Banjir Bandang Zaman Itu Sampai Merendam Gunung, Adakah Yang Selamat?

Jan 26, 2021 10:58
Ilustrasi banjir bandang yang terjadi di wilayah pegunungan. (Ist)
Ilustrasi banjir bandang yang terjadi di wilayah pegunungan. (Ist)

Dalam Kitab Suci Al-Quran, tergambar bagaimana kisah banjir bandang  superbesar yang terjadi di zaman Nabi Nuh AS. Saking dahsyatnya, banjir juga sampai merendam hingga wilayah pegunungan, yaitu sampai puncak Gunung Arrarat di Turki sebelah timur.

Fenomena itu juga membuat ilmuwan modern terus melakukan berbagai penelitian. Nadiyah Thayyarah yang menuliskan buku pintar sains dalam Al-Quran juga menjelaskan bagaimana banjir di zaman Nabi Nuh AS. Ia menulis dengan mengaitkannya dengan penemuan arkeolog tentang benda-benda bersejarah peninggalan banjir bandang tersebut.

Baca Juga : Mengenang Kejayaan Bioskop Garuda, Selalu Dijejali Muda-Mudi dan Riang Tawa

Arkeologi yang merupakan ilmu kepurbakalaan berhasil memetakan wilayah terendam banjir yang bisa dibilang mustahil sampai merendam daerah ketinggian seperti pengunungan.

Kandungan dalam Al-Quran sejalan dengan penemuan arkeolog modern. Seorang pimpinan arkeolog bernama Sir Leonard Woolley pun menyepakati kandungan dalam Al-Quran tentang banjir yang melanda kaum Nabi Nuh AS.

Melalui penggalian, ditemukan lapisan yang sangat dalam. Dan di sana ditemukan banyak bejana dan patung-patung yang sangat berharga. Selain itu, ditemukan tanah kering yang terdapat pahatan pada tanah tersebut dengan bekas-bekas bambu.

Hasil pemeriksaan mikroskopis terhadap sejumlah lapisan tanah membuktikan tanah tersebut mengandung materi yang tersapu air. Kejadian itu diperkirakan terjadi pada suatu masa pada bagian tengah Sungai Eufrat. Setelah kejadian banjir besar itu, terdapat penduduk sekitar Lembah Tigris yang mencatat kisah tersebut.

Di atas 12 buah keping barang tembikar, dikisahkan bahwa para penduduk sekitar tenggelam saat banjir besar terjadi. Namum saat itu, masih ada seorang laki-laki saleh yang selamat. Saat itu dia selamat karena membuat bahtera atau kapal untuk menyelamatkan keluarga, para pengikut, hewan ternak, dan hewan melata.

Dengan menaiki bahtera tersebut, ayat-ayat Al-Quran telah menjelaskan adanya bencana banjir sebagai azab dari Allah SWT. Azab tersebut menimpa kaum Nabi Nuh yang mendustakan para rasul dan  Nabi Nuh.

Allah SWT berfirman:"(Telah kami binasakan) kaum Nuh tatkala mereka mendustakan para rasul. Kami tenggelamkan merek dan Kami jadikan (cerita) mereka itu jadi pelajaran bagi manusia. Kami pun telah menyediakan bagi orang-orang zalim azab yang pedih (QS. Al-Furqan : 37)."

Baca Juga : Jarang yang Tahu, di Dekat Masjidil Haram Ternyata Ada Pasar Ekstrem, Begini Penampakannya

Orang-orang yang selamat dalam banjir bandang tersebut juga dijelaskan secara rinci dalam Al-Quran. Penumpang bahtera Nabi Nuh AS yang selamat karena mematuhi perintah Allah SWT. “Hingga apabila perintah Kami datang dan dapur (perut bumi) telah memancarkan air, kami berfirman, 'Muatkanlah kedalam bahtera itu dari masing-masing binatang sepasang-sepasang (jantan dan betina) dan keluargamu kecuali orang yang telah ditetapkan suatu keputusan untuk mereka, dan (muatkan pula) orang-orang beriman,' dan tidaklah beriman bersama dengan Nuh itu kecuali sedikit (QS. Hud : 40).”

Ya, mereka yang dimusnahkan oleh banjir yang tak terjadi secara global, namun hanya terjadi pada lingkup kaum Nuh itu, memusnahkan mereka atau orang-orang yang menolak pernyataan dan mendustakan rasul dan Nabi Nuh AS. Allah SWT berfirman:"Maka mereka mendustakan Nuh. Kemudian kami selamatkan dia dan orang-orang yang bersamanya di dalam bahtera. Dan kami akan tenggelamkan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat kami. Sesungguhnya mereka adalah kaum yang buta (mata hatinya) (QS Al-A-raaf :64)."

Allah SWT menegaskan, tidak akan menghancurkan suatu umat, kecuali yang telah diutus rasul kepada mereka. Penghancuran terjadi ketika seorang pemberi peringatan telah sampai kepada suatu kaum dan ia dustakan.

Nah sahabat MalangTIMES, itulah tadi kisah yang terjadi di zaman Nabi Nuh. Yakni banjir bandang yang memusnahkan kaumnya karena mendustakan Ia dan rasul. Semoga sahabat MalangTIMES semua bisa memetik hikmah akan kisah pada zaman Nabi Nuh tersebut. Jangan lupa simak terus MalangTIMES dan nantikan kisah menarik lainnya.

Topik
banjir bandangkisah nabi nuhkisah banjir bandang superbesar

Berita Lainnya

Berita

Terbaru