Penilaian Publik terhadap Kinerja Bupati Malang Sanusi Tunjukkan Tren Positif

Dec 02, 2020 19:06
Bupati Malang Sanusi saat di kediamannya. (Foto: Ima/MalangTIMES)
Bupati Malang Sanusi saat di kediamannya. (Foto: Ima/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Sejumlah temuan menarik didapatkan dari hasil survei  opini publik pra-pilkada Kabupaten Malang  yang dilakukan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Malang (FISIP UMM). Penilaian publik terhadap kinerja Bupati Malang Sanusi menunjukkan trend positif, yakni sebesar 77,5%. Hal ini tentu menjadi keunggulan dan kekuatan politik bagi paslon incumbent Sanusi-Didik.

"Temuan survei ini memperlihatkan bahwa kinerja bupati dalam membangun kerukunan umat beragama, peningkatan layanan kesehatan, dan peningkatan kualitas layanan publik diakui keberhasilannya dan diapresiasi oleh publik," ungkap pakar komunikasi politik UMM Zen Amirudin.

Baca Juga : Ajak Masyarakat Terlibat, Paslon SanDi Komitmen Brantas Praktik Korupsi di Kabupaten Malang

Namun di sisi lain, ada PR sekaligus catatan evaluasi untuk Pemerintah Kabupaten Malang dalam hal peningkatan perekonomian masyarakat, menurunkan angka kemiskinan dan pengangguran, juga dalam hal penyediaan bantuan modal dan kredit usaha rakyat.

Ada sejumlah faktor yang memengaruhi tingkat keberhasilan pasangan calon dalam pilkada. Faktor tersebut di antaranya adalah tingkat popularitas, kapabiltas, akseptabilitas dan elektabilitas.

Survei menyebutkan, dari keempat faktor tersebut, pasangan calon nomor  1 Sanusi-Didik Gatot memiliki keunggulan yang cukup signifikan dibandingkan dua pasangan calon lainnya.

Data riset menyebut tingkat popularitas paling tinggi diraih oleh pasangan calon nomer 1 (84,5%), bersaing tipis di paslon nomor 2 (72,2%) dan paslon independen di posisi terakhir dengan perolehan data sebanyak 40%. Tingkat penerimaan publik juga didominasi oleh paslon nomor urut 1 dan paslon nomor urut 2.

Sementara itu, dari tingkat elektabilitas calon pasangan bupati-wakil bupati pilihan publik berdasarkan pertanyaan terbuka (top of mind), ada dua nama yang muncul dengan urutan teratas. Yakni paslon Sanusi-Didik Gatot sebanyak 46,00% dan Latifah Shohib-Didik Budi sebanyak 29,67%. Sementara, pasangan independen Heri Cahyono-Gunadi Handoko hanya 6,33%. Sisanya adalah nama-nama lainnya.

Dalam butir pertanyaan pilihan terkait pasangan bupati dan wakil bupati pilihan publik juga menunjukkan bahwa paslon Sanusi-Didik Gatot menempati posisi tertinggi dengan persentase 52,43%. Disusul oleh paslon Latifah-Didik Budi sebesar 33,67%. Paslon independen masih menempati posisi di bawah 10%. Sisanya 5,53% menjawab tidak tahu.

Namun, perlu juga dilihat posibilitas publik mengubah pilihannya (swing voter). Potensi swing voter masih sangat besar pada Pilkada Kabupaten Malang. Utamanya dari masyarakat rentang usia 26-35 dan 36-45 tahun. Swing voter dari usia 26-35 tahun yang kemungkinan merubah pilihannya sebesar 53,5%. Disusul kemudian di rentang usia 36-45 tahun sebesar 53,6%.

Sementara itu, menariknya, untuk rentang usia 17-25 tahun justru yang masih mungkin mengubah pilihannya yakni sebesar 39% (notabene kecil) dan yang sudah menetapkan pilihan yakni sebesar 50%. "Sehingga, barangkali perlu adanya pengemasan pesan politik dari para paslon yang lebih efektif," timpal Zen.

Baca Juga : Paslon LaDub Tegas Berantas Korupsi dengan Empat Elemen Ini

Lebih jauh lagi, data survey juga menunjukkan tingkat partisipasi politik masyarakat di Kabupaten Malang terbilang tinggi. Hasil ini juga menjadi angin segar bagi perkembangan dunia politik lokal di Kabupaten Malang. Dalam survei tersebut, sebanyak 92% dari total responden memastikan akan memberikan suaranya pada hari pemilihan.

Sebanyak 80,9% responden juga telah mengetahui akan ada pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Malang. Hal ini menjadi indikasi positif bahwa tingkat politic literacy di masyarakat Kabupaten Malang cukup baik.

"Hasil survei yang menyatakan tingginya partisipasi politik di Kabupaten Malang ini sekaligus merupakan tantangan bagi pihak penyelenggara dan semua paslon untuk membuktikannya," pungkasnya. 

Sebagai informasi, Survey Opini Publik Pra Pilkada ini dalam penarikan sampelnya menggunakan metode Multistage Systematic Random Sampling dengan margin of error (MoE) kurang lebih 4%, dengan tingkat kepercayaan 95%. Survey ini dilakukan dengan sistem wawancara langsung tatap muka dengan responden masyarakat kabupaten Malang. Survei dilakukan terhadap 600 orang responden yang tersebar secara proporsional di seluruh Kabupaten Malang.

 

Topik
Pilkada Kabupaten MalangBUPATI MALANGSanusiSanusi Didik Gatot SubrotoPaslon Sandi

Berita Lainnya

Berita

Terbaru