Mantan Ketum PB HMI Pusat dan Istri Jadi Korban Jatuhnya Pesawat Sriwijaya Air SJ-182

Jan 09, 2021 21:14
Tangkapan layar akun media sosial di Instagram milik Arief Rosyid (@ariefrosyid) yang juga mantan Ketua Umum PB HMI (foto: Mariano Gale-MalangTIMES)
Tangkapan layar akun media sosial di Instagram milik Arief Rosyid (@ariefrosyid) yang juga mantan Ketua Umum PB HMI (foto: Mariano Gale-MalangTIMES)

MALANGTIMES - Mantan Ketua Umum PB HMI periode 2015-2017, Mulyadi bersama istri, Makrufatul Yeti Srianingsih diduga menjadi  korban jatuhnya Pesawat Sriwijaya Air SJ-182 di Perairan Pulau Laki, Kepulauan Seribu, Sabtu (9/1/2021).

Hal tersebut diungkapkan oleh salah satu akun media sosial di Instagram milik Arief Rosyid (@ariefrosyid) yang juga mantan Ketua Umum PB HMI.

Baca Juga : Yayasan Sosial di Kedungkandang Ini Ditipu Pria Tua yang Mengaku Donatur

Dalam statusnya, ia menuliskan Rombongan 4 orang, an Mulyadi P Tamsir, Makrufatul, Khasanah, Andi Syifa Kamila, Seat Number 12 A, B, C, D. Ya Allah mohon doanya selamat dunia akhirat.

Seperti diberitakan sebelumnya, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dalam konferensi persnya mengatakan jumlah korban ada 62 orang. Di antaranya 46 orang dewasa, 7 anak, 3 bayi, dan 6 kru pesawat.

dengan ditemukan puing-puing pesawat tersebut di Pulai Laki, Kep. Seribu, Dalam konferensi persnya, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan jumlah korban ada 62 orang. Diantaranya 46 orang dewasa, 7 anak, 3 bayi, dan 6 crew pesawat.

Lanjutnnya, pesawat Sriwijaya rute Cengkareng - Pontianak take off pada pukul  14.36 wib dan terakhir komunikasi dengan JATC pada pukul 14.39 wib.

"Selanjutnya pihak JATC kembali mencoba menghubungi kembali dari pukul 14.40 wib hingga pukul 14.47 wib tetapi tidak ada jawaban atau lost cantact," ujarnya

Secara terpisah dalam konfrensi pers, Deputi Bidang Operasi dan Kesiapsiagaan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan, Mayor Jenderal TNI Bambang Suryo Aji mengatakan, pihaknya masih mencari titik jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ-182. Dikarenakan pihaknya masih belum menemukan titik elektromagnetik dari pesawat tersebut.

"Memang kami menemukan barang bukti puing-puing pesawat  diantara Pulau Laki dan Pulau Lancang. Dan apakah benar puing-puing ini miliki pesawat tersebut ? Nah barang bukti ini akan kita selidiki juga," ujarnya

Baca Juga : Nyaru Beli Aksesoris, Konsumen Ini Malah Gasak HP Pemilik Toko

Pihaknya juga telah mempersiapkan alat serta mempersiapkan kapal sireder untuk melacak titik pesawat tersebut.

"Malam ini kita masih mencari titik lokasi dimana pesawat itu dimungkinkan jatuh. Dan dilanjutkan besok pagi, kita lakukan pendalaman. Karena maksimal kedalaman laut di TKP itu sekitar 20-23 meter," ujarnya

Diketahui, Pesawat Sriwijaya Air SJ-182rute Jakarta-Pontianak hilang kontak di Kepulauan Seribu. Situs Flightradar24 menyebut pesawat itu kehilangan ketinggian 10 ribu kaki dalam 1 memit. Sempat mencapai ketinggian 10.900 kaki. Mendadak ketinggian 8.950 kaki, turun ke 5.400 kaki, hingga terahkir di 250 kaki dan kemudian hilang kontak.

Sementara itu, Corporate  Communication Sriwijaya Air memberikan keterangan terkait Penerbangan Sriwijaya Air SJ182 Rute CGK - PNK. Dalam Media Statement  disampaikan bahwa Sriwijaya Air sampai saat ini masih terus melakukan kontak dengan berbagai pihak terkait guna mendapatkan informasi lebih rinci terkait penerbangan SJ-182 rute Jakarta - Pontianak.

Management masih terus berkomunikasi dan menginvestigasi hal ini dan akan segera mengeluarkan pernyataan resmi setelah mendapatkan informasi yang sebenarnya. 

Topik
PB HMIkorban pesawat jatuhSriwijaya AirPulau LakiKepulauan SeribuFeed Instagrammantan Ketua Umum PB HMIArief Rosyid

Berita Lainnya

Berita

Terbaru