Cara Mencerdaskan Otak, Begini Penjelasan Alquran

Dec 26, 2020 08:57
Ilustrasi (Istimewa).
Ilustrasi (Istimewa).

MALANGTIMES - Otak menjadi salah satu organ yang paling penting pada tubuh seseorang. Karena otak merupakan tempat untuk menerima informasi dan menggerakkan seluruh organ manusia. Berbagai penelitian mengenai otak seseorang pun telah dilakukan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh otak untuk kehidupan sehari-hari.

Jauh sebelum para peneliti melakukan penelitian mengenai beberapa hal yang berkaitan dengan otak, hal itu sudah dijelaskan Allah SWT dalam Alquran. Dilansir dari channel YouTube Islam Populer, dijelaskan pula di dalamnya bahwasanya berkomunikasi dengan Allah SWT akan meningkatkan komunikasi otak yang itu juga sangat berpengaruh pada kecerdasan dan emosi seseorang.

Baca Juga : Ini Dia, Rahasia Awet Muda Para Ashabul Kahfi yang Dijelaskan Al-Qur'an

Allah SWT pun berfirman, "Sesungguhnya keadaann-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu hanya berkata kepadanya, Jadilah! Maka jadilah ia. Maka Maha Suci (Allah SWT) yang ditangan-Nya kekuasaan atas segala sesuatu dan kepada-Nya kamu dikembalikan," (QS Yasin: 82-83).

Sebagaimana yang diisyaratkan dalam Quran Surat Yasin tersebut, maka semua kegiatan digerakkan proses syaraf manusia. Pengamatan dengan mikroskop canggih mengungkapkan jika komunikasi di dalam syaraf otak bekerja begitu cepat. Jangka waktu itu sangat singkat dan tak banyak disadari. Penelitian itu ditunjukkan ketika seseorang menginjak kaca pecah, maka otak langsung merespons itu sakit hanya dalam hitungan seperibuan detik. Komunikasi cepat itu direspons oleh komunikasi dengan otak dan organ lain.

Dalam Alquran pun dijelaskan jika Allah SWT menyempurnakan manusia dengan akal dan otak agar sempurna. "Sungguh kami telah menciptakan manusia dalam bentuk sebaik-baiknya," (QS At-Tin: 4).

Setelah diciptakan, Allah SWT memberikan tugas kepada setiap manusia. Allah SWT berfirman, "Ingatlah kamu ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, 'Sesungguhnya Aku hendak menjadikan Khalifah di muka bumi'. Mereka berkata, 'Apakah Engkau hendak menjadikan orang yang merusak dan menumpahkan darah di sana, sedangkan kami bertasbih dan memuji-Mu? Dia berfirman, 'Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui," (QS Al-Baqarah: 30).

Manusia menjadi makhluk yang sangat istimewa karena diberikan banyak kelebihan. Manusia diberikan nafsu dan memiliki otak yang dapat mengendalikan itu. Kemuliaan itu menjadikan manusia pantas sebagai Khalifah di bumi. Akal kedudukannya tinggi dan dengan akal bisa memilah yang baik dan yang buruk, serta menyembah Allah SWT.

Organ otak sebagai sentral pengendalian semua aktivitas juga dijelaskan Rasulullah. Rasulullah SAW bersabda, "Tidak ada akal seperti kebijaksanaan, dia tiada wara' seperti mencegah diri (dari maksiat), serta tiada keutamaan seperti akhlak yang baik," (HR. Ibnu Majah).

Salat tahajud pun sangat dianjurkan untuk meningkatkan komunikasi dalam otak. Allah SWT berfirman, "Bangunlah (untuk shalat) pada malam hari, kecuali sedikit (yaitu) separuh afah kurang sedikit, atau tambahan padanya, dan bacalah Al-Qur'an denga. Nada yang lambat, terukur, dan ritmis," (QS. Al-Muzzammil: 2-4).

Baca Juga : Bagikan 500 Voucher di Tsunami 1.260 Kabupaten Malang, ini Cara Akses Taman Kemesraan Pujon

Dalam penelitian disebutkan jika bangun di malam hari tidak akan mengganggu kesehatan. Karena manusia yang sehat hanya membutuhkan tidur selama tiga jam saja.

Seorang peneliti bernama Fadhlalla Haeri mengatakan jika perintah melaksanakan salat tahajud tidak akan mengurangi jatah tidur seseorang. Allah SWT berfirman, "Sesungguhnya bangun di malam hari lebih kuat pengaruhnya, dan ucapannya lebih lurus (QS Al-Muzzammil: 6).

Bangun di sepertiga malam memiliki fungsi yang baik bagi tubuh. Karena itu akan membangun spiritual kecerdasan dan meningkatkan kemampuan berkomunikasi dengan Allah SWT. Hal itu juga diyakini mampu membendung emosi seseorang.

Allah SWT pun mencela mereka yang tidak berakal, "Dan mereka berkata, 'Sesungguhnya kami mendengarkan atau memikirkan (peringatan itu), niscaya tidaklah kami termasuk penghuni-penghuni neraka yang menyala-nyala," (QS Al-Mulk: 10).

Topik
alquranQS Al Baqarah 30

Berita Lainnya

Berita

Terbaru