Cegah Covid-19, Lapas Lowokwaru Gilir Napi dan Pegawai Ikut Olahnapas

Jan 21, 2021 09:53
Kepala Lapas Kelas I Malang Anak Agung Gde Krisna saat berada di L'Sima, Ngajum, Kabupaten Malang, beberapa waktu lalu. (Foto: Istimewa) 
Kepala Lapas Kelas I Malang Anak Agung Gde Krisna saat berada di L'Sima, Ngajum, Kabupaten Malang, beberapa waktu lalu. (Foto: Istimewa) 

MALANGTIMES - Covid-19 yang terus mewabah di Malang Raya, khususnya di Kota Malang, membuat Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Malang melakukan beberapa hal. Tujuannya mencegah persebaran virus itu di lapas yang juga dikenal dengan nama Lapas Lowokwaru itu. 

Kepala Lapas Kelas I Malang Anak Agung Gde Krisna mengungkapkan, beberapa kebijakan rutin yang telah diberlakukan di lapas antara lain penyemprotan disinfektan di areal lapas setiap Sabtu atau Minggu.  "Sesuai dengan program kantor pusat, kami seminggu sekali melaksanakan penyemprotan fogging disinfektan. Baik itu di unit layanan publik, di ruang kantor sampai ke kamar hunian," ujarnya, Kamis (21/1/2021). 

Selain itu, pihak lapas menerapkan olahraga olahnapas BEP (bio energy power) yang telah berlangsung sejak  2020. Dalam kegiatan  olahnapas ini, lapas  bekerja sama dengan Universitas Negeri Malang. Tujuannya sebagai upaya pencegahan covid-19 serta meningkatkan imun tubuh para pegawai dan para narapidana. 



"Sekarang, untuk menambah imun kesehatan bagi seluruh warga binaan, itu dijadwal. Harapannya ada kenaikan tingkat kesehatan dan imunnya naik," terang Krisna. 

Karena olahraga olahnapas dengan metode BEP tersebut  sangat terasa dampaknya bagi kesehatan tubuh dan terbukti dapat mengurangi rasa sakit yang disebabkan  penyakit bawaan dari para pegawai maupun warga binaan lapas.  "Yang punya penyakit bawaan, terus anggota saya juga punya penyakit diabetes, setelah ikut kegiatan BEP ini, mulai meningkat semangatnya, gairahnya. Kalau dulu kan orang diabetes, lemas. Setelah ikut itu (BEP, red), ternyata ada hasil positif," bebernya. 

Tahun 2021 ini, Lapas Lowokwaru juga sedang menjalin kerja sama dengan Universitas Negeri Malang untuk meneliti pengaruh olahraga olahnapas BEP, apakah memiliki dampak terhadap perubahan perilaku di lapas.  "Rencana targetnya, semua (warga binaan, red). Sekarang setiap latihan (BEP, red) ya sehari itu sekitar 50 secara bergiliran," ujarnya. 



Sementara itu, terkait penerapan physical distancing (jaga jarak) di  lapas, Agung mengatakan bahwa hal tersebut masih sulit dilakukan. Sebab, kuota Lapas Kelas I Malang telah melebihi kapasitas. "Kondisi covid-19 ini, kami tidak bisa physical distancing terkait dengan tidurnya. Lapas Kelas I Malang dari kapasitas 1.282 hari ini diisi 3.273 (warga binaan, red)," jelas Krisna. 

Untuk itu, selain dua langkah utama yang merupakan upaya dalan melakukan pencegahan persebaran covid-19,  lapas terus menyuruh para warga binaan untuk rutin berjemur di bawah matahari.  "Langkah-langkah yang dilakukan yakni peningkatan kesehatan, peningkatan makanan, peningkatan pelayanan. Pagi-pagi semua keluar berjemur dikawal sama teman-teman dari pengamanan penanggung jawab blok-blok hunian itu," ucap Krisma. 
 

Topik
Cegah Covid 19Lapas Lowokwarupenyemprotan disinfektanolahraga olahnapas

Berita Lainnya

Berita

Terbaru