Beredar Kabar Pasien Covid-19 Menumpuk di IGD, Ini Penjelasan Humas RSSA

Jan 23, 2021 21:14
Kondisi Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Kota Malang tanpak depan, Sabtu (23/1/2021). (Foto: Tubagus Achmad/MalangTimes)
Kondisi Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Kota Malang tanpak depan, Sabtu (23/1/2021). (Foto: Tubagus Achmad/MalangTimes)

MALANGTIMES - Tingginya peningkatan jumlah kasus Covid-19 di Malang Raya membuat RSSA (Rumah Sakit Saiful Anwar) Kota Malang disesaki pasien. Terdapat puluhan pasien mengalami stagnasi di IGD Incovid RSSA Malang. Jumlahnya mencapai 21 orang. 

Kabar adanya stagnasi pasien Covid-19 di ruang IGD itu sebagaiaman diunggah oleh akun instagram Ngalamlop pada hari Sabtu (23/1/2021). Dia mengunggah sebuah gambar dengan tulisan bahwa di RSSA (Rumah Sakit Saiful Anwar) Kota Malang saat ini didapati stagnasi 21 pasien Covid-19 di IGD Incovid. 

Kabar tersebut pun langsung direspons oleh manajemen RSSA Malang. Kasubbag Humas RSSA Kota Malang Donny Iryan menegaskan bahwa kabar yang telah beredar di media sosiasl tersebut tidak dapat dipertanggungjawabkan. 

"Saya akan menyampaikan isu yang viral terkait stagnasi (21 pasien, red) di IGD Incovid Rumah Sakit Saiful Anwar Malang. Jadi kami sampaikan berita tersebut belum bisa dipertanggungjawabkan," tegasnya dalam sebuah video klarifikasi yang dibuat dan telah tersebar di beberapa grup WhatsApp, Sabtu (23/1/2021). 

Donny pun beralasan, bahwa menurut data yang ada, total bed yang ada di IGD Incovid sebanyak 145 bed. Dan data yang diterima per hari ini Sabtu (23/1/2021) terdapat pasien Covid-19 yang masuk sebanyak 137 pasien. 

"Menurut data yang kami terima, tadi pagi ada 132 pasien yang ada di Incovid. Di update siang ada 137 pasien yang ada di Incovid dengan total bed yang kami sediakan ada 145 bed. Sehingga tidak ada stagnasi, karena kita bisa rawat, kita bisa layani seluruh pasien yang ada di Incovid Rumah Sakit Saiful Anwar Kota Malang," jelasnya. 

Lanjut Donny bahwa pihaknya untuk saat ini telah meningkatkan pelayanan dalam penanganan pasien Covid-19 yang dirujuk ke RSSA Kota Malang. Salah satunya yakni dengan menambah tempat tidur isolasi untuk para pasien. "Kami telah meningkatkan pelayanan dalam hal ini kita menambah jumlah tempat tidur isolasi, menambah jumlah ICU untuk pasien-pasien Covid," katanya. 

Terkait jumlahnya sendiri juga mengalami penambahan. Untuk tempat tidur isolasi di IGD Incovid saja penambahannya mencapai 75 persen dari ketersediaan tempat tidurnya yang berjumlah 83 tempat tidur. 

"Seluruh tempat tidur di Incovid yang mulanya hanya 83 saat ini sudah sampai 145 tempat tidur per 22 Januari 2021. Tempat tidur yang khusus ICU yang tadinya 10 sudah bisa kami tambah 4," ucapnya. 

Sehingga dikatakan Donny bahwa untuk penerimaan pasien dengan gejala berat maupun kritis telah tersedia 14 ICU yang dapat dipergunakan. "Kami dapat menerima pasien dengan gejala berat dan kritis 14 ICU yang bisa kita manfaatkan," terangnya. 

Lebih lanjut, Donny juga mengimbau kepada seluruh masyarakat Kota Malang agar tidak henti-hentinya untuk selalu menerapkan protokol kesehatan Covid-19 dengan ketat dimanapun berada. Karena hal tersebut menjadi salah satu upaya penting agar terhindar dari persebaran Covid-19 yang kian meresahkan.

Topik
Berita Malang RSSA Malang Covid 19

Berita Lainnya

Berita

Terbaru