BNN Kabupaten Malang Beber Pemulihan Pecandu melalui Tahapan Ini, jika tidak Malah Fatal

Dec 28, 2020 18:43
Kepala BNN Kabupaten Malang, Letkol Laut PM Candra Hermawan saat menggelar konferensinpers laporan akhir tahun, Senin (28/12/2020). (Foto: Tubagus Achmad/MalangTimes) 
Kepala BNN Kabupaten Malang, Letkol Laut PM Candra Hermawan saat menggelar konferensinpers laporan akhir tahun, Senin (28/12/2020). (Foto: Tubagus Achmad/MalangTimes) 

MALANGTIMES - BNN (Badan Narkotika Nasional) Kabupaten Malang menegaskan bahwa untuk memulihkan para pecandu narkoba harus dengan cara yang tepat. Dikarenakan jika tidak melalui tahapan-tahapan yang sesuai dengan tingkatan kecanduannya, akan berakibat fatal. 

Kepala BNN Kabupaten Malang, Letkol Laut PM Candra Hermawan mengatakan bahwa untuk SOP (Standard Operational Procedure) pemulihan seorang pecandu terdapat beberapa tahapan. 

"Memang ini suatu penyakit bukan sembuh tapi pulih. Rehab sifatnya konseling, di sini ada tim medis, tim psikolog dan tim rohani. Memang butuh waktu dan komitmen dari korban untuk pemulihan," ungkapnya saat menggelar konferensi pers laporan akhir tahun di Kantor BNN Kabupaten Malang, Senin (28/12/2020). 

Lanjut Candra, bahwa untuk di tahapan tim medis jika dari korban penyalahgunaan narkoba setelah diberikan informasi tentang bahaya narkoba yang akan merusak organ-organ tubuh manusia secara perlahan dan jika dibiarkan akan menyebabkan overdosis hingga kematian. 

"Dari tim medis, karena sudah direhab maka akan pulih atau sadar. Tapi tidak menutup kemungkinan akan kembali lagi, kalau dia tidak benar-benar bertekad untuk berhenti. Harus benar-benar menjauhi lingkungan tempat narkoba karena kita nggak mungkin bisa mengawasi 1x24 jam," jelasnya. 

Untuk pemulihan dari tim psikolog, Candra mengatakan bahwa pecandu akan diberikan terapi dengan memberitahukan efek seorang pecandu akan kehilangan pekerjaan dan putusnya harapan di masa depan. "Dari tim rohani bakal memberitahukan bahwa penggunaan narkoba itu dosa dan barang haram. Diharapkan masukan-masukan dari tim medis, tim psikolog dan tim rohani dapat membuat pecandu tersebut bisa pulih dan kembali normal," terangnya. 

Namun, semua itu kembali kepada masing-masing pecandu. Karena kategori pecandu dikatakan Candra hanya terdapat dua kategori yakni ringan dan berat. "Misalnya jika ada yang ketergantungan tinggi, dia kalau nggak dikasih obat khusus akan sakau," ujarnya. 

Maka dari itu, untuk pemulihan atau rehabilitasi pecandu berat tidak dilakukan di tempat rehabilitasi milik BNN Kabupaten Malang. Melainkan bakal diarahkan untuk menuju tempat rehabilitasi di Rumah Sakit Jiwa Radjiman Wediodiningrat Lawang atau di Unit Terapi dan Rehabilitasi BNN Lido Bogor. "Karena di situ ada obat pengganti selain narkotika," ucapnya. 

Candra pun bercerita pengalamannya menemukan pecandu yang mengalami ketergantungan berat terhadap narkoba. Namun ibu dari pecandu tersebut malu jika akan direhabilitasi di RSJ Radjiman Wediodiningrat Lawang atau Unit Terapi dan Rehabilitasi BNN Lido Bogor. "Karena (ibu dari pecandu, red) pejabat suatu rumah sakit, jadi nggak direhab di rumah sakit tapi dipondokkan dan nggak dikasih obat, sehingga sakau terus mati," bebernya. 

Lebih lanjut Candra menjelaskan bahwa proses rehabilitasi para pecandu terdapat tahapannya. Jika pecandu ringan dapat menjalani rawat jalan, jika pecandu berat harus menggunakan obat khusus pengganti narkotika.  

Sementara itu, menurut pemetaan dari BNN Kabupaten Malang, peredaran narkoba seringkali terjadi di dua kecamatan yakni Kecamatan Kepanjen dan Kecamatan Sumbermanjing Wetan. "Kita sudah melaksanaan pemetaan paling dominan peredaran sabu dan ganja. Daerah rawan yang didominasi penyalahguna, misal Kepanjen dan Sumbermanjing Wetan itu rata-rata banyak penyalahguna," terangnya. 

Ketika disinggung mengenai jumlah penyalahguna dan mengapa dua kecamatan teersebut menjadi sorotan peredaran narkoba, Candra tidak menjelaskan secara detail, namun pihaknya menuturkan bahwa di dua kecamatan tersebut banyak penyalahguna yang tertangkap pihak kepolisian yang berarti menunjukkan kerawanan sebuah daerah.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik
BNN Kabupaten MalangPecandu Narkoba

Berita Lainnya

Berita

Terbaru