Prajaniti Hindu Indonesia Kota Malang dan Kabupaten Malang Punya Pengurus Baru

Jan 02, 2021 18:25
Para pengurus baru Prajaniti Hindu Indonesia Kota Malang dan Kabupaten Malang berfoto bersama Ketua DPRD Kota Malang. (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)
Para pengurus baru Prajaniti Hindu Indonesia Kota Malang dan Kabupaten Malang berfoto bersama Ketua DPRD Kota Malang. (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Prajaniti Hindu Indonesia Cabang Jatim melantik kepengurusan baru di dua wilayah, yakni Kota Malang dan Kabupaten Malang. Pelantikan pengurus tahun 2019-2024 tersebut berlangsung di hall Gedung DRPD Kota Malang dengan dihadiri para pengurus baru.

Hadir dalam pelantikan itu, Ketua Prajaniti Indonesia Jawa Timur Agus Wijaya dan Ketua Ketua DPRD Kota Malang I Made Rian Kartika yang juga merupakan umat Hindu.

Baca Juga : Fenomena Munculnya Agama Muslim, Bukan Islam, Adakah di Kabupaten Malang?

Yang terpilih sebagai ketua baru  Prajaniti Hindu Indonesia Kota Malang adalah Tri Wahyu Nugroho. Sedangkan ketua baru Prajaniti Hindu Indonesia Kabupaten Malang dijabat Ida Bagus Suardika.

Ketua Prajaniti Hindu Indonesia Kota Malang Tri Wahyu Nugroho menyampaikan, usai pelantikan ini, pihaknya tak akan bersantai-santai. Ia akan langsung bergerak dan bekerja untuk memberikan kontribusi yang positif.

"Kami mulai detik ini akan bekerja, memberikan konstribusi sebesar-besarnya bagi agama dan bangsa. Sebelum dilantik, kami juga telah melakukan kegiatan untuk membantu masyarakat. Terlebih lagi saat pandemi, kami membagikan sembako. Itu contoh kecil yang kami lakukan," ungkapnya.

Selain itu, Tri Wahyu menegaskan, ke depannya akan banyak hal bermanfaat lagi yang akan dilakukan bersama pengurus lain Prajaniti Hindu Indonesia Kota Malang. "Kami ini juga merupakan mitra bagi semua. Termasuk pengurus di Kabupaten Malang, sehingga nantinya diharapkan juga bisa bekerja sama dalam melakukan hal-hal yang positif," kata Tri Wahyu.

Ketua Prajaniti Hindu Indonesia Kabupaten Malang Ida Bagus Suardika dalam kesempatan yang sama menyampaikan, pihaknya berkomitmen tinggi dalam menjalankan organisasi. Sejumlah program kerja nantinya akan ia kerjakan, mulai dari program kesejahteraan maupun pendalaman pengetahuan tentang politik.

"Ini satu wadah, satu wahana dalam perjuangan umat maupun warga Indonesia. Kami juga mendukung program presiden untuk menciptakan sumber daya yang unggul, termasuk dalam bidang politik yang santun. Namun nanti ending-nya bagaimana menyejahterakan masyarakat Kabupaten Malang dan ikut memberi warna," ucapnya.

Sementara, Ketua Prajaniti Hindu Indonesia Jatim Agus Wijaya mengungkapkan,  Prajaniti di Malang dulunya memang pernah ada. Namun kemudian tidak aktif dan kali ini akan dibangkitkan lagi.

"Prajaniti yang dilantik ini, sudah bekerja sebelum dilantik. Kegitan sosial telah mereka lakukan selama masa pandemi. Surat keputusan (SK) sudah sejak 2019, namun baru dilantik saat ini. Kami juga minta untuk terus menjaga hubungan baik dengan sesepuh maupun yang lainnya," ujarnya.

Baca Juga : Soal Perayaan Idul Fitri, PD Muhammadiyah Kabupaten Malang Menyitir QS Al Maidah

Di sisi lain, Ketua DPRD Kota Malang z I Made Rian Kartika mengatakan, pihaknya memang sengaja menyediakan gedung ini untuk pelantikan. Sebab, Gedung DPRD Kota Malang ini merupakan gedung rakyat.

"Ya mungkin di daerah lain belum ada. Ini gebrakan saya. Saya menang menginginkan jika di lantai satu ini untuk kegiatan masyarakat. Siapa saja memang boleh memanfaatkan," ungkapnya.

Ormas keagamaan, organinasi sosial kemasyarakatan, atau pelaku pameran UMKM bisa mengajukan proposal penggunaan gedung dewan. Fasilitas yang disediakan ini adalah free untuk masyarakat.

“Gedung ini milik masyarakat. Tak ada istilahnya dewan terpisah dengan masyarakat. Silakan manfaatkan. Jangan sungkan untuk kolaborasi dengan kami,” tandas Made.

Terkait pelantikan pengurus baru tersebut, Made juga berharap agar organisasi ini bisa memberikan kontribusi yang positif bagi semua orang maupun umat Hindu. "Kami harap bisa menjadi garam, bisa menjadi micin yang selalu dicari. Kalau masakan misal kurang garam atau kurang micin, kadang tidak terlalu enak. Meskipun di sini minoritas, jadilah minoritas yang mewarnai. Meskipun kita tidak terlihat, tapi bisa mewarnai," pungkasnya.
 

 

Topik
Berita MalangPrajaniti Hindu Indonesia
Townhouse-The-Kalindra-foto-The-Kalindra-P80c5928dba440a88.jpg

Berita Lainnya

Berita

Terbaru