2020, Kota Malang Alami Inflasi Terendah selama 10 Tahun Terakhir

Jan 04, 2021 18:47
Ilustrasi inflasi (istimewa)
Ilustrasi inflasi (istimewa)

MALANGTIMES - Tahun 2020 Kota Malang mengalami inflasi sebesar 1,42 persen. Angka ini terendah selama kurun waktu sepuluh tahun terakhir berdasarkan catatan Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Malang. Pada tahun 2011 Kota Malang mengalami inflasi sebesar 4,05 persen, 2012 sebesar 4,6 persen, 2013 7,92 persen, 2014 8,14 persen, 2015 3,32 persen, 2016 2,62 persen, 2017 3,75 persen, 2018 2,98 persen, dan pada 2019 sebesar 1,93 persen. "Untuk Year on Year (YoY), pada 2020 sebesar 1,42 persen merupakan yang terendah dalam sepuluh tahun terakhir," kata Kepala BPS Kota Malang Sunaryo pada rilis secara virtual Senin (4/1/2021).

Sunaryo menjelasakan, sepanjang 2020, salah satu kelompok pengeluaran yang mendorong inflasi adalah kelompok makanan, minuman, dan tembakau, yang mengalami inflasi sebesar 3,95 persen, dengan andil 0,86 persen.

Baca Juga : Harga Kedelai Impor Naik Tajam, Diskopindag Kota Malang Sebut Stok Cukup

Selain kelompok pengeluaran makanan, minuman dan tembakau, Sunaryo menjelaskan kelompok lain yang mendorong terjadinya inflasi pada 2020 adalah pakaian, dan alas kaki sebesar 1,76 persen dengan andil 0,10 persen, dan perawatan pribadi, dan jasa lainnya sebesar 6,18 persen, dengan andil 0,36 persen.

Jika dilihat dari jenis komoditas, lanjut Sunaryo, kenaikan harga emas perhiasan merupakan yang tertinggi sebesar 26,78 persen, dengan andil 0,20 persen, rokok kretek filter naik 10,16 persen, dengan andil 0,14 persen, dan daging ayam ras naik 6,47 persen, dengan andil 0,08 persen.

"Sementara untuk kelompok pengeluaran yang menahan inflasi pada 2020, adalah kelompok transportasi yang mengalami deflasi 2,64 persen, dengan memberikan andil deflasi 0,35 persen," terang Sunaryo.

Pada periode Desember 2020 sendiri, Kota Malang mencatat inflasi sebesar 0,34 persen, yang didorong adanya kenaikan pada kelompok pengeluaran makanan, minuman, dan tembakau sebesar 1,18 persen.

Kemudian, inflasi pada Desemeber 2020 juga didorong adanya kenaikan pada kelompok pengeluaran penyedia makanan, minuman atau restoran sebesar 0,38 persen, transportasi 0,37 persen, dan perlengkapan peralatan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,05 persen.

Baca Juga : 95 Persen Perusahaan di Indonesia Belum DPLK, Manulife Sebut Pasar Potensial

Selain itu, kenaikan juga terjadi pada kelompok pengeluaran kesehatan sebesar 0,10 persen, rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 0,04 persen, perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,02 persen, dan pakaian, serta alas kaki sebesar 0,02 persen.

"Untuk kelompok pengeluaran yang mengalami deflasi adalah kelompok perawatan pribadi, dan jasa lainnya sebesar 0,52 persen, sementara kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan, dan kelompok pendidikan tetap," jelas Sunaryo. 

Topik
Berita MalangInflasi Kota MalangBPS kota malang

Berita Lainnya

Berita

Terbaru