Visual video lirik Audeamus dari Wake Up Iris! yang diperankan Fathzefa Samodra dari Komunitas Akar Tuli. (Foto: Dok. Wake Up Iris!) 
Visual video lirik Audeamus dari Wake Up Iris! yang diperankan Fathzefa Samodra dari Komunitas Akar Tuli. (Foto: Dok. Wake Up Iris!) 

MALANGTIMES - Dunia musik tak ketinggalan memperingati Hari Disabilitas Internasional yang jatuh pada 3 Desember 2020. Salah satunya grup folkrock asal Kota Malang, Wake Up Iris!,  yang meluncurkan video lirik dari single lagu "Audeamus" dengan menggunakan Bahasa Isyarat Indonesia (Bisindo). 

Wake Up Iris!, yang berkomposisi duet maut musisi folk antara Bie Paksi sebagai pemain gitar dan kick drum serta Vania Marisca dengan suara lembutnya, berhasil menghipnotis para pendengar dengan sentuhan permainan biolanya yang baik. Selama ini mereka menghasilkan karya-karya yang dapat dinikmati oleh semua penikmat musik lintas genre. 

Vania Marisca mengungkapkan bahwa ia ingin semua karya Wake Up Iris! dapat dinikmati oleh seluruh kalangan, termasuk kelompok disabilitas yang dimulai dari "Audeamus".  "Kami ingin, semangat yang ada dalam lagu kami juga dapat dinikmati oleh setiap orang, menembus batas dan keterbatasan," ungkapnya. 

Hal itu merupakan lanjutan dari serangkaiam perilisan single terbaru dari Wake Up Iris! bertajuk "Audeamus". Lagu "Audeamus" sendiri telah dirilis sejak 30 Oktober 2020 di berbagai platform digital. 

Dan tepat pada momentum Hari Pahlawan 10 November 2020, Wake Up Iris meluncurkan official music video (MV) dari "Audeamus" yang disutradarai Jovian Fraaije dengan konsep alam yang sudah dapat disaksikan di YouTube Channel Wake Up Iris!.  Kreativitas mereka berlanjut ke momen Hari Disabilitas Internasional.

"Wake Up Iris! mengambil momen Hari Disabilitas Internasional untuk menambah awareness mengenai bahasa isyarat di kalangan musisi dan penikmat musik. Serta ingin membagikan semangat yang mereka nyanyikan dalam 'Audeamus' kepada teman-teman tuli dengan media Bisindo," jelas Vania. 



Dalam video lirik "Audeamus" ini, pihaknya melibatkan talent tuli Fathzefa Samodra yang langsung dengan sentuhan konsep artistik lmemeragakan Bisindo di hadapan kamera.  "Setelah itu diterjemahkan oleh teman-teman penerjemah bahasa isyarat seperti Randi Dwi Anggriawan di Jogjakarta dan Yanda Sinaga di Malang," terangnya. 

Penerjemahan yang dilakukan secara daring (dalam jaringan) menggunakan aplikasi Zoom tidak menghalangi semangat mereka untuk menerjemahkan "Audeamus" dalam Bisindo agar dapat dinikmati oleh kelompok disabilitas tuli dan sebagainya. 

Sementara itu, Bie Paksi menuturkan bahwa dalam lima tahun terakhir juga terdapat beberapa musisi yang menggunakan Bisindo dalam penyajian karya-karyanya. Sebut saja Yura Yunita dan Endank Soekamti. Juga ada para penikmat musik yang melakukan cover dengan menggunakan bahasa isyarat. 

Ada pula suatu hal yang menarik. Yakni lagu "Audeamus" yang menggunakan lirik bahasa Inggris tetapi diterjemahkan menggunakan bahasa Indonesia melalui Bisindo. "Memang sebuah tantangan untuk menerjemahkan dari bahasa Inggris ke dalam Bahasa Isyarat Indonesia dan tidak kehilangan makna untuk disampaikan dalam lagu tersebut. Tetapi dengan komunikasi yang intens dengan penerjemah bahasa isyarat dan konsultasi langsung kepada teman tuli, akhirnya kami dapat menerjemahkannya," ungkapnya. 

Selain itu, video lirik yang sudah dapat dinikmati di YouTube Channel Wake Up Iris! ini merupakan hasil kolaborasi dari Kamera Malang dan Good Vibe Creative serta juga melibatkan beberapa lembaga disabilitas.  Di antaranya PSLD (Pusat Studi Layanan Disabilitas) Universitas Brawijaya dan AIDRAN (Lembaga Penelitian Disabilitas Australia-Indonesia), Komunitas Tuli Mendongeng, dan Akar Tuli. 

Sebagai informasi, Wake Up Iris! adalah proyek musik oleh Vania Marisca dan Bie Paksi yang mereka sebut pembawa pesan dari semesta. Musik Wake Up Iris! bertujuan memberikan pengalaman multidimensional kepada pendengarnya. 

Tak hanya berkecimpung di panggung-panggung lokal, regional dan nasional seperti Folk Music Festival, Musik Hutan, Soundrenaline. Wake Up Iris! pun beberapa kali menjejal panggung bergengsi Internasional. Di antaranya SXSW (USA) dan Zandari Festa (Korea Selatan).