Sederet Komoditi Alami Kenaikan, Diprediksi sampai Awal 2021

Dec 26, 2020 10:02
Daging ayam, salah satu komoditi pasar yang terus alami kenaikan harga (Dokumentasi MalangTIMES).
Daging ayam, salah satu komoditi pasar yang terus alami kenaikan harga (Dokumentasi MalangTIMES).

MALANGTIMES - Kenaikan harga sederet komoditi nampaknya tak pernah absen di hari-hari besar. Saat momen Natal dan tahun baru, harga komoditi turut mengalami kenaikan. Itu pula yang terjadi di Kota Malang saat ini. Kenaikan yang terjadi itupun diprediksi masih akan berlangsung hingga awal 2021 mendatang.

Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan, Wahyu Setianto menyampaikan, beberapa komoditi yang mengalami kenaikan di antaranya seperti cabai, tomat, telur, hingga daging ayam. Kenaikannya pun bervariasi, mulai dari 25 persen bahkan 100 persen.

Baca Juga : Kado Nataru, Favehotel Tlogomas Malang Raih Predikat Memuaskan CHSE

"Seperti cabai misalnya, sebelumnya itu harga perkilogram sekitar Rp 30 ribu, tapi bulan ini menyentuh angka Rp 60 ribu perkilogramnya. Termasuk daging ayam biasanya Rp 33 ribu perkilogram sekarang Rp 37 ribu perkilogram," kata Wahyu.

Kenaikan itu menurut Wahyu diprediksi akan bertahan hingga awal 2021 mendatang. Lantaran, kebutuhan masyarakat memang cukup besar dan ketersediaan di pasar masih tetap. Meski begitu, Pemerintah Kota Malang akan tetap memantau agar tidak sampai terjadi penimbunan dan permainan harga di pasar.

Wahyu menjelaskan jika operasi pasar menjadi salah satu upaya yang dilakukan untuk menekan dan menstabilkan harga di pasar. Namun operasi pasar sudah dilakukan pada satu bulan sebelumnya. Sehingga, untuk rencana operasi pasar di Desember 2020 dan Januari 2021 masih akan diusahakan. "Untuk operasi pasar lagi saya akan koordinasikan dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Kementerian Perdagangan dulu," katanya.

Sementara untuk beberapa kebutuhan pokok lain seperti beras, gula, minyak, dan tepung menurut Wahyu harganya masih tetap stabil seperti bulan-bulan sebelumnya. "Untuk beras, gula, dan tepung masih tetap stabil harganya," jelasnya.

Sementara itu, berdasarkan Siskaperbapo, disebutkan jika harga rata-rata beras di pasar rakyat di Kota Malang per kilogram adalah Rp 12 ribu. Kemudian harga gula pasir per kilogram Rp 12.700, minyak goreng kemasan Rp 14.500 per liter, dan Rp 14.250 per liter untuk minyak goreng curah.

Baca Juga : Kunjungi Stand Apartemen The Kalindra di Matos, Dapatkan Diskon Akhir Tahunnya

Selanjutnya untuk daging sapi dibanderol Rp 115 ribu per kilogram, daging ayam ayam boiler Rp 35 ribu per kilogram, daging ayam kampung Rp 60 ribu per kilogram, telur ayam ras Rp 25.500 per kilogram, telur ayam kampung Rp 43.500 per kilogram, dan tepung terigu Rp 8.500 per kilogram.

Kemudian untuk bumbu dan sayur-sayuran, untuk cabai keriting dibandrol Rp 53 ribu per kilogram, cabai biasa Rp 51 ribu per kilogram, cabai rawit Rp 37 ribu per kilogram, bawang merah Rp 30 ribu per kilogram, bawang putih Rp 22.500 per kilogram, kol atau kubis Rp 9.500 per kilogram, kentang Rp 13 ribu per kilogram, tomat Rp 11 ribu per kilogram, wortel Rp 10 ribu per kilogram, dan buncis Rp 10 ribu per kilogram.

Topik
Berita MalangDiskoperindag Kota Malang

Berita Lainnya

Berita

Terbaru