Setelah Nongkrong Bareng, Pemuda di Kabupaten Malang Rela Cekik Temannya Hingga Tewas

Dec 01, 2020 16:47
Santoso (kiri), pelaku pembunuhan terhadap rekannya sendiri di Kabupaten Malang (Hendra Saputra)
Santoso (kiri), pelaku pembunuhan terhadap rekannya sendiri di Kabupaten Malang (Hendra Saputra)

MALANGTIMES - Hanya karena masalah gadget, membuat Santoso (20) gelap mata dan mencekik AD (13) hingga meninggal di kebun singkong Dusun Sukowilangun, Kecamatan Kalipare, Kabupaten Malang lantaran diejek tidak akan bisa membeli.

Handphone seakan menjadi kebutuhan dasar manusia di era kini, bahkan muncul perkataan bahwa orang tidak akan bisa hidup tanpa handphone.

Baca Juga : Kejari Kota Malang Eksekusi Insinyur Terpidana Korupsi Dana Jasmas

Apalagi bagi remaja, handphone digunakan sebagai alat untuk bermain game bersama teman-temannya. Bahkan biasanya mereka rela untuk mengurangi uang jajannya hanya untuk menabung dan membeli handphone yang memiliki kualitas tinggi.

Salah satu contohnya adalah kasus pembunuhan yang terjadi di Kabupaten Malang, di mana Santoso tega membunuh remaja yang tak lain adalah temannya nongkrong.

Peristiwa itu terjadi pada Jum'at (27/11/2020) di mana AD dinyatakan hilang. Setelah beberapa hari tidak pulang kerumah, AD ternyata ditemukan sudah tidak bernyawa di sebuah ladang singkong pada hari Senin (30/11/2020) kemarin.

Pada rilis pelaku pembunuhan di Mapolres Malang Selasa (1/12/2020), Santoso mengakui perbuatannya yang membunuh temannya usai melakukan kopi darat di sebuah warung kopi.

Di sana, korban dan pelaku awalnya sempat ngobrol dan melihat YouTube. Namun Santoso melihat bahwa handphone yang dipegang AD baru. Disitulah awal mula keingintahuan Santoso.

"Dit HP mu anyar tah? Dit HP kamu baru kah?," tanya Santoso ke AD. "Iyo iki HP larang, awakmu opo yo kuat tuku, wong awakmu kere (Iya ini HP mahal, apa kamu kuat membeli, kamu kan orang miskin, red)," jawab AD yang membuat Santoso tersinggung.

Dari perkataan itulah Santoso kemudian merasa disepelekan oleh AD. Lantas, muncul keinginan Santoso untuk membunuh rekannya.

Baca Juga : Terancam Dibui, Pria Lawang Simpan Ini di Dalam Bungkus Permen

Jum'at (27/11/2020) pukul 03.00 WIB Santoso berpura-pura mengajak AD untuk melihat jaring yang digunakan untuk mencari burung di belakang Pasar Peteng, Kalipare.

Setelah berjalan sekitar 100 meter, Santoso langsung mencekik leher AD. "San.. San.. lapo toh.. lapo toh (San.. San.. Ngapain sih.. Ngapain sih, red.)," keluh AD yang dicekik oleh Santoso.

Karena kehabisan pernafasan, AD sempat tak sadarkan diri dan tergeletak. Namun Santoso masih menunggu di dekat AD untuk memastikan bahwa telah meninggal.

"Tapi korban sempat sadarkan diri dan kabur, karena pelaku panik kemudian mengejar dan menangkap lagi di kebun singkong  pelaku juga kembali mencekik korban hingga tewas. Dipastikan lagi (korban meninggal apa belum) dengan menunggu 2 jam sampai pukul 05.00. Lalu pelaku meninggalkan tempat dan korban ditutupi daun singkong, dan pelaku bawa handphone korban," jelas Kapolres Malang, AKBP Hendri Umar.

Dari pengembangan penyelidikan, Polres Malang berhasil mengumpulkan barang bukti berupa, satu ikat pinggang warna hitam (milik korban), satu buah korek api, sepasang sendal (milik korban) dan satu unit handphone merk Realme warna hijau (milik korban).

Topik
Kasus Pembunuhan

Berita Lainnya

Berita

Terbaru