Hujan Deras Mengguyur Kota Malang, BPBD Ingatkan Potensi Terjadinya Banjir dan Longsor

Jan 19, 2021 14:47
Kondisi bangunan yang tampak longsor di Perumahan Griya Sulfat Inside, Jalan Sadang, Kelurahan Bunulrejo, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, Selasa (19/1/2021). (Foto: Dok. JatimTIMES) 
Kondisi bangunan yang tampak longsor di Perumahan Griya Sulfat Inside, Jalan Sadang, Kelurahan Bunulrejo, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, Selasa (19/1/2021). (Foto: Dok. JatimTIMES) 

MALANGTIMES - Hujan deras mengguyur Kota Malang telah terjadi beberapa hari kebelakang dan menyebabkan banjir serta tanah longsor di beberapa ruas jalan hingga perkampungan warga. 

Kepala BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Kota Malang Alie Mulyanto mengungkapkan bahwa pihaknya juga sudah mendapatkan informasi terkait peristiwa banjir dan tanah longsor melalui alat EWS (Early Warning System) yang dimiliki oleh BPBD Kota Malang. 

"Titik-titik EWS kemarin semua nyala, karena kita tahu juga curah hujan kemarin memang sangat tinggi sekali. Seperti yang diinfokan oleh BMKG itu ada peningkatan La Nina, di mana puncaknya berada di bulan Januari dan Februari," ungkapnya ketika ditemui awak media di lokasi longsor di kawasan Kelurahan Bunulrejo, Selasa (19/1/2021). 



Lanjut Alie bahwa terdapat beberapa ruas jalan yang pada hari Senin (18/1/2021) terjadi banjir akibat hujan deras mengguyur Kota Malang. "Titik banjirnya kemarin seperti di kawasan Jembatan Bandulan, Mergan, Bareng, MCP (Malang City Point, red), Lowokwaru hingga wilayah Sawojajar itu cukup parah memang," ujarnya. 

Lebih lanjut, Ali menambahkan bahwa berdasarkan data dari Pusdalops (Pusat Pengendalian Operasi) BPBD Kota Malang, tercatat bahwa terdapat 20 ruas jalan di lima kecamatan yang ada di Kota Malang yang menjadi titik rawan terjadinya banjir. 

Untuk di Kecamatan Sukun berada di antaranya ada di Jalan Bandulan gang 8 dan Jalan Raya Bandulan; Jalan IR. Rais gang 9; Jalan Pertigaan Bandulan Barat; Jalan Candi; dan Jalan Simpang Sukun Timur. 

Untuk di Kecamatan Lowokwaru berada di Jalan Sarangan dan Jalan Soekarno-Hatta (Suhat). Untuk di Kecamatan Blimbing berada di Jalan Raya Sulfat. Sementara untuk di Kecamatan Kedungkandang berada di Jalan Danau Ranau, Jalan Maninjau Raya, Jalan Danau Toba, Jalan Ranugrati dan Jalan Buring Dalam. 

Sedangkan untuk di Kecamatan Klojen berada di Jalan Bareng 2A dan 2G, Jalan Bukit Barisan, Jalan Galunggung, Jalan Kawi, Jalan Semeru Gang 4, Kasin RW. 04 dan Jalan HOS Cokroaminoto. 

Sementara itu terkait potensi terjadinya longsor untuk di Kota Malang pada awal tahun 2021 sudah terjadi beberapa kali, di antaranya di kawasan Bunulrejo, Bandulan, hingga Buring. 

Alie pun mengatakan terkait kejadian longsor yang baru saja terjadi di Perumahan Griya Sulfan Inside, Jalan Sadang, Kelurahan Bunulrejo, Kecamatan Blimbing, Kota Malang memang pada posisi rumah sangat berdekatan dengan bibir Sungai Bango. "Di perumahan ini kan longsor, karena bisa kita lihat posisi rumah itu berada di bibir sungai yang jaraknya cukup dekat," ucapnya. 

Disebutkan oleh Alie bahwa terdapat beberapa wilayah di Kota Malang yang rawan terjadi longsor dan sudah masuk dalam catatan BPBD Kota Malang, utamanya daerah yang berada di sepanjang DAS (Daerah Aliran Sungai). 

"Hampir semua seperti yang saya sebutkan tadi dan yang paling rawan itu ya di Oro-oro Dowo, Muharto, Jodipan dan Janti. Itu yang paling sering, selain kontur tanah bangunannya juga mepet dengan aliran sungai besar," tandasnya. 

Alie pun mengimbau kepada seluruh pihak agar bersama-sama menjaga lingkungan dengan membuang sampah pada tempatnya, menanami daerah pinggiran sungai dengan tanaman penahan longsor dan menyarankan agar tidak membangun rumah atau sebuah bangunan di bibir sungai. Karena hal tersebut berpotensi terseret arus sungai jika debit air sungai meninggi dan arus cukup deras.

Topik
Tanah LongsorBanjirBencana Alam

Berita Lainnya

Berita

Terbaru