Kuota Ibadah saat Nataru di Kota Malang Dibatasi 20 Persen

Dec 17, 2020 16:49
Wali Kota Malang Sutiaji. (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES).
Wali Kota Malang Sutiaji. (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES).

MALANGTIMES -  Menyusul lonjakan kasus covid-19, Kota Malang semakin memperketat pembatasan aktivitas keramaian. Termasuk kegiatan saat perayaan Natal dan tahun baru (Nataru) 2021 mendatang.

Hal itu dijelaskan Wali Kota Malang Sutiaji usai menggelar rapat koordinasi (rakor) Nataru  bersama Forkopimda Kota Malang, Kamis (17/12/2020). "Salah satu yang kami atur berkaitan dengan tempat-tempat ibadah. Gereja maupun tempat ibadah bagi yang muslim harus melakukan protokol covid-19," ujarnya.

Baca Juga : Tak Pernah Lakukan Salat, Sosok Ini Justru Dijamin Masuk Surga

Adapun beberapa pembatasan tersebut terkait dengan kuota pelaksanaan ibadah, baik bagi jemaat yang melaksanakan misa Natal ataupun bagi jamaah yang menggelar acara pengajian malam tahun baru. Yakni, kuota yang ditentukan 20 persen dari kapasitas total tempat.

"Kalau di gereja, ada pembatasan 20 persen dari kapasitas. Gereja besar, termasuk gereja-gereja yang kecil. Dan semua kegiatan yang mengundang massa maksimal kita batasi 190 orang. Jika satu tempat berkapasitas 1.000, itu 20 persennya. Kan lebih dari 200. Tapi kita batasi maksimal 190," imbuhnya.

Hal tersebut tak hanya berlaku untuk kegiatan saat perayaan Nataru saja, melainkan i untuk seluruh kegiatan kemasyarakatan yang mengundang kerumunan. Bahkan, hal in ipun dengan tegas dikatakan jika kegiatan kerumunan dilarang.

"Jadi bukan hanya untuk perayaan-perayaan Natal dan tahun baru, tapi seluruh kegiatan masyarakat, seperti hari ibu dan kegiatan PKK. Masyarakat untuk menghentikan kegiatan-kegiatan itu," imbuhnya.

Baca Juga : Sempat Runtuh, Begini Kisah Pembangunan Kembali Kakbah oleh Nabi Ibrahim dan Ismail

Belum lagi, kebiasaan umat muslim di Kota Malang yang kerap menggelar doa bersama di malam pergantian tahun itu. Menurut Sutiaji, hal itu juga dilakukan pembatasan kuota peserta jamaah.

"Kadang akhir tahun itu ada doa bersama. Maka kami batasi juga jumlahnya. Tidak boleh lebih dari 190. Kalau perayaan-perayaan tahun baru, seperti petasan, ada acara-acara yang mengundang kerumunan massa, maka itu semua dilarang," tandasnya.

Topik
Covid 19Kota MalangNatal dan Tahun BaruWali Kota Malang SutiajiForkopimda Kota Malang

Berita Lainnya

Berita

Terbaru