Diduga Bunuh Diri karena Depresi Cerai, Warga Gondanglegi Ditemukan Membengkak di Sungai

Dec 11, 2020 19:11
Tim PMI Kabupaten Malang beserta tim gabungan saat mengangkat jasad korban yang diduga bunuh diri. (PMI Kabupaten Malang)
Tim PMI Kabupaten Malang beserta tim gabungan saat mengangkat jasad korban yang diduga bunuh diri. (PMI Kabupaten Malang)

MALANGTIMES - Diduga bunuh diri dengan cara meloncat ke sungai, Moch. Gufron alias Gepeng (37), warga Jalan Sunan Drajat, Desa Bulupitu, Kecamatan Gondanglegi, akhirnya ditemukan, Jumat (11/12/2020), jasad korban ditemukan di Dam Blobo Sungai Brantas, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang.

Kasi Pelayanan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Malang Amirul Yasin mengatakan bahwa pihaknya sudah menemukan satu orang yang diduga bunuh diri dan loncat ke sungai pada Rabu 9 Desember 2020.

Baca Juga : Kenalan Online, Ketemu dan Nikah, TKW Tulungagung Kini Proses Cerai "Online"

Setelah menyusuri Sungai Brantas bdengan berbekal peralatan lengkap, PMI Kabupaten Malang berhasil menemukan jasad Gufron di Dam Blobo. "Jarak dari lokasi kejadian  (ke Dam Blobo)  sekitar 2 kilometer," ungkap  Amirul Yasin, Jumat (11/12/2020).

Amirul menyatakan bahwa ketika ditemukan, badan korban sudah dalam kondisi membengkak dan menyangkut di badan sungai. "Setelah dievakuasi, korban kami bawa ke RSUD Kanjuruhan untuk visum sebelum dikembalikan ke rumah duka," kata dia.

Yang terlibat dalam pencarian itu adalah  76 personel yang merupakan tim gabungan. "Usai melakukan bunuh diri, jenazah korban hilang. Diduga kuat saat itu dibawa arus air. Akhirnya kita melakukan pencarian dan baru ditemukan hari ini," ujarnya.

 

Untuk diketahui, pada  Rabu (9/12/2020) lalu sepeda BMX ditemukan di kawasan jembatan Dam Blobo tanpa pemilik.

Berdasarkan informasi dari warga sekitar, sepeda BMX tersebut milik Gufron. Lalu setelah dilakukan penyelidikan oleh jajaran Polsek Kepanjen, Gufron diduga melakukan bunuh diri.

Baca Juga : Foto 6 Terduga Pengawal Rizieq yang Ditembak Mati, Ini Kronologi Versi FPI vs Polisi

"Hal itu diperkuat dengan ditemukannya fotokooi KK dan surat nikah milik korban," terang salah satu anggota Polsek Kepanjen, Aiptu I Ketut Agung.

Dugaan sementara mengerucut bahwa korban nekat melakukan aksi bunuh diri akibat depresi. Sebab, saat itu, korban sedang dalam proses bercerai dengan istrinya, Rofiatus Sa'diyah.

 

Topik
bunuh diriKabupaten MalangPalang Merah Indonesia PMIloncat ke sungaiSungai Brantas

Berita Lainnya

Berita

Terbaru