Jelang Libur Nataru 2021, Kadinkes: Orang yang Punya Penyakit Komorbid tidak Usah Liburan

Dec 15, 2020 19:59
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, Arbani Mukti Wibowo saat ditemui awak media di Pendopo Agung Kabupaten Malang. (Foto: Tubagus Achmad/MalangTimes) 
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, Arbani Mukti Wibowo saat ditemui awak media di Pendopo Agung Kabupaten Malang. (Foto: Tubagus Achmad/MalangTimes) 

MALANGTIMES - Namun, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, Arbani Mukti Wibowo mewanti-wanti masyarakat yang memiliki penyakit komorbid atau penyakit penyerta agar tidak liburan terlebih dahulu. Khususnya pada saat libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2020.

"Jadi orang atau keluarganya yang mempunyai komorbid atau penyakit penyerta mending tidak usah liburan dulu berbahaya. Jangan ikut daripada hal yang tidak diinginkan terjadi," ungkapnya, Selasa (15/12/2020). 

Arbani beralasan bahwa tempat destinasi wisata jika tidak dibatasi terkait wisatawan yang datang, akan dikhawatirkan tempat wisata akan menjadi klaster Covid-19. Akibatnya, tempat wisata dapat ditutup untuk sementara jika terjadi klaster. "Karena orang yang mempunyai penyakit komorbid bakal mudah terpapar Covid-19 dan gejalanya itu berat, seperti sesak nafas," ujarnya. 

Terlebih lagi disampaikan Arbani bahwa untuk saat ini ruang isolasi di Rumah Sakit rujukan yang ada di Kabupaten Malang sedang penuh dengan pasien terkonfirmasi Covid-19. "Rumah sakit rujukan kami sedang penuh. Lebih baik jangan liburan dulu," terangnya. 

Saran dan catatan tersebut diperuntukkan bagi wisatawan yang sedang memiliki penyakit komorbid dan dikhawatirkan akan mudah terpapar Covid-19. 

Untuk wisatawan yang kondisi tubuhnya sedang sehat, Arbani mengimbau agar wisatawan yang sehat tetap menerapkan protokol kesehatan Covid-19 dengan tertib dan disiplin. 

Seperti yang terus diimbau oleh Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah, penerapan protokol kesehatan Covid-19 yakni 3M (Memakai masker, Menjaga jarak dan Mencuci tangan) wajib diterapkan bagi seluruh masyarakat yang keluar dari rumah. Karena itu merupakan antisipasi awal untuk mencegah terpapar dari Covid-19. 

"Jadi tetap disiplin protokol kesehatan itu yang bisa meminimalisir masyarakat terpapar Covid-19. Tidak apa apa beraktivitas tapi tetap gunakan masker dan terapkan protokol kesehatan," tutupnya. 

Sebagai informasi, berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Malang pada hari Selasa (15/12/2020) pukul 15.03 WIB, jumlah pasien terkonfirmasi positif Covid-19 sebanyak 1.301 orang, berhasil sembuh 1.173 orang dan meninggal dunia sebanyak 81 orang.

Topik
Berita MalangCovid 19Dinkes Kabupaten Malang

Berita Lainnya

Berita

Terbaru