Protokol Kesehatan di Kota Batu Diperketat Demi Zona Hijau

Dec 20, 2020 20:15
Tim gabungan saat melakukan Operasi yustisi dan Cipta Kondisi Penegakkan Hukum protokol kesehatan covid-19 di Alun-Alun Kota Batu. (Foto: istimewa)
Tim gabungan saat melakukan Operasi yustisi dan Cipta Kondisi Penegakkan Hukum protokol kesehatan covid-19 di Alun-Alun Kota Batu. (Foto: istimewa)

MALANGTIMES - Operasi yustisi dan cipta kondisi penegakkan hukum protokol kesehatan Covid-19 setiap harinya terus dilaksanakan oleh tim gabungan di Kota Batu. Hal ini dalam upaya menghindari angka konfirmasi positif Covid-19 semakin melonjak tinggi. Protokol kesehatan pun dalam setiap kegiatan perketat supaya Kota Batu bisa masuk dalam zona hijau.

Seperti halnya pedagang kaki lima (PKL) saat berjualan harus menggunakan masker yang benar dan tepat. Jika tidak sanksinya tidak diperkenankan untuk berjualan.

Baca Juga : Kembali Tinggi, Pasien Konfirm Tambah 10 Orang, Jumlah Kumulatif Hampir 1.000 di Batu

“Bagi pedagang yang didapati saat melayani konsumen, masker tidak digunakan dengan benar, petugas yang akan bertugas menindak dan bertindak tegas,” ungkap kata Wakil Walikota Batu, Punjul Santoso.

Kemudian, bagi yang menggelar hajatan pernikahan di Kota Batu diperketat izinnya. Yakni, jika menggelar hajatan namun tidak dengan protokol kesehatan yang berlaku tidak akan dikeluarkan surat izin oleh Gugus Tugas Covid-19.

“Tidak serta merta memberikan rekomendasi bagi warga yang punya hajat. Tapi betul-betul diseleksi dengan ketat, apakah hajatan itu menggunakan standart pengamanan covid atau tidak,” imbuhnya.

Diperketatnya protokol kesehatan ini sebagai upaya menekan dan mencegah angka konfirmasi Covid-19 di Kota Batu. Kluster keluarga muncul dari hajatan, pelayat kematian, hingga kunjungan keluarga dari luar kota, dan sebagainya.

Ia pun mengimbau kepada masyarakat Kota Batu agar tidak menyepelekan Covid-19. Tetap memperhatikan protokol kesehatan dengan 3M (memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan).

Baca Juga : Wisatawan Masuk Kota Malang Wajib Rapid Test Antigen

Sedang, hingga Minggu (20/12/2020) terdapat tambahan pasien konfirm positif sebanyak dua pasien. Sehingga jumlah kumulatif 994 orang di Kota Batu, dengan tambahan pasien yang dinyatakan sembuh sebanyak 10 orang.

Dengan bertambahnya 10 pasien yang sembuh itu totalnya 865 orang. Angka meninggal dunia sebanyak 80 orang. Kasus suspek sejumlah 724 orang, probable ada 68 orang, diisolasi sebanyak 150 orang, dan discarded 582 orang.

 

Topik
Zona Hijau Covid19prokes kota batuWakil Walikota Batu

Berita Lainnya

Berita

Terbaru