Awali Tahun 2021, Aril Lanjutkan Micro Tour Mati di Saturnus

Jan 02, 2021 15:58
Poster serangkaian micro tour dari solois asal Malang, Aril. (Foto: Dok. Aril) 
Poster serangkaian micro tour dari solois asal Malang, Aril. (Foto: Dok. Aril) 

MALANGTIMES - Solois asal Malang, Aril kembali melanjutkan micro tour Mati di Saturnus di awal 2021 ini. Tur yang dimulai pada tanggal 19 Desember 2020 ini rencananya akan digelar hingga 28 Februari 2021 mendatang. 

Musikus dengan nama lengkap Mas'aril Muhtadin ini memulai debutnya pada 2018 lalu. "Proyek solo yang mengambil nama panggung Mati di Saturnus ini tidak memancang pakem dalam proses karyanya. Sehingga, terangkailah pola karya musik yang sederhana namun warna-warni dalam satu rangkaian," ujar Aril dalam pers rilis yang diterima media online ini, Sabtu (2/1/2021). 

Dalam micro tour tersebut, Aril tampil live di sejumlah kafe di Malang Raya. Beberapa di antaranya yakni di Mabuk Mancing, Gutha Cafe, Cofferensi, dan Garputala. "Targetnya nanti ada 15 kafe," tuturnya. 

Saat manggung, Aril membawakan sejumlah lagu dari album Balada Orang-Orang Piknik. "Di album ini ada 11 lagu, lama penggarapan materi untuk tur ini adalah 3 bulan," sebutnya. 

Berbeda dengan solois lain, lagu-lagu yang dibawakan berisi lirik-lirik yang imajinatif. "Liriknya diadaptasi dari cerita fiktif yang dikarang sendiri dengan mengusung tema sosial dan alam dipadu beberapa ritme drum ala tahun 70an, jimbe, genjrengan gitar akustik, betotan gitar bass, isian gitar lead yang aduhai dan flute sintetik, membuat Mati di Saturnus mempunyai warna musiknya sendiri," urainya. 

Aril sendiri sempat merilis mini album EP (extended play) yang bertajuk 3 lagu bersama Koalisi Nada pada tahun 2019. 

Micro tour 2020-2021 itu, menurut Aril sekaligus untuk memperkenalkan album studio pertamanya yang juga bertajuk Balada Orang-Orang Piknik yang pertama dirilis pada bulan April 2020 lalu. 

Tour Mati di Saturnus ini, lanjut Aril, hanya ada 1 sesi dengan ruang lingkup yang kecil, yakni di Malang Raya. Dia juga bekerja sama dengan pihak kedai tongkrongan yang menyediakan support sistem live music. Selain itu, dia juga menggandeng beberapa musisi Malang Raya yang berminat menjadi penampil pendamping. 

"Untuk saat ini frekuensi tampilnya 3 kali dalam 2 minggu. Pelaksanaan tour ini saya organisir secara mandiri bersama teman-teman," urainya. 

Aril berharap, terlaksananya tour ini dapat menjadi media silaturahmi antara segenap kru Mati di Saturnus dan semua pihak yang turut bekerja sama dalam terlaksananya program Mati di Saturnus Micro Tour. 

"Harapannya juga memberikan pengaruh positif terhadap masyarakat sekaligus sebagai alat perkenalan dari Mati di Saturnus dan album terbaru saya," pungkasnya.

Topik
mati di saturnusMusisi Malang

Berita Lainnya

Berita

Terbaru