Masjid Tiban, Salah Satu Destinasi Wisata Religi Bagi Wisatawan yang Inginkan Ketenangan

Dec 30, 2020 10:24
Masjid Tiban yang berlokasi di Desa Sananrejo, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang. (Foto: phinemo.com) 
Masjid Tiban yang berlokasi di Desa Sananrejo, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang. (Foto: phinemo.com) 

MALANGTIMES - Masjid Tiban merupakan salah satu rujukan bagi para wisatawan yang ingin berwisata religi di wilayah Kabupaten Malang. Letaknya yang berada di Desa Sananrejo, Kecamatan Turen dan mudah dijangkau ini membuat wisatawan di lingkup Malang Raya bahkan nasional kerap kali menempatkan Masjid Tiban sebagai destinasi wisata religi wajib jika berwisata ke Kabupaten Malang. 

Salah satunya wisatawan yang berasal dari Kabupaten Pasuruan yakni Wahdaniah. Wahdaniah mengatakam bahwa pihaknya memang sengaja untuk menempatkan Masjid Tiban di daftar destinasi wisata religi jika berkunjung ke wilayah Kabupaten Malang. 

"Kita dari Pasuruan memang sengaja ingin berwisata ke Masjid Tiban. Karena di sana lokasinya luas, tampilan masjidnya unik dan seperti mendapat ketenangan tersendiri jika berkunjung kesana," ungkapnya ketika dikonfirmasi pewarta, Rabu (30/12/2020). 

Wahdaniah yang berkunjung dengan rombongan ibu-ibu PKK menggunakan satu bus itu pun sudah beberapa kali mengunjungi Masjid Tiban yang tampak unik dengan dominasi warna biru di setiap bangunan masjid yang menjulang tinggi. 

"Kalau dihitung-hitung saya dalam satu bulan bisa sekali lah bersama rombongan ibu-ibu PKK di kampung. Tapi kadang juga hanya bersama keluarga pakai mobil pribadi," terangnya. 

Lanjut Wahdaniah bahwa lokasi yang mudah dijangkau, membuat dirinya bersama keluarga tidak merasa kesulitan untuk menuju Masjid Tiban. 

Terlebih dengan adanya jalan tol dari wilayah Kabupaten Pasuruan menuju Kabupaten Malang yang keluar di pintu Exit Tol Singosari, membuat ia seringkali hanya bersama keluarga berwisata ke Masjid Tiban. 

"Iya mas. Ya dengan adanya jalan tol, memudahkan saya menuju Masjid Tiban. Karena di sana itu bukan hanya masjid, di sana juga disediakan toko-toko yang berjualan oleh-oleh. Lah itu bisa buat saudara dan teman di rumah," jelasnya. 

Sementara itu, untuk menuju Masjid Tiban para wisatawan jika menggunakan mobil dengan melalui tol, dapat keluar dari Exit Tol Singosari lalu berbelok menuju ke arah selatan menuju ke arah persimpangan Pabrik Gula Krebet sekitar 13 kilometer. 

Setelah itu berbelok ke arah timur sekitar 12 kilometer mengikuti jalan menuju ke arah Jalan Raya Talangsuko, kemudian melewati Jalan Sajid, kemudian melewati Jalan KH. Wachid Hasyim dan setelah itu bertemu pertigaan menikung, wisatawan dapat berbelok ke kanan menuju Jalan Jeruk dengan mengikuti jalan hingga melewati Jalan Anggur. Akhirnya wisatawan dapat menikmati keindahan dan kemegahan Masjid Tiban. 

Sebagai informasi, bahwa Masjid Tiban sempat diisukan dibangun oleh jin hanya dengan waktu satu malam. Faktanya menurut informasi yang dihimpun, bahwa Masjid Tiban berada di komplek Pondok Pesantren (Ponpes) dibangun oleh Romo KH. Ahmad Baru yang merupakan pengasuh Ponpes Salafiyah Bihaaru Bahri' Asali Fadlaailir Rahman. 

Bangunan Masjid Tiban dengan tinggi 10 lantai ini faktanya dibangun selama 10 tahun, mulai tahun 1968 hingga tahun 1978. Dengan memiliki luas sekitar tujuh hektar, komplek Masjid Tiban ini juga memiliki bangunan lain seperti pujasera yang berada di lantai lima, di lantai dasar juga terdapat aula dengan kursi-kursi yang telah tersedia. 

Bangunan yang tinggi dan luas ini dengan adanya lorong panjang berisikan ukiran kaligrafi, serta ornamen keramik yang didominasi warna biru itu membuat Masjid Tiban semakin unik, indah dan megah.

Topik
Masjid TibanMasjid Tiban TurenWisata Religiwisata kabupaten malang
Townhouse-The-Kalindra-foto-The-Kalindra-P80c5928dba440a88.jpg

Berita Lainnya

Berita

Terbaru