah Muslim

Feb 19, 2021 09:11
Kanada (Foto: Voice of Indonesia)
Kanada (Foto: Voice of Indonesia)

INDONESIATIMES - Perkembangan dunia Islam di Benua Eropa memang tak perlu dipungkiri lagi. Salah satunya yakni terdapat sebuah Kota Muslim di kawasan Amerika Utara, Kanada.

Melansir melalui tayangan YouTube Dakwah Harian TV, kota Muslim tersebut yakni Vaughan.  Vaughan sendiri merupakan kota kecil sebelah utara Toronto ibu kota Kanada.  

Di kawasan itu terdapat Perkampungan Muslim bernama Peace Village.  Peace Village terkenal di dunia karena mayoritas penduduknya beragama Islam.  

Perkampungan itu pun lebih dikenal sebagai "perkampungan Muslim" oleh masyarakat Kanada. Meskipun demikian, masyarakat non muslim di sana merasa aman dan nyaman hidup berdampingan dengan masyarakat Muslim tersebut.  

Namun siapa sangka, kawasan itu sebelumnya pernah di cap negatif oleh orang-orang barat. Hingga akhirnya, penduduk setempat bisa membuktikan jika Islam Ramhatan Lil Alamin.  

Lantas bagaimana sejarah terbentuknya Peace Village atau perkampungan perdamaian itu? Hal ini bermula dari kedatangan seorang Muslim bernama Karam Din ke daerah tersebut pada tahun 1923. Karam Din datang ke kota kecil itu untuk urusan pekerjaannya.  

Kemudian seiring berjalannya waktu, beberapa keluarga Muslim pun mulai berdatangan ke daerah tersebut sehingga terbentuklah komunitas kecil Muslim di Vaughan. Pada tahun 1985, komunitas Muslim tersebut memutuskan untuk membeli tanah seluas 25 hektar yang berlokasi di pedesaan, jauh dari kota  yang mana daerah tersebut dikelilingi oleh lahan pertanian.  

Hingga akhirnya pada tahun 1992, mereka berhasil menyelesaikan pembangunan sebuah masjid yang cukup megah, dikenal dengan nama Masjid Baitul Islam. Salah satu faktor penting dalam sejarah terbentuknya “Peace Village” adalah ketika Pemerintah Canada pada waktu itu mengubah peruntukan kawasan tersebut yang pada mulanya untuk kawasan pertanian diubah menjadi kawasan pemukiman penduduk.  

Pembangunan pemukiman untuk masyarakat umum pun mulai dikerjakan. Komunitas Muslim yang memang telah menetap di daerah tersebut terlebih dahulu juga memutuskan untuk membeli lagi 50 hektar tanah yang akan dibangun  perumahan bagi Muslim yang menghendaki untuk tinggal di daerah itu.

Awal mulanya, timbul kekhawatiran dan kecemasan masyarakat Non Muslim Kanada tentang apa yang telah direncanakan oleh komunitas Muslim tersebut. Mereka menuduh Muslim menghendaki untuk membangun seperti layaknya“ghetto” (pemukiman Yahudi) yang ekslusif dan tertutup di Kanada.

Isu-isu miring pun mulai merebak di tengah masyarakat Kanada. Perkampungan Muslim di daerah tersebut mulai menjadi sorotan publik dan media massa. Bahkan berita ini santer dibicarakan publik di Eropa. 

Salah satu serangan dan fitnah datang dari surat kabar Perancis, Le Figaro yang menggambarkan “Peace Village” sebagai pemukiman Muslim yang eksklusif dengan masyarakatnya yang berpendidikan rendah dan pengekangan terhadap kaum wanitanya.  

Ternyata semua yang terjadi memiliki hikmah yang besar terhadap komunitas Muslim disana, karena mulai berdatangan permintaan wawancara dari berbagai media di Kanada. Alhasil, mereka pun dapat menjelaskan kepada publik mengenai ajaran Islam yang “Rahmatul Lil ‘Alamiin”, Islam yang damai dan penuh kasih sayang dan bagaimana ajaran Nabi Muhammad (saw) tentang toleransi serta sikap Muslim dalam berinteraksi sosial dengan masyarakat non Muslim.

Berbagai media massa di Eropa pun mengirimkan para jurnalisnya untuk meninjau langsung perkampungan Muslim itu. Pada akhirnya mereka mengakui bahwa apa yang mereka lihat dan saksikan dengan mata kepalanya sendiri jauh berbeda dengan isu negative yang beredar selama ini.  

Berbagai media massa pun menuliskan reportasenya tentang “Peace Village” dengan mengungkapkan bahwa ini adalah perkampungan modern dengan masyarakat Muslimnya yang intelek, berkarakter damai dan penuh kasih. 

Itulah gambaran ajaran Islam yang sebenarnya yang dapat dilihat langsung secara praktikal dari karakter Muslim yang tinggal di perkampungan itu.  

Pemberitaan mengenai “Peace Village” pun berbalik 180 derajat, sehingga media massa pun mulai menayangkan berita-berita positif mengenai perkampungan itu.

Komunitas Muslim tersebut sedang terus melanjutkan pembangunan untuk mewujudkan “Peace Village” yang dapat menjadi representasi dari Islam itu sendiri. Proyek pembangunan untuk 260 rumah pun sedang digarap dan dalam tahap penyelesaian. 

Pengembangan dan penyempurnaan “Peace Village” sebagai perkampungan Muslim yang ideal sedang terus dilakukan. Publik bisa melihat dan menilai secara langsung apa itu ajaran Islam dari perilaku dan kebiasaan masyarakat Muslim di daerah itu. 

Dan ini akan menjadi sarana dakwah Islam yang sangat efektif di dunia Barat. Itulah salah satu dari sekian banyak sumbangsih Komunitas Muslim tersebut yang lebih dikenal dengan Ahmadiyya Muslim Community (Jama’ah Muslim Ahmadiyah) dalam upaya dakwah Islam globalnya.

Topik
Amerika Serikatkota muslimkanada

Berita Lainnya

Berita

Terbaru