Angka Kriminalitas di Kabupaten Malang Turun Drastis, Curanmor Menukik sampai 50 Persen

Dec 31, 2020 12:55
Kapolres Malang AKBP Hendri Umar saat memaparkan capaian Polres Malang selama tahun 2020, Rabu (30/12/2020). (Foto: Tubagus Achmad/MalangTimes) 
Kapolres Malang AKBP Hendri Umar saat memaparkan capaian Polres Malang selama tahun 2020, Rabu (30/12/2020). (Foto: Tubagus Achmad/MalangTimes) 

MALANGTIMES - Polres Malang sukses mereduksi angka kriminalitas di wilayahnya. Dibandingkan tahun 2019, terjadi penurunan angka kriminalitas pada 2020 ini.

"Tahun 2019 terdapat 2.864 kasus dan di tahun 2020 terdapat 1.993 kasus. Terjadi penurunan crime total sebesar 871 kasus atau 30,41 persen," ungkap Kapolres Malang AKBP Hendri Umar dalam Kaleidoskop 2020  Polres Malang (30-12-2020) di Gedung Sanika Satyawada Polres Malang.



Bukan hanya penurunan angka kriminalitas. Penyelesaian kasus yang ada, selama  2020 terjadi peningkatan 22 kasus atau naik 1,59 persen. Sebab,  tahun 2019 terdapat crime clearance  (penyelesaian kasus) sebanyak 1.377 kasus dan  tahun 2020 terdapat 1.399 kasus oleh jajaran Polres Malang. 

Terkait gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat yang mencakup kasus 3C, yakni curas (pencurian dengan kekerasan), curat (pencurian dengan pemberatan), dan curanmor (pencurian kendaraan bermotor), masing-masing terjadi kenaikan penyelesaian jumlah kasus selama  2020. 

Untuk curas tahun 2019, terdapat 14 kejadian dan 8 penyelesaian kasus. Sedangkan tahun 2020 terdapat 24 kejadian dan 26 penyelesaian kasus. "Kejadian naik 10 kasus atau 20,64 persen dan penyelesaian juga naik 18 kasus atau naik sebanyak 225 persen," sebut kapolres. 

Selanjutnya untuk curat, terjadi penurunan angka kejadian selama 2020. Tahun 2019 terdapat 549 kasus. Tapi 133 kasus berhasil diselesaikan. Sedangkan tahun 2020 terdapat 287 kasus dan 215 kasus berhasil diselesaikan oleh jajaran Polres Malang. 

"Kejadian turun sebanyak 262 kasus atau sebesar 47,7 persen dan penyelesaian kasus naik sebesar 82 kasus atau 61,7 persen," ujar Hendri Unar. 

Untuk kasus curanmor, tahun 2019 terdapat 493 kejadian dan dapat diselesaikan  43 kasus. Sedangkan  tahun 2020 terdapat 248 kejadian dan dapat diselesaikan  65 kasus. "Terjadi penurunan di kejadian curanmor sebanyak 245 kasus atau 49,7 persen serta penyelesaian kasus naik 22 kasus atau 51,1 persen," terangnya. 

Baca Juga : Kejari Kota Batu: 2020, Angka Kasus Narkoba Mendominasi

 

Terkait ungkap kasus menonjol kriminal, dalam catatan Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Malang, setidaknya terdapat 18 kasus kriminal menonjol tahun 2020. Misalnya dalam tindak pidana korupsi, ada tiga kasus yang terjadi. Masing-masing di Desa Jedong, Kecamatan Wagir; Desa Slamparejo, Kecamatan Jabung; dan Desa Ngadirejo, Kecamatan Jabung. 

Lalu juga terdapat ungkap kasus menonjol penganiayaan dan pembunuhan yang mencapai delapan kasus. Di antaranya pembunuhan di Desa Pamotan, Kecamatan Dampit; percobaan pembunuhan di Desa Klampok, Kecamatan Singosari; pembunuhan di Desa Kasembon, Kecamatan Bululawang; pembunuhan gadis di Sungai Metro, Kecamatan Kepanjen; pencurian dan penganiayaan di Desa Ngingit, Kecamatan Tumpang; pembunuhan di Desa Kepatihan, Kecamatan Tirtoyudo; pembunuhan di Desa Karangsuko, Kecamatan Pagelaran; serta pembunuhan di Desa Sukowilangun, Kecamatan Kalipare. 

Sedangkan  tujuh kasus kriminal menonjol sisanya yakni tindakan vandalisme oleh kelompok anarko di Underpass Karanglo; penyimpanan dan niaga BBM tanpa izin di Desa Dilem, Kecamatan Kepanjen; pengiriman konten tidak pantas melalui WhatsApp; tindakan pidana pembuatan dan kepemilikan senjata api di Desa Candirenggo, Kecamatan Singosari; pemalsuan dokumen kartu uji berkala di Terminal Talangagung; penipuan dan penggelapan dengan modus investasi bodong; serta tindakan money politic pada Pilkada Kabupaten Malang 2020. 

Sementara itu, untuk penegakan hukum terhadap anggota polisi, olres Malang tidak pandang bulu. Setidaknya selama tahun 2020, Polres Malang telah menindak tujuh anggotanya.  "Kami telah menindak tujuh  anggota yang melanggar. Enam di antaranya, proses hukumnya sudah selesai," ucap Hendri.

Topik
angka kriminalitasKabupaten MalangPolres Malang

Berita Lainnya

Berita

Terbaru