Dandim 0818 sekaligus Komandan Satgas Covid-19 Kabupaten Malang Letkol (Inf) Yusub Dody Sandra saat ditemui pewarta di Makodim 0818, Rabu (6/1/2021). (Foto: Tubagus Achmad/ MalangTIMES) 
Dandim 0818 sekaligus Komandan Satgas Covid-19 Kabupaten Malang Letkol (Inf) Yusub Dody Sandra saat ditemui pewarta di Makodim 0818, Rabu (6/1/2021). (Foto: Tubagus Achmad/ MalangTIMES) 

MALANGTIMES - Terkait perkembangan pandemi Covid-19 di Jawa Timur yang terus mengalami peningkatan, berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, untuk Kabupaten Malang menempati zona oranye atau dalam posisi risiko sedang.  

Dandim 0818 Kabupaten Malang/Kota Batu yang sekaligus menjabat sebagai Komandan Satgas (Dansatgas) Covid-19 Kabupaten Malang, Letkol (Inf) Yusub Dody Sandra mengatakan bahwa dengan Kabupaten Malang menempati zona oranye, pihaknya mengimbau agar masyarakat terus menerapkan protokol kesehatan (prokes) Covid-19 secara ketat. 

"Kita di zona oranye. Kita tetap jaga jangan sampai naik ke zona merah. Alhamdulillah di Kabupaten Malang nggak pernah merah, kita pertahankan," ungkapnya saat ditemui pewarta di Makodim 0818, Rabu (6/1/2021). 

Lanjut Yusub bahwa hingga sampai saat ini terdapat dua klaster yang menjadi pantauan khusus dari Satgas Covid-19 yakni klaster keluarga dan klaster perkantoran. 

"Yang diantisipasi klaster keluarga dan perkantoran. Tapi kembali lagi ke diri kita, kalau nggak melaksanakan prokes dengan baik, akan menularkan ke keluarga kita," jelasnya. 

Selain itu, dirinya juga mengimbau jika terdapat masyarakat yang membuat sebuah acara hajatan harus dibatasi terkait orang yang hadir dalam acara tersebut dengan menerapkan protokol kesehatan Covid-19 dengan ketat. 

"Terus kalau ada hajatan, harus dibatasi 50 orang dengan physical distancing, dengan pengecekan suhu, melarang orang yang tidak pakai masker. Kalau lebih dari 50 orang nggak boleh lanjut," terangnya. 

Perwira menengah dengan dua melati di pundaknya ini juga menuturkan bahwa penerapan protokol kesehatan Covid-19 harus dengan cara yang humanis agar tidak menyinggung perasaan masyarakat yang diberikan imbauan atau tindakan. "Harus dengan cara yang humanis, jangan sampai menyinggung perasaan," tuturnya. 

Lebih lanjut Yusub juga menjelaskan terkait strategi yang efektif untuk meminimalisir penyebaran Covid-19 dengan menerapkan 4M (memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak dan menghindari kerumunan). 

"Menurut saya kalau nggak perlu keluar, di rumah saja. Karena segala kebutuhan kan sekarang bisa lewat online, ada kurir," katanya. 

Sedangkan untuk mengantisipasi penyebaran melalui klaster keluarga, Yusub mengimbau agar seluruh masyarakat yang usai keluar rumah agar mandi atau bersih-bersih terlebih dahulu. 

"Dari di lingkup keluarga, kalau pulang ke rumah jangan langsung ketemu sama anak istri, harus mandi dulu, ganti pakaian baru bisa bergabung dengan keluarga," terangnya. 

Sementara itu untuk memperketat penerapan protokol kesehatan Covid-19 di wilayah Kabupaten Malang Satgas Covid-19 yang telah dibentuk akan terus dimasifkan dalam pergerakannya. 

"Satgas yang sudah dibentuk itu kita efektifkan dengan masif. Dari pengamanan hingga penertiban di tempat-tempat wisata agar diperketat dua kali lipat. Kemudian sosialisasi-sosialisasi yang sudah dilaksanakan untuk dipertebal dan diperbanyak karena daerah Jatim termasuk tinggi. Harus ditekan sedemikian rupa," pungkasnya.