Tamu Wajib Bawa Rapid Test, PHRI Prediksi Okupansi Hotel Menurun

Dec 23, 2020 13:11
Salah satu gedung hotel di Kota Malang. (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES).
Salah satu gedung hotel di Kota Malang. (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES).

MALANGTIMES - Pemerintah Kota (Pemkot) Malang mewajibkan wisatawan yang akan berkunjung ke wilayahnya dengan membawa hasil rapid test. Terutama bagi wisatawan yang berencana menginap di hotel-hotel saat momen libur natal dan tahun baru.

Hal ini nampaknya cukup mempengaruhi kondisi okupansi hotel di Kota Malang. 

Baca Juga : Mendekati Nataru 2021, Okupansi Penginapan Kota Batu Belum Sampai 40 Persen

Jelang akhir tahun ini saja, Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Malang mencatat, banyak tamu hotel yang telah melakukan booking akhirnya membatalkan kunjungan.

Ketua PHRI Kota Malang Agoes Basoeki, menyampaikan, saat ini sekitar 30 persenan tamu hotel di Kota Malang pada akhirnya melakukan pembatalan. Hal tersebut diakuinya karena adanya persyaratan yang mengharuskan membawa hasil rapid test.

"Antara 20-30 persen lah, kalau dirata-rata semua ya. Tapi ada yang bilang teman-teman hotel ini, separuh membatalkan. Tapi ada yang masih jalan, dan memenuhi aturan itu," terangnya, Rabu (23/12/2020).

Agoes menambahkan, para pengelola hotel saat ini mencoba memberikan informasi adanya aturan yang mengharuskan membawa hasil rapid test antigen atau rapid test antibodi kepada calon tamu.  

"Sementara hotel-hotel pada menghubungi calon tamu-tamu itu. Pak, bu mau masuk 5malang sekarang ada aturan ini, sebagian ada yang menyadari ada yang membatalkan memang. Kaget kita ya, saat ini banyak tamu yang cancel bermalam di hotel karena aturan ini," imbuhnya.

Lebih jauh, prediksi okupansi hotel di libur Nataru kali ini dikatakan Agoes akan menurun. Meskipun, pihaknya mengharapkan penurunan tersebut tidak terlalu banyak.

Dalam hal ini, pihaknya masih optimis penurunan tidak akan mencapai angka 40 persen. Sehingga, para tamu diharapkan tetap bisa menginap di hotel meski harus menyertakan hasil rapid test.

Baca Juga : Di Tengah Pandemi Covid-19 Bisnis Aquascape Sangat Menjanjikan

"Yang jelas menurun (okupansi hotel), kalau kemarin prediksi kita hotel-hotel penuh. Tapi, karena aturan ini jadi menurun. Target kita bisa mencapai 50 persen, jangan sampai di bawah itu. Tapi kita tetap semangat, siapa tahu para pengunjung tetap bisa bertamu, karena fasilitas rapid test juga sudah banyak dimana-mana," jelasnya.

Meski begitu, hingga saat ini pihaknya tetap mendukung apa yang menjadi keputusan dari Pemerintah Daerah (Pemda). Pihaknya juga mengimbau pengelola hotel untuk tetap taat pada aturan yang telah ditetapkan.

Sebab, hal ini juga menjadi salah satu upaya untuk menekan angka kasus Covid-19 yang kini masih mengalami lonjakan.

"Yang jelas hotel-hotel dan pariwisata memang terpuruk, tapi kita maklumi. Ada aturan rapid test dan sebagainya, ya kita maklumi. Kita berharap ada kesadaran dari calon tamu, kemudian kita juga. Semua berjalan, bisnis berjalan, hotel-hotel, tamu juga datang dengan rapid test. Jadi, sama-sama kesadaran, kalau itu baik, tentunya nggak ada masalah," pungkasnya.

Topik
Pemkot Malang Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia PHRI Kota Malang Okupansi Hotel Menurun Rapid Test

Berita Lainnya

Berita

Terbaru