MALANGTIMES - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) kini disebut telah menyiapkan mitigasi bencana akibat potensi tsunami dengan tinggi hingga 20 meter.
Hal ini dipicu oleh gempa megathrust selatan Jawa energi magnitudo mencapai 9,1. Potensi ini berdasarkan riset yang dilakukan BNPB bersama Institut Teknologi Bandung (ITB).
Baca Juga : Lima Kejadian Bencana Terjadi, Ini Catatan BPBD Pemkab Malang

BNPB dan ITB melakukan penelitian yang hasilnya menunjukkan adanya potensi gempa yang berpotensi tsunami.
Hasil riset tersebut juga telah dipublikasikan di jurnal internasional Nature pada September 2020.
Dalam riset "Implikasi Gempa Megathrust dan Tsunami di Jawa" BNPB dan ITB mengungkap potensi gempa yang dapat membangkitkan tsunami di dua lokasi selatan Jawa, selatan Banten dan selatan Jawa Tengah-Jawa Timur.
"Segmen Jateng-Jatim berpotensi memiliki energi magnitudo 8,9 yang jika terlepas secara bersamaan akan menghasilkan potensi energi setara magnitudo 9,1," ujar keterangan tersebut.
Baca Juga : Polres Malang Temukan Sejumlah Kotak Amal Dicurigai untuk Pendanaan Kegiatan Radikal
Untuk mengatasai hal ini, BNPB pun telah mendesain upaya mitigasi terintegrasi. Salah satunya yakni melakukan pembangunan greenbelt yang akan dilakukan dalam waktu dekat.
Greenbelt atau sabuk hijau adalah rangkaian dua tanaman yang ditanam di sisi laut. Dengan cara ini diklaim bisa berfungsi untuk mereduksi energi tsunami, dan berfungsi sebagai lapisan pelindung bagian darat.
