Kota Malang Siapkan Rapid Test Antibodi Unlimited

Dec 22, 2020 17:25
Pelaksanaan rapid test di Kota Malang beberapa waktu yang lalu. (Arifina Cahyanti Firdausi/MangTIMES).
Pelaksanaan rapid test di Kota Malang beberapa waktu yang lalu. (Arifina Cahyanti Firdausi/MangTIMES).

MALANGTIMES - Pengetatan akses jelang libur panjang Natal dan tahun baru (Nataru) di Kota Malang diberlakukan bagi kedatangan wisatawan. Hal itu menyusul kenaikan lonjakan kasus covid-19.

Kebijakan untuk wisatawan itu agar membawa hasil rapid test saat akan masuk ke Kota Malang. Jika sebelumnya harus menunjukkan rapid test antigen, kini kebijakan itu diganti dengan membebaskan pilihan kepada para wisawatan akan menggunakan rapid test antigen atau rapid test antibodi.

Baca Juga : Perayaan Nataru, Satgas Covid-19 Kabupaten Malang Sediakan 3.600 Rapid Test Antigen

Wali Kota Malang Sutiaji menyampaikan, hal itu sebagai upaya menekan penyebaran kasus covid-19. Bahkan, dalam prosesnya, pihaknya akan menyiapkan alat rapid test antibodi unlimited di perbatasan kota bagi para pendatang.

"Jumlahnya (alat rapid test) unlimited, untuk rapid test antibodi. Tapi, untuk pelaksanannya, petugas nanti akan lakukan sampling kepada wisatawan luar kota yang datang," ujarnya, Selasa (22/12/2020).

Kebijakan ini dibuat menyusul sejumlah daerah yang telah menerapkan aturan serupa. Antara lain Solo, Yogyakarta, dan Bali sebagai antisipasi serbuan wisatawan saat libur natal dan tahun baru.

Apalagi, kawasan Malang Raya selama ini memang menjadi daerah kunjungan wisata di Jawa Timur. Banyak tamu luar daerah yang berkunjung ke Malang Raya.

"Teknisnya tidak mungkin semua orang di kendaraan dirapid test (masal oleh pemkot). Nanti dilakukan sampling, bagaimana diatur oleh petugas agar tetap tidak terjadi penumpukan dan kemacetan. Seperti dalam SE (surat edaran) nanti juga bagi tamu hotel sebelum masuk waktu check in harus tunjukan bukti rapid," imbuhnya.

Sementara itu, Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Leonardus Simarmata menambahkan, pihaknya akan bekerja sama dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang untuk membantu terkait bidang kesehatan di setiap pos pengamanan dan pelayanan di batas kota.

Baca Juga : Mulai Besok, Penumpang Kereta Api Harus Tunjukkan Rapid Test Antigen

"Kami dibantu oleh Dinkes untuk peralatan rapid test. Tetapi nanti kami selektif prioritas karena kami tidak menginginkan nanti ada kemacetan di Kota Malang yang menimbulkan kerumunan," ungkapnya.

Di samping juga, pengetatan terkait dilarangnya kegiatan yang memunculkan kerumunan dengan menggencarkan operasi yustisi pada libur panjang Natal dan tahun baru.

"Operasi yustisi tetap dilakukan lima kali dalam sehari, termasuk di setiap kecamatan. Operasi penertiban protokol kesehatan karena kita tidak mau ambil risiko ada penambahan kluster baru di momen Nataru ini. Kami tak segan untuk membubarkan segala macam kegiatan yang sifatnya pengumpulan massa," pungkasnya.

Topik
libur panjangNatal dan Tahun BarunataruKota MalangCovid 19Rapid TestRapid Antibodi

Berita Lainnya

Berita

Terbaru