Cara Paslon Ladub Ciptakan Tata Kelola Pemerintahan di Pemkab Malang Menjadi Kelas Dunia

Dec 01, 2020 19:12
Calon Bupati Malang dari pasangan Ladub nomor urut dua, Lathifah Shohib (tengah) saat menyosialisasikan program tata kelola pemerintahan kepada masyarakat Kabupaten Malang (Foto: Tim Ladub for MalangTIMES)
Calon Bupati Malang dari pasangan Ladub nomor urut dua, Lathifah Shohib (tengah) saat menyosialisasikan program tata kelola pemerintahan kepada masyarakat Kabupaten Malang (Foto: Tim Ladub for MalangTIMES)

MALANGTIMES - Pembenahan Reformasi Birokrasi dan Layanan Publik menjadi salah satu sektor pemerintahan, yang bakal dibenahi oleh paslon (Pasangan Calon) Bupati dan Wakil Bupati Malang nomor urut dua, Lathifah Shohib-Didik Budi Muljono (Ladub).

Dijelaskan Calon Bupati Malang, Lathifah Shohib, ada beberapa indikator yang harus dipenuhi untuk menciptakan reformasi birokrasi dan layanan publik yang mumpuni di Kabupaten Malang.

 

Diantaranya adalah dengan cara merealisasikan apa yang sudah tertuang dalam visi dan misi, yang diusung oleh kandidat Pilkada (Pemilihan Kepala Daerah) Kabupaten Malang, yang memiliki tagline Malang Bangkit ini. Yakni mewujudkan kualitas pelayanan publik yang lebih cepat, mudah dijangkau, murah, dan aman.

”Visi ini (Reformasi Birokrasi dan Layanan Publik) nantinya akan kami mulai realisasikan, dengan melakukan pemerataan sistem pelayanan berbasis online di semua instansi. Hal ini akan kami upayakan, sebagai upaya untuk mendekatkan layanan kepada masyarakat," ungkap Lathifah dalam rilis yang disampaikan kepada awak media, Selasa (1/12/2020).

Langkah selanjutnya, masih menurut Lathifah, adalah dengan meningkatkan unit pelayanan yang tentunya sudah memperoleh standarisasi pelayanan, serta peningkatan indeks pelayanan publik. 

”Hal ini akan kita lakukan untuk menciptakan Kabupaten Malang menjadi birokrasi pemerintahan kelas dunia. Sebagai upaya mewujudkan misi tersebut, nantinya akan ada 8 area perubahan Reformasi birokrasi yang akan kami (pasangan Ladub) lakukan,” ungkap politisi yang akrab disapa Bu Nyai ini.

Cucu pendiri NU (Nahdlatul Ulama) KH Bisri Syansuri ini, menjelaskan jika 8 area perubahan reformasi birokrasi yang dimaksudkan tersebut, meliputi manajemen perubahan dan deregulasi kebijakan, penataan dan penguatan birokrasi, penataan tata laksana serta penataan SDM (Sumber Daya Manusia), Penguatan Akuntabilitas, penguatan pengawasan hingga perbaikan layanan publik.

Kedelapan area perubahan reformasi birokrasi tersebut, dijelaskan Lathifah, telah dituangkan kedalam Visi dan Misi yang diusung paslon Ladub. Yakni meliputi program Satu Desa Satu Mobil Operasional, Satu Aplikasi Untuk Semua Layanan bagi masyarakat, Mall Pelayanan Publik Satu Pintu, ASN (Aparatur Sipil Negara) dan Tenaga Honorer Bangkit serta program Jati Mas atau forum komunikasi antara Bupati dengan masyarakat.

”Kami sudah melibatkan banyak ahli untuk menyusun program kebijakan ini. Insya Allah program yang sudah kami canangkan ini, sudah sesuai dengan apa yang dibutuhkan oleh warga Kabupaten Malang,” timpal Bu Nyai.

 

Sosok yang masih memiliki hubungan kekerabatan dengan KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur ini, berharap dengan adanya perombakan pelayanan publik yang diklaim lebih baik dan cepat ini, masyarakat akan bisa mendapatkan kualitas pelayanan secara prima.

Dengan begitu, jika diamanahi untuk memimpin Kabupaten Malang, maka program yang telah disiapkan pasangan Ladub ini, digadang-gadang bakal mendapat apresiasi dari pemerintah pusat dan mampu menjadi percontohan di tingkat nasional.

”Insya Allah jika kami diberikan amanah oleh rakyat, perbaikan kualitas layanan publik akan menjadi fokus utama kami. Karena memang tugas pemerintah adalah menjadi pelayan bagi masyarakat,” tukas Bu Nyai.

 

Topik
Pilkada Kabupaten Malangpaslon ladub

Berita Lainnya

Berita

Terbaru