Satpol PP Kota Malang Gelar Operasi Yustisi, Pelanggar Mayoritas Pengendara Sepeda Motor

Jan 27, 2021 17:47
Salah satu pengendara sepeda motor yang menjalani sidang di tempat Operasi Yustisi yang bertempat di Taman Krida Budaya, Kota Malang, Rabu (27/1/2021). (Foto: Istimewa)
Salah satu pengendara sepeda motor yang menjalani sidang di tempat Operasi Yustisi yang bertempat di Taman Krida Budaya, Kota Malang, Rabu (27/1/2021). (Foto: Istimewa)

MALANGTIMES - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Malang menggelar operasi yustisi sidang di tempat yang bertempat di Taman Krida Budaya. Dari gelaran operasi yustisi tersebut, mayoritas pelanggar didominasi oleh pengendara sepeda motor, Rabu (27/1/2021). 

Kepala Satpol PP Kota Malang Priyadi mengatakan bahwa dari pelaksanaan operasi yustisi yang digelar sekitar dua jam, terdapat puluhan pengendara yang terbukti melanggar protokol kesehatan dengan tidak mengenakan masker dan harus menjalani sidang di tempat. 

"Kita operasi selama 2 jam saja sudah 77 pelanggaran yang tidak pakai masker. Ini mayoritas pengguna sepeda motor, kalau mobil cuma beberapa saja," ungkapnya kepada awak media. 

Lanjut Priyadi bahwa para pengendara yang terjaring operasi yustisi akhirnya harus menerima sidang di tempat dengan membayar denda sesuai aturan yang telah ditetapkan dan disepakati bersama. 

"Denda maksimal kalau di Perwali itu Rp 100.000. Kenyataannya tadi pengendara untuk pembayaran denda bervariasi, ada yang Rp 25 ribu, Rp 35 ribu," ujarnya. 

Selain melakukan operasi yustisi di jalan raya, Priyadi mengatakan bahwa pihaknya terus melakukan koordinasi perihal operasi yustisi di tingkatan kecamatan. Hal itu sebagai upaya penyadaran kepada masyarakat untuk menerapkan protokol kesehatan, utamanya memakai masker. 

"Untuk memutus tali penyebaran Covid-19 ini kami tidak segan-segan melakukan operasi di tingkat kecamatan, di tingkat kota. Jadi saat ini kita khusus penertiban masalah masker," jelasnya. 

Priyadi menuturkan bahwa pada momentum penerapan PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) jilid kedua di Kota Malang, operasi yustisi sidang di tempat dianggap perlu untuk digelar. 

"Masyarakat ini biar benar-benar menyadari artinya protokol kesehatan dan memang masyarakat semakin hari sebetulnya sudah sadar ya. Namun ada beberapa kalau kita lihat kurang menyadari," terangnya. 

Sementara itu, petugas Satpol PP Kota Malang juga dibantu oleh aparat gabungan dari unsur TNI, Polri, Dinas Perhubungan untuk melakukan penertiban pelaku dan tempat usaha yang masih membandel dengan melanggar protokol kesehatan dan ketentuan jam malam. 

Untuk sementara ini tindakan yang diambil terdapat beberapa tahapan. Pertama yakni teguran lisan, teguran tertulis dengan surat pernyataan, teguran dengan penutupan sementara selama 14 hari dan yang terakhir penerapan denda. 

"Setiap malan kita lakukan razia di PPKM Jilid kedua. Kami sudah menjadwalkan rencana jilid dua ini kita di tingkat kecamatan sudah berjalan cuma bedanya di tingkat kecamatan tiga kali, tingkat kota siang dan malam saja dua kali. Tetap semuanya gabungan," tandasnya.

Topik
Operasi Yustisi Satpol PP Malang pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar

Berita Lainnya

Berita

Terbaru