Cegah Klaster Pilkada, Gubernur Jatim Tinjau TPS di Kabupaten Malang

Dec 08, 2020 22:15
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa (jilbab putih) saat melakukan peninjauan di salah satu TPS yang ada di Kecamatan Dau, Kabupaten Malang. (Foto : Ashaq Lupito / MalangTIMES)
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa (jilbab putih) saat melakukan peninjauan di salah satu TPS yang ada di Kecamatan Dau, Kabupaten Malang. (Foto : Ashaq Lupito / MalangTIMES)

MALANGTIMES - Sehari jelang pencoblosan pilkada (pemilihan kepala daerah) serentak, Gubernur Jatim (Jawa Timur) Khofifah Indar Parawansa melakukan peninjauan ke sejumlah TPS (tempat pemungutan suara) di Kabupaten Malang, Selasa (8/12/2020) malam. Dalam kunjungan ini, Khofifah bersama jajaran Forkopimda (Forum Komunikasi Pimpinan Daerah) Jatim,  Bawaslu (Badan Pengawas Pemilu) Jatim, dan Kktua KPU (Komisi Pemilihan Umum) Jatim.

Ditemui di sela-sela agenda peninjauan, orang nomor satu dijajaran Pemprov (Pemerintah Provinsi) Jatim ini, mengaku serangkaian agenda peninjauan TPS tersebut dilakukan guna menghindari klaster covid-19  selama pilkada berlangsung.

Baca Juga : Sidang Paripurna Istimewa Digelar, Peringati 1.260 Tahun Kabupaten Malang dengan Khidmat

 

”Jaga protokol kesehatan dengan baik. Jangan ada (penularan covid-19, red). Kami tidak ingin ada klaster pilkada,” ungkapnya.

Di sisi lain, Khofifah mengaku juga mengapresiasi apa yang sudah dipersiapkan oleh KPU maupun Bawaslu. Terutama soal upaya penerapan protokol kesehatan di seluruh TPS yang ada di Jatim, termasuk di Kabupaten Malang.

”Bahwa mereka (KPU Jatim, red) sudah melakukan persiapan sangat baik. Semua kami lihat bahwa seluruh TPS sudah menyiapkan format dengan penyelenggaraan sesuai dengan protokol kesehatan. Bahkan kami melihat ada bilik khusus bagi mereka yang suhu tubuhnya 37 derajat atau lebih,” ucapnya.

Beberapa kesiapan guna menunjang protokol kesehatan yang disediakan di tiap TPS tersebut, dijelaskan Khofifah, meliputi penyediaan tempat cuci tangan, pengecekan suhu tubuh dengan thermo gun, penyediaan hand sanitizer, masker, hingga penyediaan bilik khusus.

”Kalau sudah ada tempat cuci tangan, monggo (silakan, red) cuci tangan. Kalau nanti ada thermo gun, monggo semua mengikuti proses itu. Andai setelah di-thermo gun kemudian suhu tubuhnya 37 derajat atau lebih, lalu disiapkan bilik khusus, monggo mengikuti,” imbau gubernur.

Teruntuk mereka yang diharuskan menyalurkan hak pilihnya melalui bilik khusus, Khofifah meminta agar para warga tidak merasa berkecil hati dan tetap mematuhi ketetapan yang berlaku.

Baca Juga : The Kalindra, Apartemen Eksklusif, Modern, dan Strategis di Malang

 

”Kuatos mangke (khawatirnya nanti, red) merasa kenapa saya harus dipisahkan dengan misalnya anaknya atau suaminya, istrinya, dan seterusnya. Karena semuanya berusaha untuk memberikan yang terbaik, yang bisa memberikan proteksi bagi seluruh penyelenggara di sini dan seluruh yang akan menggunakan hak pilihnya,” ujar dia.

Mengingat ketentuan protokol kesehatan yang sudah disediakan di tiap TPS, Khofifah mengimbau kepada seluruh warga yang memiliki hak untuk mencoblos, menggunakan suaranya guna menentukan pimpinan daerah di masa mendatang.

”Sekarang ini mohon kepada semuanya terutama besok yang akan menggunakan hak pilih, mohon semua menjaga protokol kesehatan yang baik. Jadi, saya ingin mengajak gunakan hak pilih sebaik mungkin. Jangan golput,” tukasnya.

 

Topik
Pilkada SerentakPilkada Kabupaten MalangGubernur Jawa Timur

Berita Lainnya

Berita

Terbaru