Kedelai Impor Naik, Disperindag Kabupaten Malang Pastikan Stok Masih Aman

Jan 03, 2021 18:32
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Malang, Agung Purwanto saat ditemui pewarta di Pendopo Agung Kabupaten Malang beberapa waktu lalu. (Foto: Tubagus Achmad/MalangTimes) 
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Malang, Agung Purwanto saat ditemui pewarta di Pendopo Agung Kabupaten Malang beberapa waktu lalu. (Foto: Tubagus Achmad/MalangTimes) 

MALANGTIMES - Harga kedelai impor mulai mengalami kenaikan pada akhir Bulan Desember 2020. Harganya menembus kisaran Rp 9.300 sampai Rp 9.500 per kilogram (Kg). Namun, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Malang memastikan stok masih aman. 

Kepala Disperindag Kabupaten Malang Agung Purwanto, mengungkapkan, sampai saat kedelai dalam pemantauan pihaknya. Stok kedelai di Kabupaten Malang masih berada di kisaran 949 ton. 

Baca Juga : Kunjungi Stand Apartemen The Kalindra di Matos, Dapatkan Diskon Akhir Tahunnya

"Masih 949 ton stoknya. Di Kabupaten Malang tidak ada imbas (kenaikan harga kedelai impor, red). Kalau pun kena imbas nggak terlalu signifikan harganya, karena stoknya masih segitu," ungkapnya ketika dikonfirmasi pewarta, Minggu (3/1/2021). 

Agung melanjutkan, ia juga memastikan stok tersebut telah melebihi stok aman di daerah, semisal DKI Jakarta hingga Jawa Barat. Dengan stok kedelai 949 ton masih dapat bertahan hingga beberapa bulan kedepan. 

"Kebutuhan 131 ton per bulan. Tapi itu tergantung, takutnya kalau stok di Kabupaten Malang ada, nanti diambil dari orang luar atau daerah lain," terangnya. 

Lebih lanjut, Agung juga menuturkan, bahwa untuk harga kedelai yang merupakan bahan baku untuk pembuatan tempe dan tahu di wilayah Kabupaten Malang masih di angka aman dengan perkiraan harga Rp 8.000 hingga Rp 9.000. 

"Di Kabupaten Malang sampai hari ini, harga masih kisaran Rp 8 ribu sampai Rp 9 ribu. Stoknya masih stabil dan cukup. Di Kabupaten Malang juga masih berproduksi dan masih surplus untuk stok kedelai," jelasnya. 

Sementara itu, jika kedepan terjadi kenaikan, dikatakan Agung, hal tersebut juga mungkin terjadi namun tidak akan signifikan. "Kalau naik mungkin sedikit, karena euforia pemberitaan media massa," imbuhnya. 

Baca Juga : The Kalindra, Hunian Vertikal yang Seksi untuk Bisnis Sewa Apartemen

Sementara itu, Agung bersama jajaran Diperindag Kabupaten Malang akan terus memantau harga kedelai di pasaran. Agar dapat mengambil kebijakan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat Kabupaten Malang secara keseluruhan. 

Sebagai informasi, seperti yang sudah diberitakan sebelumnya, kenaikan harga kedelai impor dipicu karena melonjaknya permintaan di Cina. Akibat melonjaknya harga kedelai tersebut pasokan ke beberapa negara importir kedelai termasuk Indonesia juga terhambat. 

Bahkan juga terdapat aksi mogok kerja dari para perajin dari wilayah DKI Jakarta, Jawa Barat hingga Surabaya, dikarenakan terimbas oleh kenaikan harga kedelai impor tersebut. 

Namun telah dipastikan untuk di wilayah Kabupaten Malang dan Kota Malang tidak terimbas oleh kenaikan kedelai impor serta sudah terkonfirmasi bahwa stok kedelai di kedua wilayah tersebut masih cukup aman untuk memenuhi kebutuhan dari masyarakat.

Topik
kedelai impor Harga Kedelai kedelai di kabupaten malang Disperindag Kabupaten Malang berita kabupaten malang

Berita Lainnya

Berita

Terbaru