Telah Ditemukan Jasad Nabi, Begini Bentuk dan Rupanya

Feb 16, 2021 11:17
Ilustrasi (Foto: dasarpenurut.web.app)
Ilustrasi (Foto: dasarpenurut.web.app)

INDONESIATIMES- Dari ribuan nabi yang diturunkan Allah SWT, terdapat salah satu nabi yang kisahnya cukup menarik. Nabi yang dimaksud ialah Nabi Daniel As.  

Nabi Daniel merupakan seorang nabi yang diutus di kalangan bani Israel. Melansir melalui tayangan video di channel YouTube Lensa Aswaja, dikisahkan jika Sayyidina Umar bin Khattab menyembunyikan jasad Nabi Daniel dari manusia.  

Bahkan tidak ada yang mengetahui kecuali hanya 2 orang saja. Lantas apa alasan Umar bin Khattab menyembunyikan jasad Nabi Daniel?  

Jasad Nabi Daniel ditemukan oleh sahabat Abu Musa Al-Asy'ariy. Jasad itu ditemukan saat Abu Musa berjihad melawan bangsa Tarta di daerah Hurmuzan.

Jasad Nabi Daniel ditemukan di baitul mal Hurmuzan. Penduduk Hurmuzan lantas menjelaskan jika jasad tersebut telah meninggal 300 tahun lalu.  

Akan tetapi jasad Nabi Daniel itu masih utuh dan tidak membusuk sedikit pun. Kulitnya bersih dan hidungnya mancung.  

Lalu Abu Musa mengirim sebuah surat kepada Umar bin Khattab sebagai khalifah saat itu. Umar bin Khattab lantas menjelaskan jika itu merupakan jasad Nabi Daniel.  

Ia lantas memerintahkan kepada Abu Musa untuk menyembunyikan kuburannya. Diriwayatkan Ibu Abi Syaibah dengan sanad dari sahabat sayyidina Anas "Tatkala mereka (Abu Musa Al-Asy'Ariy) menaklukan tustur, mereka menemukan jasad seseorang yang "Hidungnya panjang".  

Penduduk Hurmuzan ber-isti'anah (minta bantuan), dan meminta hujan dengan perantara jasad tersebut. Kemudian, Abu Musa segera menulis surat kepada Umar bin Khattan.  

Ummar pun segera membalas surat itu. "Sesungguhnya ini (jasad tersebut) adalah nabi di antara para nabi. Api tidak akan membakar jasad para Nabi dan bumi tidak akan merusaknya. Hendaklah engkau dan salah seorang sahabatmu menguburkannya di tempat yang tidak ada serorang pun yang mengetahuinya kecuali kalian berdua’. Kemudian aku dan Abu Musa pergi untuk menguburkannya.” (HR. Ibnu Abi Syaibah (4/7) dengan sanad shahih).

Cara menyembunyikan kubur Nabi Daniel yakni dengan cara para sahabat mengali 13 lubang kuburan di sungai (airnya dibendung sementara) lalu menguburkannya pada salah satu lubang di malam hari sehingga tidak ada yang mengetahui di mana kubur beliau.

Diriwayatkan Al-Baihaqy dalam Dala-ilun Nubuwwah, “Dari Khalid  bin Dinar dari Abu ‘Aliyah, “Aku berkata kepada Abu Aliyah, ‘Apa yang kalian lakukan pada jasad nabi tersebut?’. Abu ‘Aliyah berkata, kami menggali di sungai (airnya dibendung sementara) sebanyak 13 lubang kubur yang terpisah-pisah. Pada saat malam hari, kami menguburkannya dan kami ratakan semua kubur tersebut agar manusia tidak mengetahui dan tidak menggalinya kembali.”

Dari ahli sejarah Ibnu Katsir juga menjelaskan bahwa jasad tersebut adalah Nabi Daniel karena bisa diperkirakan dari waktu kematiannya dan kabar mengenai kapan masa hidupnya.

Demikian juga dikatakan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah menjelaskan bahwa Umar bin Khattab menulis surat kepada Abu Musa dan Umar berkata,

“Pada siang hari, gali lah 13 lubang kubur, kemudian kuburkan lah pada malam hari pada salah satu lubang tersebut, sembunyikan kuburnya agar tidak menjadi fitnah (disembah-sembah dan dikeramatkan) oleh manusia.”

Berkenaan dengan kisah Nabi Daniel ini, yang jasadnya dikramatkan oleh manusia. Sehingga Umar menyembunyikan kuburnya, demi mencegah terjadinya perbuatan syirik di antara manusia saat itu. Maka hal tersebut sepertinya yang dibahas dalam pelajaran Tauhid.  

Yakni bagaimana setan memiliki trik/cara yang "cukup pintar", agar manusia terjerumus dalam kesyirikan. Setan memanfaatkan sikap berlebih-lebihan ini yaitu terlalu berlebihan mengkultuskan.  Atau memuji berlebihan sampai ke taraf hak-hak ketuhanan.  

Kisah Nabi Daniel

Suatu hari Raja Babilonia, Nebukadnezar bermimpi melihat sebuah patung raksasa. Patung itu berkepala emas, lengannya dari perak, tubuhnya dari tembaga, dan kakinya dari besi. Namun patung itu hancur berserakan hanya karena sebuah batu. Sang raja pun penasaran dengan mimpinya itu. 

Ia lalu mencari para penafsir mimpi di seluruh penjuru negeri. Sayangnya tak ada satu pun yang bisa menafsirkannya. Singkat cerita, ia mengetahui seorang pemuda bernama Daniel yang pandai menafsirkan mimpi. Dibawalah sang nabi ke hadapan raja.

Nabi Daniel lalu mencoba menafsirkan mimpi tersebut bahwasanya patung itu merupakan tanda penguasa yang akan silih berganti. Emas merupakan Babilonia yang kemudian akan hancur digantikan Kerajaan Persia sebagai perak, lalu Kerajaan Yunani sebagai tembaga, dan Kekaisaran Romawi sebagai besi. Namun seluruh penguasa itu akan berakhir dengan kehancuran.

Jawaban Nabi Daniel memuaskan sang raja. Ia kemudian diangkat sebagai penasihat kerajaan. Namun kecerdasan Nabi Daniel justru membuat perangkat kerajaan merasa iri dan dengki.

Mereka pun membuat beragam fitnah tentang Nabi Daniel. Raja dipengaruhi agar mempercayai fitnah itu dan membenci penasihatnya. Makar itu pun berhasil, Nabi Daniel dihadapkan pada hukuman raja.

Sebuah lubang besar dibuat para pengawal kerajaan. Terdapat 2 ekor singa kemudian di taruh di dalamnya. Raja kemudian memerintahkan para pengawal untuk memasukkan Nabi Daniel ke lubang itu. Singa-singa yang lapar itu mengaum melihat mangsa. Namun keajaiban datang dari Allah SWT.

Tiba-tiba 2 ekor singa itu terdiam dan mengatupkan mulut mereka. Bagai bertemu majikan, singa itu menjilati Nabi Daniel layaknya hewan peliharaan.

Kemudian 2 ekor raja hutan itu justru menjadi sangat patuh pada sang nabi. Allah lah yang memerintahkan kepada singa dan mengabulkan doa Nabi Daniel yang meminta perlindungan.

Namun masalah lain datang. Berhari-hari Nabi Daniel ada di lubang bersama 2 ekor singa. Tak ada makanan ataupun minuman, sang nabi pun kelaparan dan kehausan tak terkira. Allah lalu memberikan keajaiban lain kepada manusia pilihan-Nya itu.

Diutuslah Nabi Yeremia, nabi Allah lain yang ada di Yerusalem, untuk mengirimkan makanan kepada Nabi Daniel. Namun saat menerima perintah tersebut, Yeremia kebingungan.

“Ya Rabb, saya ada di Yerusalem (Palestina), sementara Daniel ada di Babel (Babilonia, sekarang Irak).”

Allah berfirman, “Lakukanlah yang Aku perintahkan, akan Kukirimkan sesuatu yang membawamu ke sana.”

Benarlah, sesuatu entah apa itu, tak disebutkan dalam kisahnya, membawa dengan cepat Nabi Yeremia dari Yerusalem ke Babilonia. Membawa beragam makanan, Nabi Yeremia pun menyapa dari atas lubang. Betapa terkejutnya Nabi Daniel melihat sosok nabi lain di atas lubang.

“Siapakah itu?” tanya Nabi Daniel.

“Saya Yeremia. Tuhan mengutusku kepadamu,” jawabnya seraya memberikan makanan dan minuman kepada Daniel.

Keduanya pun bercakap dan tak henti mengagungkan kuasa Allah SWT. Nabi Daniel pun mengungkapkan rasa syukur yang tak terkira atas dua keajaiban yang ia terima.

“Segala puji bagi Allah yang tak pernah melupakan hamba-hamba-Nya, Dia menghalau bahaya setelah kesulitan, mengganti kesabaran dengan keselamatan, melapangkan saat kesusahan dan memberikan harapan saat putus asa.”

Topik
penemuan jasad nabinabi danielBerita Islami
Townhouse-The-Kalindra-foto-The-Kalindra-P80c5928dba440a88.jpg

Berita Lainnya

Berita

Terbaru