Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Malang. (Foto: Ima/MalangTIMES)
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Malang. (Foto: Ima/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Pemerintah pusat telah memberikan kewenangan penuh kepada pemerintah daerah untuk melaksanakan pembelajaran tatap muka tahun depan. Namun, untuk menggelar pembelajaran tatap muka, tentu perlu memenuhi beberapa kriteria. Beberapa di antaranya, zona daerah sudah aman serta fasilitas protokol kesehatan sekolah sudah lengkap.

Meski demikian, orang tua yang merasa khawatir masih mempunyai hak penuh untuk tidak mengikutsertakan anaknya belajar tatap muka di sekolah. Untuk itu, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang memfasilitasi dengan menyiapkan dua pola pembelajaran, yakni pembelajaran luring dan daring atau online.

Baca Juga : BOS Kabupaten Malang Sudah Cair Seminggu Lalu, untuk Sekolah di Bawah Kemenag Cair Awal Desember

 

"Dua pola, pola pembelajaran dengan luring dan daring. Guru, kepala sekolah sudah menyiapkan bahannya. Semua dibimbing membuat dengan dua pola itu," ujar Kepala Disdikbud Kota Malang Dra Zubaidah MM dalam sesi podcast bersama Dinas Kominfo Kota Malang.

Jadi, saat pemerintah Kota Malang sudah memperbolehkan pembelajaran tatap muka, siswa dan orang tua bisa memilih salah satu di antara dua pola pembelajaran ini.

 "Karena mungkin masih ada orang tua yang ragu dan lebih baik tetap daring. Itu juga guru memfasilitasi," kata Zubaidah. "Dan kami sudah sering melakukan simulasi, menyampaikan teori-teori, maupun juga bimbingan-bimbingan melalui daring ini kepada bapak ibu guru," imbuhnya.

Selain itu, apabila nantinya digelar pembelajaran tatap muka, maka tentu tidak serta merta dilakukan untuk keseluruhan siswa, melainkan secara bertahap. "Harus ada jadwal untuk masuknya. Tidak berkeseluruhan. Misalnya 50 persen dulu," terang Zubaidah.

Dijelaskan Zubaidah lebih lanjut, sistem masuk bisa berdasarkan absen ganjil dan genap. Bangku-bangku di kelas, meski tatanannya tak diubah, ditampilkan nomor-nomor ganjil maupun genap.

Baca Juga : Keren, Unikama Gelar Konferensi Internasional, Hadirkan Pemateri dari Berbagai Negara

 

Sebenarnya, sejak Oktober-November, Disdikbud Kota Malang juga sudah melakukan pemetaan. Kepala sekolah sudah membuat angket untuk orang tua apakah setuju atau tidak manakala nanti ada pembelajaran tatap muka. "Ini sudah ada (hasil angket orang tua,). Kami sudah menyimpannya satu per satu," kata Zubaidah.

Dalam kesempatan tersebut, Zubaidah juga meluruskan info beredar yang menyatakan bahwa Disdikbud menyuruh orang tua membuat pernyataan di atas materai. "Tidak benar itu. Jadi, hanya mengisi angket iDi situ ada setuju atau tidak. Kalau setuju, risikonya mengantarkan, membawakan bekal, dan juga menyiapkan masker, hand sanitizer, dan sebagainya. Kalau tidak setuju, berarti dia akan kami layani dengan daring. Jadi, versinya itu tetap ada luring dan daring," tegasnya seraya menambahkan, kesehatan insan pendidikan kota Malang adalah prioritas utama Disdikbud.