Elpamas, Band Rock Legendaris Asal Pandaan yang Pernah Dicekal karena Nyanyikan Lagu Karya Iwan Fals

Dec 31, 2020 13:25
Para personel Elpamas dengan gaya musisi rock medio 1980-an. (Foto: kabarsidia.com) 
Para personel Elpamas dengan gaya musisi rock medio 1980-an. (Foto: kabarsidia.com) 

MALANGTIMES - Elpamas merupakan salah satu band rock legendaris Indonesia yang berasal dari sebuah daerah di Kabupaten Pasuruan, tepatnya di Kecamatan Pandaan yang telah dikenal bersama karya-karya besarnya hingga ke seluruh penjuru antero negeri.  

Elpamas yang telah menunjukkan kiprahnya sejak tahun 1983 ini mempunyai fakta unik. Salah satunya dari nama band yakni Elpamas, ternyata bukan hanya sekedar sebutan nama band, namun nama tersebut merupakan singkatan dari toko elektronik yakni "Elektronik Payung Mas". Sebuah toko elektronik milik Anthony Depamas yang seringkali mensuplai peralatan band Elpamas untuk manggung. 

Selain itu, juga nama Elpamas kerap kali diplesetkan menjadi "Elek-elek Pandaan Mas" sebuah plesetan atau guyonan khas warga Jawa Timur. 

Tak disangka-sangka, lebih dikenal dengan komposisi musik rock nya, ternyata pada saat awal kemunculannya, Elpamas merupakan grup band dangdut yang kerap kali manggung di acara pernikahan maupun khitanan dari satu kampung ke kampung lainnya. 

Berselang sekitar satu tahun menjadi satu grup band dangdut yang dikenal khususnya di wilayah Pandaan, Kabupaten Pasuruan, akhirnya Elpamas pun berganti haluan dan masuk dalam lingkup musik rock. 

Sangat realistis, ketika Elpamas yang merangkak dari bawah memutuskan untuk berpindah haluan ke musik rock dikarenakan tergiur dengan hadiah dari sebuah Festival Rock Se-Indonesia di tahun 1984 yang diselenggarakan oleh Log Zhelebour. 

Karena memang memiliki kemampuan bermusik yang termasuk di atas rata-rata, Elpamas pun berhasil menyabet gelar juara tiga dari Festival Rock Se-Indonesia di tahun 1984. Tak puas dengan hasil tersebut, Elpamas pun kembali menorehkan prestasi dengan menjuarai Festival Rock Se-Indonesia di tahun 1985 dan 1986. Selain itu Elpamas juga pernah satu panggung dengan God Bless dalam rangkaian tur raksasa Gudang Garam di tahun 1989. 

"Saat itu Elpamas diperkuat oleh Dollah Gowi (vokal), Totok Tewel (gitar), Didiek Sucahyo (bass), Edi Daromi (keyboard) dan Rush Tato (drum)," tulis dalam sebuah artikel berjudul Profil Musisi Elpamas. 

Perjalanan panjang Elpamas akhirnya mempertemukannya dengan Sawung Jabo yang membuat Elpamas seringkali berkumpul di Komunitas Bengkel Teater Rendra. Dari situlah sentuhan intelektual dan berkesenian yang berdasarkan literatur kian terpupuk, perjalanan penuh perjuangan keras kembali harus dihadapi oleh Elpamas. 

Meskipun dikatakan beruntung, ketika Elpamas bekerjasama dengan Virgiawan Listianto atau yang lebih dikenal Iwan Fals dengan menyanyikan lagu "Pak Tua" ciptaan Iwan Fals, namun hal tersebut malah membuat Elpamas sempat dicekal. 

"Elpamas menyanyikan lagu karya Iwan Fals berjudul 'Pak Tua' karena liriknya yang menyindir keras pada penguasa Orde Baru (Soeharto), Elpamas pun akhirnya di cekal," tulisnya. 

Hal tersebut merupakan sebuah kisah yang tidak akan pernah terlupa di kalangan personel Elpamas sendiri maupun kalangan pecinta musik rock Indonesia.  

Seiring berjalannya waktu dengan persaingan kualitas maupun kuantitas dalam berkarya, Elpamas pun juga sempat mengalami ketidakstabilan dalam berkarya. Dalam catatan sejarah selama kurun waktu 20 tahun berkarya, hanya terdapat enam album yang dikeluarkan oleh Elpamas. 



Di antaranya, album Dinding-Dinding Kota yang dirilis tahun 1989. Kemudian album Tato yang dirilis pada tahun 1991. Lalu album Bos di tahun 1993, album Negeriku di tahun 1997, album Dongeng di tahun 2000 dan album 60 km/jam yang dirilis tahun 2003. 

Ketidakstabilan tersebut juga dipengaruhi oleh pergantian personel yang kerap kali terjadi di Elpamas. Untuk posisi vokalis saja, terhitung Elpamas telah melakukan pergantian vokalis sebanyak sembilan kali. Di antaranya ada nama Giponk, Dollah Gowi yang tidak sempat masuk dapur rekaman. Lalu ada nama Baruna, Ecky Lamoh (ex vokalis Edane), Andy Liany, Doddy Keswara, Amir Roez, Ricky dan Decky Sompotan. 

Hingga akhirnya, band rock yang telah berusia 35 tahun di tahun 2018 ini sukses menggemparkan panggung Jogjarockarta 2018 yang diselenggarakan di Stadion Kridosono Yogyakarta pada tanggal 27 Oktober 2018. 

Elpamas tampil dengan komposisi full team pada gelaran Jogjarockarta 2018 yakni Totok Tewel (gitar) Edi Daromi (keyboard), Rush Tato (drum), Ardi (bass), Baruna dan Ricky yang didapuk menjadi vokalis Elpamas.  

Sementara itu, Elpamas memang sebuah band rock yang merupakan aset Pandaan dan aset Indonesia yang harus diketahui dan diingat oleh masyarakat banyak, agar sejarah permusikan Indonesia tidak pernah pudar dan terus lestari.

Sebagai informasi, Elpamas yang merupakan band rock legendaris asal Pandaan ini baru saja mengalami duka cita yang amat mendalam. Keyboradist dari Elpamas yakni Chumaidi Daromi atau yang biasa dikenal sebagai Edi Daromi menghembuskan nafas terakhirnya di Jakarta pada hari Rabu (30/12/2020) sekitar pukul 22.00 WIB. 

Hingga sampai saat ini, belum ada pernyataan resmi dari kerabat maupun keluarga besarnya terkait penyebab meninggalnya sosok Edi Daromi. Seperti yang sudah diberitakan, jenazah hari ini Kamis (31/12/2020) sudah diberangkatkan ke Malang dan akan dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum Sukun.

Topik
keyboardist Elpamasband rockband elpamas

Berita Lainnya

Berita

Terbaru